10 Dalil Berbakti Kepada Orang Tua

Dalam kitab shahihain oleh Abu Hurairah, ada laki-laki bertanya kepada Nabi : “Rasulullah, siapa diantara manusia yang harus aku pergauli dengan sebaik-baiknya?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” Ia bertanya lagi : “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab kemudian : “Ibumu” Laki-laki mengulangi pertanyannya : “Lalu siapa lagi?” Nabi kembali menjawab : “Ibumu” Ia pun mengulangi pertanyaannya kembali : “Lalu siapa?” Rasulullah menjawan : “Bapakmu”. Dari kisah tersebut, sudah sangat jelas bukan, bahwa perintah untuk berbakti kepada orang tua terutama ibu telah diperintahkan sejak dulu oleh Rasulullah. Sebab banyak sekali perjuangan mereka yang tidak bisa kita balas walaupun dengan bumi dan isinya.

Dari sejak dalam kandungan, ibu sudah berjuang keras menjaga kita semasa di dalam kandungan. Menjadikan kita manusia sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam  dengan fungsi agama . Ibu akan rela melakukan apa saja demi membuat anaknyamendapatkan perlindungan dan kasih sayang yang terbaik. Sedangkan sang bapak, berusaha keras untuk mencari nafkah semata-mata untuk memberi makan dan mencukupi segala kebutuhan si anak. Sehingga berbakti kepada orang tua adalah balasan yang harus kita lakukan demi membahagiakan orang tua.

Berbakti kepada orang tua bukanlah hal berat seperti yang dilakukan oleh orang tua kita. Kita hanya perlu untuk selalu bertutur kata dengan lemah lembut serta hormat kepada mereka. Berbakti juga tidak hanya dengan perkataan, namun juga dengan perbuatan yakni dengan membantu dan mempermudah urusan orang tua serta tak pernah membantah apabila disuruh oleh mereka.

Sedangkan berbakti dengan harta adalah memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh orang tua kita. seperti kita ketahui, saat mencapai usia lanjut, orang tua akan mengalami kelemahan badan dan pikiran sehingga terkadang mereka sangan menyusahkan.

Dalam keadaan tersebut, Allah dengan tegas melarang untuk membentak orang tua meskipun dengan perkataan yang ringan. Kita harus tetap bertutur kata dan melayaninya dengan baik. Begitu pula ketika mereka meninggal, kebaikan kita terhadap orang tua, kita tunjukkan dengan selalu mendoakannya.

Dalil-Dalil Berbakti Kepada Orang Tua

  1. Surah Al-Isra’ : 23-24

“Dan Rabb-mu menyuruh manusia untuk beribadah kepada-Nya dan selali berbuat baik keada orang tua. Jika salah satu atau keduanya berusia lanjut. Maka jangan mengatakan ‘ah’ dan membentaknya” (Al-Isra’ : 23)

“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang baik dan rendahkan dirimu dengann penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangi keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil” (Al-Isra’ : 24)

  1. An-Nisa : 36.

“Dan sembah Allah serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, lalu berbuat baik kepada orang tua”

  1. Luqman : 14-15

“Dan Kami memerintah kepada manusia untuk berbakti kepada prang tua, ibu yang telah mengandung dalam keadaa lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kalian kepada Ku dan kepada orang tua. Hanya kepada-Ke lah kamu kembali.” (Luqman : 14)

“Dan apabila keduanya memaksa mempersekutukan sesuatu dengaan Aku yang  tidak ada pengetahuaanya, maka jangan kamu mengikutinya. Pergaulilah keduanya dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku, hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabrakn apa yang kamu kerjakan.” (Luqman : 15) [AdSense-B]

  1. Al-Anakabut : 8

“Dan Kami memerintah manusia untuk melakukan kebaikan pada orang tua. Jika orang tua mempersekutukan Ku tanpa ilmu yang jelas, jangan ikuti mereka.”

  1. Al-Ahqaaf :15-17

“Kami memerintah manusia untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak, ibu yang mengandung dan melahirkan dengan susah payah. Mengandung hingga menyapihny selaa tiga puluh bulan hingga ia menjadi dewasa, saat ia berumur empat puluh thaun, ia berdoa “Ya Rabb-ku tunjukilah aku dalam mensyukuri nikmay yang Engkau beirkan kepadaku dan orang tuaku supaya aku dapat mengerjakna amal shalih, berilah kebaikan kepadaku dan anak cucuku. Sesunggunya aku bertubat dan termasuk dalam orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaaf :15)

“Mereka Kami terima karena amal baik yang dikerjakan dan kesalahan mereka diampuni sebagaimana janji yang dijanjikan kepada mereka.” (Al-Ahqaaf : 16)

“Dan orang yang berkata Cis (ah) bgai keduanya, apahan keduanya memperingaykan kepadaku bahwa aku dibangkitkan, padahal telah berlalu umat sebelumku? Lalu kedua ornag tua meminta pertologan pads Allah dan berkata “Celaka kamu, berimanlah! Janji Allah benar” lalu dia berkata, :Ini tak lain hanya dongengan orang terdahulu.” (Al-Ahqaaf : 17)

  1. Al-Baqarah : 215

“Mereka bertanya kepada Muhammada tentang yang diinfakkan. Jawablah, “Harta yang kamu nafkahkan sebaiknya diberika kepada ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Apa saja kebajikan yang diperbua, Allah Maha Mengetahui. [AdSense-A]

  1. HR Abu Dawud

“Wahai Rasulullah, apa masih ada cara berbakti kepada orang tua setelah meninggal?”beliau menjawab, “ Ya, dengan mendoakan, meminta ampun untuknya, melaksanakan wasiatnya, menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali jalan mereka dan memuliakan teman-temannya.”

  1. Kitab Shahihain dari Asma’ binti Abu Bakar ra

Dalam kitab ini dijelaskan bahwa ketika itu Abu Bakar ra bertanya kepada Rasulullah mengenai ibunya yang musyrik, namun ingin mneyambung silaturahmi dengannya.

“Wahai Rasulullah, ibuku datang dan ingin menyambung hubungan dengan putriku, apakah aku boleh menyambung hubungan kembali dengan ibuku?” Rasulullah menjawab “Ya, sambunglah”

  1. Shahihahin dari Abdullah bin Mas’ud

“Aku bertanya kepada Nabi : “Amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Shalat paada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada ornag tua.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab lagi, “Berjihad di jalan Allah.”

  1. Hadits Snad Jayyid

Seseorang berkata kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad namun aku tak mampu melakukannya.” Beliau menjawab: “Apakah orang tuamu masih ada?” Ia menjawab, “Ya, ibuku.” Beliau bersabda: “Temui Allah dalam keadana berbakti kepada orang tua, apabila engkau melakukannya, sama artinya engkau telah melakukan haji, umrah dan jihad.”

Cara Berbakti Kepada Orang tua

Berikut adalah hal-hal yang harus kita lakukan untuk berbuat baik kepada orang tua :

  1. Meminta sesuatu sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan mereka
  2. Tidak menunjukkan wajah kesal jika keinginannnya tidak dipenuh oleh kedua orang tua
  3. Membantu keduanya untuk mengerjakan sesuatu tanpa mereka perintah
  4. Tidak bertengkar dengan sesama sudara dengan suara keras, saling membentak sampai berkelahi sebab hal ini akan menyakiti orang tua
  5. Menolak mengerjakan sesuatu yang diperintah oleh orang tua dengan suara penolakan yang keras dan wajah ketus masam
  6. Tidak menggunakan barang orang tua tanpa seizinnya
  7. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi dari orang tua
  8. Tidak bersuara keras, apalagi mengucapkan “ah” saja sudah dilarangoleh Allah
  9. Tidak bersikap sombong kepada orsng tua
  10. Tidak membiarkan orang tua dalam kesulitan dan kemiskinan
  11. Tidak menelantarkan orang tua sendirian di rumah
  12. Selalu sediakan waktu untuk rajin bersilaturahmi dan menengok orang tua
  13. Selalu mendo’akan kebaikan kedua orang tua dengan memohon rahmat dan ampunan kepada Allah SWT
  14. Selalu menyambung silaturahmi kerabat atau sahabat kedua ornag tua setelah wafatnya mereka
  15. Tidak membentak orang tua dengan suara keras

Demikian dalil berbakti kepada orang tua. Tingkatkan keimanan kita pada  Rukun IslamDasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman, semoga bermanfaat.

12 Cara Melamar Wanita Menurut Islam Sesuai Syariat

Setiap manusia akan melewati banyak fase-fase dalam kehidupannya, mulai dari sejak lahir, lalu menjadi anak-anak yang diasuh oleh kedua orangtuanya, hingga kemudian beranjak dewasa dan menikah lalu memiliki keluarga sendiri. (Baca juga: Doa Mendapatkan Jodoh dan Rezeki Menurut Al-Qur’anTata Cara Pernikahan Dalam Islam)

Saat ini proses menuju pernikahan yang dilalui oleh manusia biasanya dilakukan dengan cara berpacaran dulu selama beberapa waktu untuk saling memahami lalu kemudian baru dilakukanlah acara lamaran dan menikah. Padahal cara tersebut lebih banyak sisi negatifnya dari pada positifnya. Islam tidak mengenal pacaran tapi hanya mengenal istilah ta’aruf dan khitbah yang kemudian dilanjut dengan prosesi akad pernikahan. (Baca juga: Keutamaan Sabar Dalam IslamFadhilah Sholawat Fatih)

Banyak orang yang ingin melakukan proses lamaran yang sesuai dengan aturan Islam namun masih bingung tata cara yang harus dilakukannya. Untuk itu artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana tata cara melamar perempuan secara Islami.

Baca juga:

Cara Melamar Seorang Perempuan Menurut Islam

Kedudukan seorang perempuan dalam Islam sangatlah istimewa dan tinggi derajatnya karena perempuan memiliki beberapa perbedaan mendasar dengan laki-laki seperti menstruasi, melahirkan, menyusui dan menopouse. Hal-hal tersebut sangat menentukan kelangsungan keturunan manusia. (Baca juga:Amalan Rasulullah Sebelum TidurHukum Kawin Lari dalam Islam)

Seorang perempuan kelak saat dewasanya akan menjadi seorang ibu dimana kedudukan seorang ibu 3 kali lebih tinggi dari pada seorang ayah. Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan tentang seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, siapakah yang harus dicintainya lebih dulu, maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab  ibumu, pertanyaan tersebut diulang sampai tiga kali dengan jawaban yang sama, dan setelah ditanya keempat kalinya baru kemudian Rasul menjawab ayahmu. (Baca juga: Ayat Alquran Untuk Melupakan SeseorangTawakal Dalam Islam)

Oleh karena itu Islam sangatlah melindungi kehormatan dan harga diri seorang perempuan, termasuk juga dalam hal peminangan yang umumnya dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Dalam proses melamar perempuan, ada hal-hal yang tidak boleh dilanggar untuk menjaga kehormatan perempuan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti jatuh cinta pada seseorang yang belum sah menjadi pasangan suami atau istri, atau menghrapkan secara berlebihan terhadap seseorang yang belum sah menjadi suami istri seperti yang banyak terjadi saat ini, pemuda-pemudi saling mencintai bahkan saling merasa memiliki dalam proses pacaran yang mereka sebut sebagai tahap perkenalan, penjajakan dan penyesuaian diri masing-masing sebelum akhirnya mereka melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serus yakni pernikahan. (Baca juga: Doa di Pagi Hari Dalam IslamCinta Beda Agama menurut Islam)

[AdSense-B]

1. Tentukan dan Kenali Calon Pasangan

Sebelum jauh melangkah untuk melamar seorang perempuan, tentukan terlebih dahulu perempuan mana yang akan dilamar dan pastikan bahwa kita telah mengenalnya sehingga prosesi lamaran lebih efisien dan lancar. Karena melamar bukanlah perkara enteng yang bisa dengan mudahnya dimulai dan dibatalkan. Prosesi lamaran juga akan melibatkan keluarga dari kedua belah pihak.

2. Calon Pasangan Harus Single Dan Tidak Terikat

Pastikan perempuan yang akan dilamar adalah perempuan yang belum menikah dan belum di khitbah oleh orang lain.

3. Memantapkan Hati Untuk Melamar

Sertakan Allah dalam setiap pilihan yang akan kita ambil terlebih masalah jodoh, yakinkanlah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah dan meminta petunjuk serta kemantapan hati, seperti sholat istikhoroh.

4. Meminta Ijin Kepada Sang Calon Pasangan

Karena prosesi lamaran tidak kalah penting dengan prosesi pernikahan, maka ada baiknya sebelum melamar seorang perempuan kepada kedua orangtuanya terlebih dahulu kita mintai pendapat sang perempuan, apakah ia bersedia dilamar atau tidak. Hal ini meminimalisir penolakan dari pihak perempuan karena hal tersebut bisa menyebabkan keretakan antara kedua belah keluarga.

Hal ini bisa dilakukan dengan meminta bantuan saudaranya atau dengan bertanya langsung kepada sang perempuan dengan didampingi oleh laki-laki yang merupakan saudaranya.

5. Meminta Izin pada Wali calon pasangan yang akan Dilamar

Jika biodata dan pertemuan sudah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah meminta ijin kepada wali perempuan untuk melamar secara resmi. Jika diizinkan, barulah proses lamaran akan berlanjut pada proses pernikahan antara kedua calon.

Mengenai hal ini Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda:

“Janganlah engkau menikahkah janda sampai engkau meminta pendapatnya dan janganlah engkau menikahkan perawan sampai engkau meminta izinnya.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kita tahu dia mengizinkan?” Beliau pun bersabda, “Dia diam saja.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

(Baca juga: Hukum Shalat Berjamaah dengan Perempuan yang Bukan MuhrimBalasan Menyakiti Hati Orang Lain)

6. Menggali Informasi Mengenai Calon

Perkara menikah bukanlah hal yang sederhana. Sepasang manusia yang disahkan dalam pernikahan akan menjadi sepasang suami istri yang hidup bersama selama sisa hidup sampai akhir hayatnya. Artinya sebelum melamar seseorang, harus dipikirkan secara matang karena nanti prosesnya tidak hanya berjalan selama sebulan atau dua bulan tapi selamanya di mana dalam waktu-waktu setelah pernikahan tersebut pasti akan ada banyak perselisihan dan bahkan mungkin pertengkaran. (Baca juga: Mahar Nikah Berupa Hafalan Al QuranBulan Baik Untuk Menikah Menurut Islam)

Untuk itu sangat penting dilakukan penggalian informasi mengenai calon pasangan yang akan dilamar mulai dari nama, kepribadian hingga latar belakang keluarganya. Hal ini dilakukan sebagai gambaran awal mengenai bagaimana calon pasangan yang akan dilamar nanti. (Baca juga: Keutamaan Menikahi Janda dalam IslamKewajiban Muslim Terhadap Muslim Lainnya)

Namun begitu, dalam menggal informasi mengenai calon pasangan yang akan dilamar ini juga harus tetap memperhatikan aturan-aturan dalam syariat Islam. Maka dalam hal ini dibutuhkan informasi tambahan untuk mengenali lebih jauh pasangan hidup nantinya. (Baca juga: Hukum Silaturahmi Menurut IslamHukum Menghina Allah Dalam Hati)

Maksud dari penggalian informasi mengenai calon pasangan yang akan dilamar ini adalah untuk mendapatkan informasi dasar saja, jika mungkin sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain. Informasi dasar itu cukup dengan cara meminta biodata calon pasangan dan foto (jika belum tahu orangnya), informasi keluarganya dan latar belakang dimana ia aktif. (Baca juga: Hukum Memandang Perempuan dalam Islam Bagi Laki-lakiHukum Orang Tua Melarang Anaknya Menikah)

Untuk mendapatkan informasi bisa dengan cara menanyakan secara langsung kepada orangnya, keluarga dan kerabatnya, atau bisa juga dari bantuan orang ketiga semisal dari ustadz atau ustadzahnya yang bisa menjaga amanah dan memang dilandasi dengan motif ingin membantu.

Baca juga:

[AdSense-A]

7. Melihat Perempuan yang akan dilamar

Islam memperbolehkan seorang laki-laki untuk melihat seorang perempuan yang akan dilamarnya dengan ketentuan-ketentuan yang sesuai syariat Islam. Hal ini bisa dilakukan dengan mengutus orang lain  ataupun dengan melihat secara langsung perempuan yang akan dilamarnya. Untuk melihat perempuan yang akan dilamarnya, seorang lelaki harus didampingi oleh salah satu keluarga atau temannya dan si perempuannya juga harus didampingi oleh salah satu walinya. hal ini dilakukan untuk menghindari fitnah dan hal-hal buruk lainnya. Baca juga: Hak Muslim Terhadap Muslim LainnyaKeutamaan Menjaga Wudhu yang Istimewa)

Untuk cara yang pertama, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ummu Sulaim kepada seorang perempuan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ummu Sulaim, ‘Lihatlah urat di atas tumitnya dan ciumlah bau mulutnya'” (HR. Ahmad).

Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda untuk cara yang kedua, yakni:

“Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang perempuan, maka jika ia bisa melihat dari perempuan itu apa yang dapat menyerunya untuk menikahinya, maka hendaklah ia melakukannya. Jabir berkata ‘aku meminang seorang perempuan maka aku bersembunyi terhadapnya hingga aku melihat darinya apa yang mendorongku untuk menikahinya, kemudian aku menikahinya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Bakr bin Abdullah al-Muzani berkata bahwa Mughirah bin Syu’ban menuturkan, “Aku datang kepada Nabi SAW, lalu aku sebutkan seorang perempuan yang akan aku khitbah. Beliau bersabda, Pergilah dan lihatlah ia, maka sesungguhnya hal itu lebih pantas untuk melanggengkan (cinta) kalian berdua.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah).

(Baca juga: Hukum Nikah Gantung dalam IslamCara Menangkal Ilmu Hitam dalam Islam)

8. Mendatangi kediaman perempuan

Jika seluruh proses di atas telah lancar dilakukan maka selanjutnya adalah mendatangi kediaman keluarga perempuan yang akan dilamar. Pihak keluarga besar sang perempuan akan menyambut kedatangan pihak keluarga besar dari sang laki-laki, dimana dalam proses ini keluarga laki-laki membawa buah tangan berupa seserahan yang diberikan kepada keluarga pihak perempuan atau biasanya seserahan ini bisa dijadikan sebagai bahan pelengkap saat hari pernikahan nanti.

9. Musyawarah Dan Menyampaikan Maksud

Setelah tamu (pihak laki-laki) disambut, mereka akan dipersilahkan duduk dengan posisi saling berhadapan antara keluarga laki-laki dan perempuan. Di sini akan ada prosesi pembukaan lamaran sekaligus musyawarah dimana pihak keluarga laki-laki dan perempuan saling menyahuti maksud dan tujuan serta membahas rencana untuk pernikahan.

Dalam rangkaian acara musyawarah ini juga disampaikan penerimaan dari pihak keluarga perempuan, apakan lamaran di terima atau tidak.

10. Penyerahan Hantaran Secara Simbolis

Hantaran yang dibawa oleh pihak keluarga laki-laki diberikan kepada keluarga perempuan dengan disaksikan seluruh keluarga secara simbolis.

11. Penutupan Acara Lamaran

Jika acara dan pembahasan dirasa cukup maka selanjutnya adalah penutupan.

12. Menikmati Hidangan Dan Saling Bercengkrama

Setelah penutupan, seluruh keluarga menikmati hidangan yang disiapkan oleh pihak keluarga perempuan dan juga saling bercengkrama supaya saling kenal antara keluarga satu dengan lainnya. Jikapun ada pembahasan rencana pernikahan yang belum selesai dibicarakan, hal tersebut bisa dibicarakan dilain kesempatan dengan suasanya yang lebih santai.

Demikianlah penjelasan mengenai tata Cara Melamar Wanita Menurut Islam semoga artikel ini dapat menambahkan khazanah keilmuan dan keimanan bagi kita semua. Amin.

11 Amalan Agar Cepat Kaya dalam Islam

Kekayaan manusia adalah termasuk ke dalam rejeki manusia yakni seuatu takdir yang sudah disediakan oleh Allah subhanahua ta’ala. Artinya setiap manusia sudah memiliki rejekinya masing-masing dalam menjalani kehidupan di dunia ini, akan tetapi rejek khususnya yang berkaitan dengan kekayaan manusia merupakan suatu takdir yang harus diupayakan oleh manusia itu sendiri dengan berbagai pekerjaan maupun cara yang halal agar harta atau kekayaannya bisa menjadi berkah bagi diri sendiri dan bagi seluruh umat manusia lainnya. (Baca juga: Doa Cepat Kaya Menurut IslamCara Cepat Kaya Menurut Islam)

Berikut ini akan dijelaskan beberapa amalan yang bisa dilakukan oleh manusia agar bisa menjadi cepat kaya:

  1. Menegakkan Shalat lima waktu

Shalat adalah tiang agama. Dimana kekokohan kehidupan beragama seseorang bisa dilihat dari shalatnya, mulai dari bagaimana cara ia mengerjakannya, waktu pengerjaannya, maupun dakwah atau bagaimana ia mengajak umat muslim lain untuk melaksanakan ibadah yang merupakan rukun ke dua dari rukun islam tersebut.

Shalat merupakan suatu upaya ibadah yang dengan melaksanakannya kita tak hanya menegakkan agama akan tetapi juga dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah subhana hua ta’ala. Segala perilaku dan nasib buruk Insya Allah akan terhindar dari diri kita karena ibadah shalat yang kita lakukan dapat menjaga dan menghindarkan kita dari hal tersebut.

Selain itu dengan ibadah shalat juga dapat mendekatkan kita pada ridho dan kelancaran rejeki dari Allah subhanahua ta’ala. Oleh karena itu tegakkanlah shalat lima waktu dan ajaklah umat lain untuk menegakkan shalat lima waktu agar Allah senantia menjaga kecukupan kita dalam menjalani kehidupan.

Baca juga:

  1. Mendirikan Shalat Qobliyah dan Ba’diah

Shalat Qobliyah dan Ba’diah adalah shalat sunah yang paling sempurna dari shalat-shalat sunah lainnya. Karena kedua shalat ini dilakukn tepat sebelum atau sesudah shalat wajib yang berjumlah 5 waktu. Oleh karena itu shalat ini juga mendapat keistimewaan bagi orang-orang yang melaksanakannya termasuk dalam hal rejeki atau khususnya dalam hal kecukupan dan kekayaan seseorang.

  1. Membiasakan Dzikir Setelah Sholat

Dzikir adalah salah satu metode yang sangat tepat untuk selalu mengingat keberadaan dan keagungan Allah subhana hua ta’ala. Selain dapat mendekatkan diri kepada Allah, dzikir juga penting dilakukan untuk ‘merayu’ Allah agar senantiasa melapangkan rejeki serta mencukupkan segala kebutuhan kita khusunya soal harta dan kekayaan.(Baca juga: Zikir Harian Nabi Muhammad SAW)

  1. Melantunkan Sholawat Nabi

Sholawat nabi adalah suatu amalan dengan banyak manfaat bagi siapapun yang melantunkannya. Di antaranya beberapa manfaat dari Shalawat nabi adalah dapat membuat doa-doa kita menjadi lebih mudah terkabul, membuat kondisi hati menjadi bersih, dan menurunkan barokah-barokah yang insya Allah akan membuat kehidupan kita di dunia senantiasa tercukupi dan terhindar dari kemiskinan.

[AdSense-B]

Berikut ini adalah salah satu bacaan Shalawat nabi yang disyari’atkan dan pernah diajarkan secara langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya, yang berbunyi:

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim, innaKa Hamidum Majid. Allahumma barik (dalam satu riwayat, wa barik, tanpa Allahumma) ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaKa Hamiidum Majid.

Artinya:

Ya Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. “ (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya. Lihat Shifat Shalat Nabi, hlm. 165-166, Karya Al-Albani, Maktabah Al-Ma’arif).

  1. Membaca Kalimat Tasbih

Bacaan tasbih merupakan salahs atu kalimat dzikir yang sangat luar biasa manfaat dan keutamaannya. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa:
“Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun salah satu faedah dari membaca tasbih adalah untuk mendapatkan sepuluh kebaikan dari satu kali bacaannya saja, terlebih jika kalimat tasbih ini dibaca berkali-kali. Hal-hal kebaikan yang akan didapat dari membaca tasbih ini termasuk di dalamnya adalah rejeki atau harta dan kekayaan yang akan mencukupi kehidupan manusia di dunia maupun akhirat nanti.(Baca juga: Fadhilah Sholawat)

  1. Membaca Surat Ar Rahman

Ar-Rahman adalah sebuah surat dalam al-Qur’an yang menekankan tentang bagaimana beragamnya  nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah SWT baik itu kenikmatan yang telah diberikan maupun kenikmatan yang belum atau akan diberikan kepada makhluk-makhlukNya, khususny kepada golongan jin dan manusia.

Dengan membaca dan memahami isi kandungan dari surat ini maka niscaya kita akan lebih menyadari serta mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan sehingga Allah senantiasa membuka lebar-lebar pintu rejekinya untuk memenuhi segala kebutuhan kita.

  1. Membaca Surat Al Waqiah

Al-Waqiah adalah salah satu surat anti faqir yang artinya dengan membaca surat ini niscaya kita akan terhindar dari berbagai kesulitan dan kekurangan. (Baca juga: Fadhilah Surat Al Waqiah)

  1. Membaca Surat Yaasin

Yaasin adalah surat yang mengandung banyak keberkatan bagi umat manusia dan juga solusi bagi berbagai permasalahan yang kerap dihadapi oleh manusi. Beberapa manfaat dari membaca surat yaasin adalah mendapat pakaian bagi seseorang yang belum memiliki pakaian dan mendapatkan jodoh bagi yang masih sendiri, termasuk dalah hal rejeki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

[AdSense-C]

  1. Melaksanakan Puasa Daud

Puasa daud disebut-sebut sebagai puasa sunnah terbaik yang ada dalam islam. Hal ini merujuk pada sebuah hadis, Bahwa:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya : “Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari). (Baca juga: Amalan Nabi DaudKeutamaan Puasa Daud)

  1. Melaksanakan Puasa Sunnah Senin Kamis

Salah satu manfaat dari puasa sunah di hari senin dan kamis adalah membuat kita lebih banyak bersyukur akan nikmat yang Allah berikan sehingga dari rasa syukur terebut niscaya Allah akan terus menambahkan lagi kenikmatan-kenikmatan-Nya bagi orang yang senantiasa bersyukur. (Baca juga: Keutamaan Puasa Senin KamisMacam – Macam Puasa Sunnah dalam Agama Islam.)

  1. Mendirikan Shalat Malam (Taubat, Tahajjud, Hajat)

Shalat yang dilakukan pada malam hari sangatlah baik karena pada waktu ini adalah termasuk waktu-waktu yang sangat mustajab untuk mengabulkan doa.

Baca juga:

Demikianlah sajian artikel tentang amalan-amalan yang bisa dilakukn agar cepat kaya ini. Yang tak kalah penting untuk dilakukan selain dari pada amalan-amalan di atas adalah usaha atau bekerja untuk mendapatkn rejeki yang halal dan bermanfaat bagi seluruh umat muslim. Semoga informasi dalam artikel Amalan Agar Cepat Kaya ini dapat menambah khazanah keilmuan dan keimanan kita semua. Amin.

5 Tata Cara Pernikahan Dalam Islam Sesuai Syariat

Pernikahan wajib hukumnya bagi orang-orang yang cukup matang secara usia dan mampu secara ekonominya. Pernikahan adalah prosesi sakral yang menyatukan dua orang asing menjadi sepasang suami istri yang sah dan juga sekaligus menyatukan dua keluarga beserta adat istiadatnya. Proses pernikahan dalam islam memiliki ketentuan-ketentuan tersendiri yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih. (Baca juga: Doa Agar Cepat MenikahIndahnya Menikah Tanpa Pacaran)

Tata Cara Pernikahan Secara Islami

Berikut ini adalah penjelasan mengenai tata cara pernikahan dalam islam yang penting untuk umat muslim ketahui :

  1. Khitbah (Peminangan)

Khitbah atau peminangan adalah proses meminta atau bisa disebut melamar yang dilakukan oleh keluarga laki-laki terhadap keluarga perempuan yang akan ia nikahi nanti. Hal ini dimaksudkan sebagai penegasan bahwa sang perempuan telah resmi menjadi calon istri dari seorang laki-laki yang artinya jika pinangan lelaki tersebut diterima oleh pihak keluarga perempuan maka perempuan tersebut tidak boleh dipinang atau menerima pinangan dari laki-laki lain, kecuali pinangan dari laki-laki pertama dibatalkan secara baik-baik dan telah diterima oleh kedua belah pihak keluarga. (Baca juga: Wanita yang Baik Dinikahi Menurut IslamHukum Menikah Muda Menurut Islam)

Sebuah hadis menjelaskan tentang hal ini dimana Umar radhiyallaahu ‘anhuma menceritakan bahwa:

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(Baca juga: Hukum Pernikahan dalam Islam)

Dalam proses khitbah sendiri pihak sang peminang (calon suami) disunahkan untuk melihat wajah wanita yang akan dipinang bahkan ia boleh melihat atau bertanya apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahi wanita itu, dengan catatan apa yang dilihat masih dalam batasan-batasannya sesuai dengan syariat Islam.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang diceritakan oleh Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma bahwa:

“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika ia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” (HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim)

(Baca juga: Ayat Pernikahan Dalam Islam dan HaditsnyaHukum Nikah Gantung dalam Islam)

Kemudian dalam hadis lain juga diceritakan tentang bagaimna Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallaahu ‘anhu yang meminang seorang wanita, kala itu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya:

“Lihatlah wanita tersebut, sebab hal itu lebih patut untuk melanggengkan (cinta kasih) antara kalian berdua.” (at-Tirmidzi, an-Nasa-i, ad-Darimi dan lainnya)

[AdSense-B]

Dalam perkara meminang seseorang, laki-laki shalih sangat dianjurkan untuk mencari wanita muslimah yang baik agamanya. Demikian pula dengan orangtua atau wali dari kaum wanita, mereka berkewajiban untuk mencari laki-laki shalih untuk dinikahkan dengan anak wanitanya tersebut.

Abu Hatim al-Muzani radhiyallaahu ‘anhu menceritakan bahwa:

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR at-Tirmidzi)

Kemudian orangtua atau wal dari seorang wanita juga diperbolehkan untuk menawarkan putri atau saudara perempuannya kepada laki-laki shalih untuk dijadikan seorang istri dengan cara yang halal. (Baca juga: Menikah Tanpa Izin dengan Orangtua Dalam IslamHukum Orang Tua Melarang Anaknya Menikah Dalam Islam)

Hal ini diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, ia berkata:

“Bahwasanya tatkala Hafshah binti ‘Umar ditinggal mati oleh suaminya yang bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, ia adalah salah seorang Shahabat Nabi yang meninggal di Madinah. ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan untuk menawarkan Hafshah, maka ia berkata, ‘Akan aku pertimbangkan dahulu.’ Setelah beberapa hari kemudian ‘Utsman mendatangiku dan berkata, ‘Aku telah memutuskan untuk tidak menikah saat ini.’’ ‘Umar melanjutkan, ‘Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah binti ‘Umar denganmu.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman. Maka berlalulah beberapa hari hingga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminangnya. Maka, aku nikahkan puteriku dengan Rasulullah. Kemudian Abu Bakar menemuiku dan berkata, ‘Apakah engkau marah kepadaku tatkala engkau menawarkan Hafshah, akan tetapi aku tidak berkomentar apa pun?’ ‘Umar men-jawab, ‘Ya.’ Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu, kecuali aku mengetahui bahwa Rasulullah telah menyebut-nyebutnya (Hafshah). Aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Jika beliau meninggalkannya, niscaya aku akan menerima tawaranmu.’” (HR al-Bukhari  dan an-Nasa-i)

  1. Shalat Istikharah

Setelah pihak laki-laki dan wanita telah saling melihat satu sama lain dalam proses khitbah atau peminangan, maka sebelum memberikan jawaban untuk menerima atau melanjutkan lamaran tersebut ke tahap selanjutnya sangat dianjurkan untuk melakukan shalat istikharah bagi keduanya memohon petunjuk kepada Allah subhana hua ta’ala.

Perihal anjuran dari shalat istikharah ini dikisahkan dalam hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata:

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu sebagaimana mengajari surat Al-Qur’an. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Apabila seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua raka’at, kemudian membaca do’a: Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Mahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Mahaagung, sungguh Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku ‘…di dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan (tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.” (HR. al-Bukhari, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Ahmad, al-Baihaqi)

(Baca juga: Cara Menjaga Hati Sebelum Menikah)

Kemudian Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu juga mengisahkan bahwa:

“Tatkala masa ‘iddah Zainab binti Jahsy sudah selesai, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Zaid, ‘Sampaikanlah kepadanya bahwa aku akan meminangnya.’ Zaid berkata, ‘Lalu aku pergi mendatangi Zainab lalu aku berkata, ‘Wahai Zainab, bergembiralah karena Rasulullah mengutusku bahwa beliau akan meminangmu. Zainab berkata, ‘Aku tidak akan melakukan sesuatu hingga aku meminta pilihan yang baik kepada Allah.’ Lalu Zainab pergi ke masjidnya. Lalu turunlah ayat Al-Qur’an Qs. Al-Ahzaab:37 dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang dan langsung masuk menemuinya.” (HR Muslim dan an-Nasa-i)

(Baca juga: Syarat Wali NikahPersiapan Pernikahan Dalam Islam)

[AdSense-C]

  1. Aqad Nikah

Jika prosesi khitbah telah mendapatkan jawaban maka langkah selanjutnya adalah akad nikah yakni prosesi tersakral dan terinti yang membuat sepasang manusia yang tadinya asing menjadi satu, menjadi sah dalam ikatan pernikahan yang halal dimana mempelai pria akan mengucapkan ijab qabul terhadap wali dari mempelai wanita dan akan ditentukan dengan pengesahan dari seluruh saksi serta diakhiri dengan doa ataupun makan-makan bersama sebagai bentuk syukur atas keberhasilan aqad nikah. Sebelum prosesi akad tentunya perlu diadakan rapat atau musyawarah kedua belah pihak keluarga untuk mempersiapkan dan menyesuaikan adat dan teknis dari aqad nikah. (Baca juga: Mahar Pernikahan dalam IslamRukun Nikah Dalam Islam)

  1. Walimah

Walimatul ‘urus adalah sebuah resepsi atau pesta pernikahan yang dilakukan sebagai bentuk syukur dan berbagi kebahagiaan dengan mengundang saudara dan teman lainnya. Meskipun begitu cara dan kemewahan dari resepsi ini disesuaikan dengan kemampuan keluarga dari kedua mempelai. (Baca juga: Bulan Baik Untuk Menikah Menurut Islam)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing” (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ahmad, ath-Thayalisi dan lainnya)

  1. Malam Pertama / Bersenggama

Setelah sah menjadi sepasang suami istri maka diwajibkan bagi mereka untuk melakukan hubungan suami istri dengan ketentuan-ketentuan yang ada dalam agama Islam. (Baca juga: Kewajiban Laki-Laki Setelah Menikah dalam IslamKewajiban Wanita Setelah Menikah Menurut Al-Quran dan Hadist)

Demikianlah pembahasan mengenai tata cara pernikahan islami ini. Semoga artikel ini dapat menambah khazanah keilmuan dan keimanan kita semua. Amin.

Acara 4 Bulanan Menurut Islam Pada Masa Kehamilan

Kehamilan adalah suatu fase yang pasti sangat ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri yang telah sah menikah, karena dari proses kehamilan inilah seorang keturunan akan terlahir dan menjadi penguat hubungan dalam rumah tangga serta menjadi penerus dari kedua orangtuanya.

Baca juga:

Namun begitu, proses kehamilan hingga melahirkan yang harus dijalani oleh seorang ibu hamil tidaklah mudah. Selalu ada resiko yang bahkan harus mempertaruhkan nyawa sang calon bayi maupun sang ibu yang mengandungnya. Dari awal usia kehamilan hingga proses kelahirannya sang ibu akan merasakan banyak perubahan secara fisik, psikologis dan sosial. (Baca juga: Keajaiban Al-Qur’an di Dunia NyataManfaat Membaca Al Qur’an bagi Ibu Hamil)

Sebuah hadis menjelaskan tentang perkembangan janin dalam kandungan, bahwa:

“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian dalam hadis lain juga dijelaskan bahwa Hudzaifah bin Usaid raberkata,

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila nutfah telah berusia empat puluh dua malam, maka Allah mengutus malaikat, lalu dibuatkan bentuknya, diciptakan pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulangnya. Kemudian malaikat bertanya, ra Rabbi, laki-laki ataukah perempuan?` Lalu Rabb-mu menentukan sesuai dengan kehendak-Nya, dan malaikat menulisnya, kemudian dia (malaikat) bertanya, Ya Rabbi, bagaimana ajalnya?` Lalu Rabb-mu menetapkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikat menulisnya. Kemudian ia bertanya, `Ya Rabbi, bagaimana rezekinya?` Lalu Rabb-mu menentukan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikat menulisnya. Kemudian malaikat itu keluar dengan membawa lembaran catatannya, maka ia tidak menambah dan tidak mengurangi apa yang diperintahkan itu. (HR.Muslim)

Dari kedua hadis tersebut menjelaskan bahwa ketika kehamilan memasuki usia ke 4 bulan, Allah Subhana hua ta’ala mulai mengutus malaikat guna meniupkan ruh ke dalam janin yang terdapat di rahim ibunya dimana dalam beberapa adat masyarakat sering memperingati momen ini dengan sebutan acara 4 bulanan. (Baca juga: Tips Puasa Ramadhan untuk Ibu Hamil di Bulan RamadhanArti Nasab dalam Islam)

Adapun tujuan dan landasan dari diadakannya peringatan 4 bulanan ini adalah sebagai rasa syukur atas amanah besar dan berharga dari Allah subhana hua ta’ala dengan dihadirkannya seorang calon anak di dalam suatu keluarga; selain itu juga sebagai pendidikan prenatal (pendidikan sebelum lahir) bagi janin supaya menjadi anak yang shaleh/shalehah. (Baca juga: Aborsi dalam Pandangan IslamTawakal Dalam Islam)

Peringatan 4 bulanan sendiri hukumnya tidaklah wajib namun boleh selama acara ini mengandung banyak unsur-unsur kebaikan seperti diantaranya shodaqoh, sholawat dan qiratu Qur’an. Kemudian yang terpenting adalah tidak mengandung unsur-unsur negatif dan melenceng dari ketentuan Islam. (Baca juga: Larangan Ibu Hamil Menurut IslamHukum KB dalam Islam)

[AdSense-B]

Acara 4 bulanan biasanya diisi dengan bacaan ayat suci Alquran serta memanjatkan doa-doa untuk kebaikan sang janin. Surat yang dianjurkan untuk dibaca pada peringatan 4 bulanan adalah surat luqman karena dalam surat ini mengisahkan tentang pendidikan, aqidah dan akhlak.

Baca juga:

Bacaannya sendiri tidak baku artinya ayat atau surat apapun boleh dibaca selama bersumber dari al-Qur’an.

Namun apabila ingin lebih spesifik dalam pembacaan ayat suci alquran ketika syukuran 4 bulanan; dianjurkan untuk membaca surat Luqman khususnya ayat 14 yang berbunyi:

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤

Artinya:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (Qs. Luqman:14)

Selain surat Luqman, surat lain yang dianjurkan untuk dibaca dalam acara peringatan 4 bulanan ini adalah suat al-Mu’minuun ayat 12-14, Surat Yusuf ayat 1-16, surat Maryam ayat 1-15 atau keseluruhannya, dan surat ar-Rahman ayat 1-78. Hal ini dimaksudkan agar kelak sang anak bisa mendapatkan ibrah dari isi ayat surat tersebut. (Baca juga: Hukum Menikah Saat HamiPendidikan Anak Dalam Islam)

Namun begitu, tidak ketentuan baku mengenai surat apa yang harus dibaca saat peringatan 4 bulanan ini, artinya kita bebas membaca surat apa saja selama surat tersebut bersumber dari al-quran. Karena semua surat dalam al-quran adalah baik dan dapat memberikan ibrah yang baik bagi calon anak kelak.

Baca juga:

Selain bacaan surat-surat dalam al-qur’an acara 4 bulanan ini juga diisi dengan membacakan doa-doa untuk kebaikan sang calon bayi dan ibu yang mengandungnya. Berikut adalah bunyi doa yang dianjurkan untuk acara 4 bulanan:

“Allahummahfazd waladii maadaama fii bathnika wasyfihi anta syaafil laa syifaa illa syofaauka syifaa allaa yughaadiru saqama.

Allahumma showwirhu hasanata watabbit qalbahu iimaanambika wabi rasuulika.

Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlaw watasliimaa. Allahummaj’alhu shohiihan kaamilaw wa’aaqilan hadziqon ‘aliman ‘aamilaa.

Allahumma thowwil ‘umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu ‘alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil ‘aalamiin.”

[AdSense-C]

Artinya:

Ya Allah, peliharalah dia selama berada dalam kandungan ibunya. Sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang bisa menyehatkan. Tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun.

Ya Allah, Bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu.

Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna.

Ya Allah, Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya.

Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkanlah dan merdukanlah suaranya untuk membaca Alquran dan Alhadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi-Mu

(Baca juga: Proses Penciptaan Manusia menurut IslamHakikat Penciptaan Manusia)

Yang perlu ditekankan dalam prosesi acara peringatan 4 bulanan kehamilan adalah bagaimana kita memandang dan niatan kita dalam mengadakan acara tersebut. murnikan niat kita hanya untuk mendoakan sang bayi dan sang ibu yang mengandung supaya kehamilannya sehat dan proses kelahirannya lancar serta selamat kedua-duanya, jangan sampai ada hal-hal yang berlebihan apalagi niatan riya’ supaya dipandang ‘mampu’ oleh tetangga sekitar. upayakanlah agar acara peringatan ini dilakukan hanya semata untuk rasa syukur dan berbagi kebahagiaan kepada orang lain. selain itu juga yang harus diperhatikan adalah ritual dan teknis lainnya jangan sampai melenceng dari aturan agama Islam terlebih jika sampai cenderung ke arah syirik yang menduakan Allah subhana hua ta’ala.

Baca juga:

Demikianlah pembahasan mengenai acara 4 bulanan ini. Semoga artikel ini dapat menambahkan khazanah keilmuan dan keimanan kita semua. Amin.

8 Doa Mendapatkan Jodoh dan Rezeki Menurut Al-Qur’an

Dalam Islam, jodoh, mati dan rejeki adalah tiga hal yang mutlak dimiliki oleh manusia yang diberikan atas kemurahan hati dari Allah subhana hua ta’ala. Namun begitu, ketiga hal tersebut harus diperjuangkan melalui doa dan usaha kepada Allah subhana hua ta’ala. (Baca juga: Cara Mendekatkan Jodoh dalam IslamCara Cepat Kaya Menurut Islam)

Mati tidak bisa dihindari ataupun dipercepat karena waktu kematian setiap manusia adalah mutlak telah digariskan bahkan sejak kita masih berada di dalam kandungan dan tidak bisa dirubah-rubah dengan cara apapun. namun kita selaku manusia bisa mengupayakan kesehatan maupun memaksimalkan pengobatan di dunia dengan cara menjalani pola hidup sehat hingga melewati operasi untuk menyembuhkan penyakit yang diderita sehingga kehidupan kita di dunia lebih nyaman untuk dijalani dan bermanfaat bagi orang lain. (Baca juga: Doa untuk mendapatkan Jodoh dalam IslamPenyebab Terhalangnya Jodoh dalam Islam)

Jodoh adalah pasang hidup manusia di dunia. Setiap manusia memiliki jodohnya masing-masing dan tidak akan tertukar karena Allah langsung yang akan memastikan kita berpasangan dengan jodoh yang telah dipersiapkan oleh-Nya. Namun demikian, untuk mendapatkan jodoh yang baik,kita juga harus mengupayakannya dengan cara berdoa dan beriktiar kepada Allah subhana hua ta’ala. Karena jodoh adalah cerminan diri kita yang juga sekaligus sebagai pelengkap serta penyempurna kehidupan kita. Jika kita berusaha memperbaiki diri untuk mendapatkan jodoh yang baik maka jodoh kita yang entah siapa dan ada dimana juga akan memperbaiki dirinya melalui pertolongan dari Allah sehingga suatu saat nanti kita akan dipertemukan dalam kondisi diri yang baik dan sangat layak untuk menjadi pendamping hidup kita nanti. (Baca juga: Menjaga Hati Dalam Islam agar Ikhlas dan TenangTawakal Dalam Islam)

Begitupun dengan rejeki, sumber harta dan sumber kebahagian kita di dunia telah kita miliki bahkan sejak kita mulai hidup di dalam kandungan. Allah meniupkan roh bersamaan dengan rejeki yang nanti akan menjadi sumber kehidupannya di dunia pada janin yang dikandung oleh seorang ibu. Rejeki tidak melulu soal harta dan tahta tapi juga rasa syukur, nikmat dan kebahagiaan dalam hidup juga merupakan rejeki yang Allah limpahkan untuk kita seperi rejeki pertemanan, kesehatan,  dan lainnya. (Baca juga: Doa Mujarab Untuk Dagang agar LancarHukum Silaturahmi Menurut Islam)

Do’a Agar dilapangkan Jodoh dan Rezeki

Artikel kali ini akan membahas tentang Doa Mendapatkan Jodoh dan Rezeki Menurut Al-Qur’an. Karena dari doa yang selalu kita panjatkan tidak hanya akan membuat keinginan kita terkabul akan tetapi lebih dari itu adalah dapat membuat kita lebih dekat kepada Allah subhana hua ta’ala. Allah selalu menyukai hamba-Nya yang senantiasa merendah dan memohon kepada-Nya.

  1. Surat ali ‘Imran ayat 3 dan surat al-Anfal ayat 40

Doa untuk mendapatkan rejeki dan jodoh terselip dalam beberapa surat al-Quran. Salah satunya adalah doa yang terselip di antara Surat ali ‘Imran ayat 3 dan surat al-Anfal ayat 40. Kombinasi dari kedua surat ini sangat dianjurkan untuk dibaca sesering mungkin, yang berbunyi:

“Hasbunallooh wani’mal wakiil ni’mal maula wani’man nashiir”.

Artinya:

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. (Q.S. Ali ‘Imran:173 & al-Anfal: 40).

(Baca juga: Manfaat Tawakal Kepada Allah SWTAyat Alquran Untuk Melupakan Seseorang)

[AdSense-B]

  1. Surat al-Furqan ayat 74

Surat al-Furqan juga sangat dianjurkan untuk dibaca sesering mungkin sebagai doa untuk mendapatkan rejeki dan jodoh, surat ini berbunyi:

“robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj ‘alnaa lil muttaqiina imaamaa”.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa”. (Q.S. al-Furqan: 74)

(Baca juga: Ciri-Ciri Wanita Penghuni SurgaAmalan Sebelum Tidur Menurut Rasulullah)

  1. Surat al-Qasas ayat 24 (Doa Nabi Musa as)

Doa Nabi Musa adalah salah satu doa yang paling terkenal dan sudah banyak diamalkan oleh banyak orang. Doa inilah yang selalu direkomendasikan untuk menapatkan rejeki dan jodoh dari Allah subhana hua ta’ala. Dalam sejarahnya dikisahkan bahwa Nabi Musa selalu membaca doa ini hingga kemudian ia didatangi oleh calon istrinya sekaligus juga mendapatkan pekerjaan sebagai sumber kegiatan dan penghasilannya.

Doa ini berbunyi:

“Rabbiy Inniy limaa anzalta ilayya min khairin faqir”

Artinya: Wahai Tuhan, sungguh aku sangat faqir atas pemberian anugerah Mu. (Qs. Al-Qasas:24)

(Baca juga: Keutamaan Sedekah Dalam IslamKeutamaan Shalat Istikharah)

  1. Membaca dzikir “Subhanallahi wabihamdih”

Dzikir juga merupakan salah satu bentuk doa yang bisa kita panjatkan karena sejatinya segala bentuk ibadah dan amalan sholeh kita adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk mendapatkan keridhaan dari-Nya sehingga Allah akan memperlancar segala urusan kita di dunia dan di akhirat nanti. (Baca juga: Amalan Dzikir Pembuka Rezeki MustajabDoa Memikat Hati Pria Dalam Islam)

Untuk mendapatkan jodoh dan rejeki, bacalah dzikir Subhanallahi wabihamdih sebanyak 100 kali setiap pagi dalam keadaan suci.

Nabi saw bersabda: “Barangsiapa membaca Subhanallahi wabihamdih 100X setiap harinya maka berjatuhan dosa dosanya walau sebanyak buih di lautan” (Shahih Bukhari)

Kemudian sabda Rasulullah saw : “Kalimat yg paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wabihamdih”. (Shahih Muslim)

[AdSense-A]

  1. Membaca surat al-Quraisy

Surat al-Quraisy adalah salah satu surat yang dapat dijadikan sebagai doa untuk melancarkan rejeki dan mempercepat kedatangan jodoh kita. Rutinlah membaca surat ini sebanyak 21 kali setiap harinya untuk mendapatkan keberkahan kemudahan rejeki, kebahagiaan dan keamanan dari segala yang dirisaukan. (Baca juga: Keutamaan Sabar Dalam IslamCiri-ciri Orang Munafik Dalam Islam)

  1. Membaca surat al-Insyirah

Surat al-Insyirah mengisahkan tentang bagaimana Allah senantiasa memberikan solusi dari setiap masalah yang dihadapi manusia. Surat ini juga merupakan salah satu surat yang kerap direkomendasikan untuk dijadikan sebagai doa memperlancar rejeki dan jodoh dengan cara membacanya sebanyak 152 kali setiap hari kelahiran puasa, malam setelah shalat isya. kemudian jika kebetulan hari kelahiran kita jatuh pada hari Jumat, maka bisa disambung dengan puasa sunnah hari Kamis. (Baca juga: Doa Ketika Rindu Seseorang Dalam IslamCara Mensyukuri Nikmat Allah SWT)

  1. Doa untuk mendapat istri yang baik

Semakin matang usia dan kehidupan seseorang maka semakin wajib ia untuk menyempurnakan separuh agamanya yakni dengan menikah. Bagi laki-laki yang sedang menanti datangnya jodoh sangat dianjurkan untuk membaca doa ini, yang berbunyi:

“Robbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuha wa atazawwaj biha watakuna shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh”.

Artinya:

“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.

(Baca juga: Doa Memikat Wanita Dalam IslamHukum Menyakiti Hati Wanita Dalam Islam)

  1. Doa untuk mendapat suami yang baik

Tak hanya lelaki yang diwajibkan berusaha untuk mendapatkan jodohnya tapi perempuan juga diharuskan berdoa dan berikhtiar untuk mendapatkan suami yang baik. Bagi para wanita sholehah yang tengah menanti kedatangan jodohnya yang sholeh, sangat dianjurkan membaca doa ini, yang berbunyi:

“Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban wayakuuna shoohiban lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh”.

Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.

(Baca juga: Cinta dalam Diam Menurut IslamDoa di Bulan Ramadhan)

Demikianlah doa-doa untuk mendapatkan rejeki dan jodoh yang bisa kita amalkan. Semoga artikel ini dapat menambah khazanah keilmuan dan keimanan kita semua. Amin.

12 Doa Cepat Kaya Menurut Islam Paling Mustajab

Setiap manusia memiliki jalan takdirnya masing-masing, mulai dari awal ia hidup hingga nanti menutup usia. Di mana dalam proses kehidupannya Allah telah menjamin apa-apa yang telah menjadi hal mutlak dimiliki olehnya. Takdir sendiri terbagi menjadi dua, yakni takdir yang murni hanya menjadi kehendak Allah dan takdir yang bisa kita upayakan dengan meminta kepada Allah subhana hua ta’ala.

Baca juga:

Kekayaan dan rezeki adalah salah satu contoh takdir yang sudah pasti dimiliki oleh setiap manusia namun untuk mendapatkannya harus disertakan dengan doa dan usaha. Ketika seseorang terlahir dalam keluarga yang tidak mampu maka bukan berarti ia akan selamanya menjadi miskin, ia bisa menjadi kaya di kemudian hari jika ia mau berusaha keras dengan cara-cara yang baik tentunya. Selain dengan bekerja keras dan menjalin kerjasama dengan banyak orang, doa juga menjadi hal yang sangat penting dan bahkan sangat mempengaruhi dalam membuka pintu rezeki sehingga dapat menaikkan perekonomian keluarga kita. (Baca juga: Hukum Silaturahmi Menurut IslamEtika Bisnis Dalam Islam)

Do’a Pembuka Pintu Rezeki

Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa doa cepat kaya menurut islam yang akan membuat kita jadi lebih cepat kaya:

  1. Al-Maidah ayat 114

Salah satu doa untuk cepat kaya terselip dalam surat al-Maidah ayat 114 dimana ayat ini menceritakan tentang Isa, Putra Maryam yang berdoa untuk memohon rezeki kepada Allah. Ayat ini berbunyi:

“qoola ‘iisabnu maryama Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maaidatan minas samaai takuunu lanaa ‘idan liawwalinaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur raaziqiina”.

Artinya:

“Isa putra Maryam berdoa: Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.” (QS. Al-Maidah 5: 114)

(Baca juga: Transaksi Ekonomi dalam IslamMeminjamkan Uang Dalam Islam Kepada Orang Lain)

  1. At-Thalaq ayat 3

Surat ini menjelaskan tentang bagaimana Allah akan memberikan rezeki yang tak disangka-sangka bagi orang tawakkal. Kita bisa menjadikan ayat ini menjadi doa setiap setelah sholat yang berbunyi:

“Wayarzuqhu min haitsu laa yahtasibu waman yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuhu innallaha baalighu amrihi qad ja’alalahu likulli syai-in qadran”.

Artinya:

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Thalaq:3)

(Baca juga: Pinjaman Dalam IslamManfaat Membaca Al- Qur’an dalam Kehidupan)

[AdSense-B]

  1. Shaad ayat 35

Dalam surat Shaad juga terselip doa memohon rezeki dalam ayat ke 35. Doa ini juga pernah dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman yang berbunyi:

“Qala rabbi ighfir lee wahab lee mulkan la yanbaghee liahadin min ba’dee innaka anta alwahhabu”.

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shaad : 35)

(Baca juga: Pinjaman Tanpa Riba Menurut IslamHukum Bekerja di Bank Menurut Islam)

  1. Al-Qasas ayat 24

Dalam surat al-Qasas juga terselip doa untuk menjadi cepat kaya yang terdapat dalam ayat 24 dengan bunyi:

“Fasaqa lahuma thumma tawalla ila alththilli faqala rabbi innee lima anzalta ilayya min khayrin faqeerun”.

Artinya:

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS. Al-Qasas: 24)

(Baca juga: Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia;Keutamaan Puasa Senin Kamis dan Manfaatnya)

  1. Al-Fatihah

Surat al-Fatihah juga bisa dimanfaatkan untuk memohon kekayaan kepada Allah subhna hua ta’ala, seperti dengan cara membacanya sebanyak 41 kali antara Shalat Sunnat Qobliyah dan Shalat Subuh, atau dengan cara lainnya.

Baca juga:

  1. An-Naml ayat 19

Kemudian doa untuk menjadi cepat kaya juga terselip dalam surat an-Naml ayat 19 yang berbunyi:

“rabbi awziAAnee an ashkura niAAmataka allatee anAAamta AAalayya waAAala walidayya waan aAAmala salihan tardahu waadkhilnee birahmatika fee AAibadika alssaliheena”

Artinya:

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

(Baca juga: Manfaat Beriman Kepada Allah SWTPenyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT)

  1. Hadis Ibnu Majah dan Ahmad

Doa-doa untuk menjadi cepat kaya tidak hanya terdapat dalam al-qur’an tapi juga dalam hadis-hadis salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dengan bunyi:

“Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

(Baca juga:Macam – Macam Puasa Sunnah dalam Agama IslamBerhutang Dalam Islam)

[AdSense-A]

  1. Hadis Riwayat Muslim

Kemudian doa menjadi cepat kaya juga terdapat dalam hadis riwayat muslim yang berbunyi:

“Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.”

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku”. (HR. Muslim)

(Baca juga: Sifat Sombong Dalam IslamKeutamaan Ayat Kursi Bagi Kehidupan)

  1. Doa dalam riwayat Hadis Ibnus Sunni dan Ibnu Amer

Kemudian doa untuk menjadi cepat kaya adalah dengan membaca doa berikut ini:

“Allahumma baarik lanaa fiemaa rozaqtanaa wakhinaa adzaabannaari “.

Artinya:

“Ya Allah, beri berkatkanlah kepada kami dalam apa yang engkau rezkikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (R. Ibnus Sunni dan Ibnu Amer)

(Baca juga: Pengertian Riba, Jenis dan Larangannya dalam IslamSyarat Penerima Zakat – Zakat Fitrah dan Zakat Mal)

  1. Hadis Riwayat Ahmad

Selanjutnya hadis yang dapat membuka pintu rezeki ada dalam sebuah hadis riwayat ahmad yang berbunyi:

“Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii”.

Artinya:

Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).” (HR. Ahmad)

(Baca juga: Bahaya Berbohong Dan Hukumnya Dalam IslamPenerima Zakat Dalam Islam)

  1. Hadis riwayat Tirmidzi

Hadis ini memohonkan kepada Allah supaya kita untuk selalu diberi rasa cukup atas kenikmatan halal yang diberikan oleh Allah dan dihindarkan dari apa-apa yang haram. Hadis ini berbunyi:

“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.”

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi)

(Baca juga: Cara Menghindari RibaManfaat Ucapan Hamdalah (Alhamdulillah) Dalam Kehidupan Sehari-hari)

  1. Asmaul Husna

Selain doa-doa dari alquran dan hadis, asmaul Husna juga bisa bermanfaat untuk membuka serta memperlancar rezeki kita.

Baca juga:

Demikanlah beberapa doa yang bisa kita panjatkan untuk membuka pintu rezeki. Dengan rajin berdoa dan berusaha, tidak hanya kekayaan dunia yang akan kita dapatkan tapi juga berkah dan pahala yang nanti bisa menuntun kita sampai ke pintu surga. Semoga artkel ini bisa memberi manfaat positif bagi pembaca sekalian. Aminn.

10 Cara Cepat Kaya Menurut Islam

Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang diciptakan paling mendekati sempurna jika dibandingkan dengan makhluk hidup lain yang diciptakan Allah seperti tumbuhan atau binatang. Manusia diberi akal kecerdasan pikiran dan perasaan serta bisa bergerak bebas sesuka hati tidak seperti binatang ataupun tumbuhan yang tidak memiliki akal dan perasaan serta bergerak bebas sesuka hati.

Namun demikian manusia memiliki tanggung jawab dan cobaan yang lebih besar dengan adanya akal, perasaan dan kebebasan bergerak ke sana kemari yang dimilikinya.

Tanggung jawab dan cobaan tersebut datang dari berbagai hal dalam hidup salah satunya adalah kebutuhan hidup untuk memiliki rejeki yang cukup bahkan berlebih. (Baca juga: Cara Menghindari RiyaCara Bersyukur Menurut Islam)

Banyak manusia salah kaprah memaknai hidup mereka yang terkadang memiliki kebutuhan melebihi batas kemampuan yang dimilikinya terlebih dari segi finansial. Kebutuhan hidup yang memang semakin menghimpit terkadang tidak mensingkronkan antara akal, hati dan gerak langkah kita dalam bertindak mendapatkan rejeki sehingga mengambil jalan yang ternyata tidak berkah atau bahkan tak jarang manusia yang secara sadar mengambil jalan pintas yang jelas-jelas diharamkan Islam. Padahal Allah telah menjