Hukum Memakai Gelang Kaki Pada Wanita Dalam Islam

Wanita memang diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dan untuk menutupi kekurangannya biasanya wanita akan berhias diri. Tabarruj dalam Islam atau berhias diri atau berdandan diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan, karena memang telah menjadi sifat wanita bahwa mereka suka berhias.

Dan dalam berhias diri, wanita seringkali memakai perhiasan atau aksesoris pelengkap, baik seperti kalung, gelang tangan, gelang kaki, anting-anting dan cincin. Dan seperti yang dijelaskan dalam Islam bahwa hukum memakai perhiasan dalam Islam adalah diperbolehkan, namun apakah dalam Islam wanita diperbolehkan memakai gelang kaki?

Hukum Memakai Gelang Kaki Menurut Islam

Wanita ingin terlihat dan tampil cantik dihadapan setiap orang yang memandangnya, terlebih dihadapan suaminya. Dan untuk memperindah penampilan dan melengkapi penampilannya wanita sering menggunakan perhiasan seperti gelang, kalung anting dan cincin. Seperti yang kita tahu, hukum wanita memakai emas dalam Islam adalah diperbolehkan, berbeda dengan hukum pria memakai emas dalam Islam, yang mana tidak diperbolehkan.

Lalu apa hukumnya jika seorang wanita memakai gelang kaki menurut Islam?

Menurut para ulama, hukum memakai gelang kaki bagi wanita menurut Islam adalah diperbolehkan, namun hal tersebut tetaplah ada batasannya. Wanita diperbolehkan memakai gelang kaki, namun jangan sampai berlebihan dan dilarang bagi wanita yang memakai gelang kaki untuk sengaja menghentakan kaki mereka dihadapan laki-laki yang bukan mahramnya (baca : pengertian mahram dalam Islam).

Dan didalam Islam terdapat firman Allah yang mengenai persoalan tersebut, sebagai berikut :

“Dan janganlah mereka (kaum wanita) memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An-Nur ayat 31)

Dalam terjemahan ayat tersebut telah dikatakan, bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk memakai gelang kaki namun seorang wanita dilarang untuk menghentakan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, karena dikhawatirkan hal tersebut akan mengundang zina dalam Islam, dan memperdengarkannya sama saja dengan menampakan perhiasan tersebut. [AdSense-C]

Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata :

Seseroang mendatangi Rasulullah SAW. sedangkan ia telah melakukan dzihar (menyamakan istrinya dengan mahram perempuannya, sembari berniat dan bersumpah untuk tidak menggauli istrinya sebelum membayar kaffarat dzihar tersebut. Ia berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah melakukan dzhihar terhadap istriku, namun aku menggaulinya sebelum aku membayar kaffarat.” Beliau bersabda: “Apa sebab yang membuatmu melakukan itu ?”, ia menjawab: “Aku (tergiur karena) melihat KHALKHAAL (gelang kakinya) dibawah sinar bulan.” Maka beliau bersabda: “Janganlah engkau mendekatinya hingga engkau melakukan perintah Allah (yaitu bayar kaffarat).” (HR Abu Daud, At- Tirmidzi dan An-Nasa’i)

[AdSense-B] Dikisahkan dalam Islam, dulu pada zaman jahiliyah, para wanita apabila berjalan dengan gelang kakinya tidak berbunyi, maka mereka akan memukulkan kakinya ke tanah dengan tujuan agar perhiasan yang mereka pakai berbunyi dan dilihat oleh kaum laki-laki. Tindakan yang dilakukan oleh wanita-wanita jahiliyah tersebut merupakan hal yang tidak boleh ditiru oleh wanita muslimah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa memaki gelang kaki menurut Islam adalah diperbolehkan namun jangan sampai berlebihan dan tetap dalam batasan-batasan. Wanita cantik dalam Islam tidaklah harus berias diri dengan semaksimal mungkin dan berpenampilan semenarik dan sebagus mungkin, namun yang paling penting adalah iman dan ketaatan mereka terhadap Allah SWT.

Hukum Pria Memakai Kalung Dalam Islam

Perhiasan seperti kalung, cincin, gelang dan anting-anting merupakan salah satu alat atau aksesoris penunjang penampilan, dan bahkan dalam kehidupan yang serba modern dan modis seperti sekarang ini hal semacam perhiasan tersebut sudah menjadi sebuah kebutuhan. Aksesoris seperti kalung, gelang, cincin dan anting tidak hanya dipakai oleh kaum wanita, pada era globalisasi seperti sekarang ini sudah banyak kaum pria yang juga memakainya sebagai perhiasan untuk menunjang penampilan mereka agar terlihat indah dan menawan.

Memakai perhiasan dalam Islam bagi wanita dan pria hukumnya sudah diterangkan dalam Islam. Dan hukum pria memakai emas dalam Islam berbeda dengan hukum wanita memakai emas dalam Islam. Kaum pria dilarang atau diharamkan didalam Islam untuk memakai perhiasan yang terbuat dari emas. Lalu bagaimana hukumnya menurut Islam jika ada pria memakai perhiasanatau aksesoris berupa kalung?

Pria Memakai Kalung Menurut Islam

Di dalam Islam memang tidak ada dalil yang membahas secara langsung mengenai persoalan tersebut, namun kita dapat berpedoman pada hadits-hadits dan firman Allah SWT. yang masih berhubungan dengan hal tersebut.

Pria diperbolehkan memakai kalung apabila hal tersebut tidak melanggar aturan-aturan dan larangan yang terdapat dalam sumber syariat Islam dan dasar hukum Islam. Diperbolehkan apabila tujuannya bukan sebagai perhiasan dan ia diwajibkan untuk memakainya. Misalnya seperti mengenakan kalung tanda pengenal saat menunaikan ibadah haji atau saat ada kegiatan lainnya.

Namun, yang membuat kaum pria diharamkan mengenakan kalung adalah apabila terdapat beberapa unsur berikut ini :

  1. Kalung terbuat dari bahan emas

Hukum pria memakai perhiasan emas dalam Islam sudah sangat jelas, yaitu haram atau dilarang. Larangan tersebut berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW.

Dari Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW. mengambil sutera yang kemudian beliau meletakannya pada tangan kanannya, lalu beliau mengambil emas dan diletakkannya emas tersebut ditangan kiri beliau. Lalu Rasulullah SAW. bersabda :

“Sesungguhnya kedua benda ini (sutera dan emas) diharamkan bagi laki-laki dari umatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui dengan jelas, bahwasannya emas diharamkan untuk dipakai oleh kaum pria muslim. [AdSense-C]

  1. Bertujuan sebagai perhiasan

Seorang pria dilarang untuk memakai kalung jika tujuannya sebagai perhiasan dan hanya untuk pamer dalam Islam. Memakai perhiasan sejatinya merupakan hal yang biasa dilakukan oleh wanita, dan ciri-ciri wanita. Lalu, jika seorang pria memakai kalung dengan tujuan menyerupai atau agar terlihat seperti perempuan, maka hukumnya dilarang atau haram.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda bahwa ia melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. Berikut haditsnya :

“Rasulullah SAW. melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa laki-laki tidak boleh menyerupai wanita, dan dengan memakai perhiasan yang merupakan ciri-ciri wanita, itu berarti ia telah menyerupai wanita. [AdSense-B]

  1. Tidak mengandung unsur syirik

Dalam Islam berhala atau menyekutukan Allah termasuk perbuatan syirik dalam Islam, dan hal tersebut sangat dilarang oleh Allah SWT. Dalam (QS. Al-maidah ayat 72) terdapat kalimat yang mengatakan :

“………… Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya adalah ialah nereka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang zalim itu.”

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui dengan jelas, bahwa menyekutukan Allah merupakan perbuatan syirik yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Jadi, jika tujuan pria memakai kalung sebagai jimat keberuntungan atau karena kesyirikan yang lainnya, maka hal tersebut diharamkan.

Memakai kalung dalam Islam memang tidak ada dalil yang membahasnya secara langsung, namun kita juga tidak bisa lantas dengan sesuka hati memakainya tanpa mencari tahu hukumnya. Sebagai seorang muslim yang baik, alangkah baiknya agar kita selalu melangkah dijalan yang benar dan di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.

Sekian, semoga bermanfaat (:

Hukum Wanita Memakai Emas Dalam Islam

Dalam Islam, Allah SWT. telah mengatur segala sesuatunya, termasuk cara mempercantik diri menurut Islam bagi kaum muslimah, tata cara dalam berpenampilan bagi muslimah, cara berpakaian wanita muslimah, dan tata cara berhias diri bagi kaum muslimah. Islam pun telah menjelaskan mengenai hukum memakai perhiasan dalam Islam bagi wanita dan pria, dan didalam hukum tersebut Allah telah memperbolehkan para wanita untuk memakai perhiasan sebagai bentuk usaha untuk mempercantik diri selama itu masih dalam batasan wajar.

Lalu apakah di dalam Islam seorang wanita boleh memakai perhiasan berupa emas?

Pertanyaan tersebut pasti pernah timbul dalam benak kita sebagai seorang muslimah. Dan berikut sedikit ulasan mengenai persoalan tersebut.

Wanita Memakai Emas Menurut Islam

Dalam memperindah penampilannya, para kaum muslimah seringkali mengenakan aksesoris sebagai alat penunjang, seperti gelang, kalung, cincin atau anting-anting, dan aksesoris-aksesoris tersebut seringkali terbuat dari bahan emas. Dan apakah dalam Islam wanita diperbolehkan memakai perhiasan berupa emas? Berikut sedikit ulasannya :

Dari Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW. mengambil sutera yang kemudian beliau meletakannya pada tangan kanannya, lalu beliau mengambil emas dan diletakkannya emas tersebut ditangan kiri beliau. Lalu Rasulullah SAW. bersabda :

“Sesungguhnya kedua benda ini (sutera dan emas) diharamkan bagi laki-laki dari umatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

Dalam hadits tersebut dijelaskan, bahwa hukum pria memakai emas menurut Islam adalah haram dan tidak diperbolehkan, dan dalam hadits tersebut hanya pria yang disebutkan dan dilarang memakai emas dan sutera. Itu berarti wanita diperbolehkan untuk memakai perhiasan, baik yang berupa emas ataupun perak.

Para ulama salaf pun telah menukil kesepakatan (ijma’) tentang diperbolehkannya wanita memakai perhiasan emas, sebagai berikut :

Dari An-Nawawi rahimahullah, ia berkata :

“Diperbolehkannya bagi wanita memakai sutera serta berhias dengan perak dan emas dengan ijma’ (kesepakatan) berdasarkan hadits-hadits yang shahih.”

Dan dari An-Nawawi, ia berkata :

“Kaum muslimin telah bersepakat bahwa diperbolehkan bagi wanita memakai beraneka ragam perhiasan dari perak dan emas, seperti : kalung, cincin, dan gelang, dan semua perhiasan yang dipakai dileher dan lainnya. Dalam hal ini tidak ada perselisihan sedikitpun.”

Dari Al-Hafidz Ibnu Hajar, ia berkata :

“Rasulullah SAW. telah melarang kami dari tujuh macam perkara. Dan beliau melarang kami dari memakai cincin emas (Al-Hadits).” [AdSense-C]

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ad Daruqutni dan dishahihkan oleh Al-Hakim, dari Ummu Salamah ra. : Ummu Salammah memakai gelang kaki dari emas, kemudian ia berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, apakah ini kanzun (harta simpanan) ?” Rasulullah pun bersabda, “Apabila engkau menunaikan zakat gelang kaki emas itu, maka itu tidaklah termasuk harta simpanan.”

Dan dari Aisyah ra., ia berkata :

”Aku mempersembahkan sebuah perhiasan kepada Rasulullah SAW. yang dihadiahkan oleh seorang An-Najasyi (Raja Habasyah) kepada beliau. Dalam perhiasan itu terdapat cincin emas permata habsyi. Kemudian beliau mengambilnya dengan ranting yang di ulurkan atau dengan sebagian jari-jarinya. Kemudian beliau memanggil Umamah binti Abul ‘Ash, yaitu anak dari Zainab(putri Rasulullah). Lalu beliau bersabda : “Berhiaslah dengan ini wahai cucuku.” (HR, Abu Daud)

Dalam Islam, wanita diperbolehkan memakai emas, bahkan sejak pada zaman Rasulullah SAW. Namun, ada zakat yang harus ditunaikan atas emas tersebut. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits berikut. Dari ‘Amr bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya :

Seorang wanita mendatangi Rasulullah SAW. bersama dengan putrinya. Dan ditangan putri wanita tersebut terdapat dua buah gelang emas yang tebal, kemudian Rasulullah berkata kepada wanita tersebut, “Sudahkah engkau memberikan zakat pada gelang ini?” wanita tersebut menjawab tidak. Lalu Rasulullah SAW. bersabda “Apakah engkau senang jika Allah memakaikan gelang padamu dengan keduanya pada hari kiamat dengan dua gelang dari api neraka?” Kemudian wanita tersebut melepaskan gekang itu dan menyerahkannya kepada Rasulullah SAW. dan berkata, “Dua gelang ini untuk Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

[AdSense-B] Sedangkan, Islam tidak memperbolehkan para kaum pria untuk memakai perhiasan emas. Seperti yang dikatakan oleh An-Nawawi :

“Diharamkan cincin emas bagi para laki-laki dan terhapusnya (hukum) diperbolehkannya pada permulaan Islam.”

Jadi, hukum memakai emas bagi wanita menurut Islam adalah halal atau diperbolehkan, namun sebagai wanita yang baik menurut Islam, alangkah baiknya dalam berhias diri tidak berlebihan dan tetap mengikuti tata cara yang benar, tetap berpedoman pada sumber syariat Islam dan tidak lepas dari dasar hukum Islam. Karena sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Allah SWT. tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.

Sekian, semoga bermanfaat (: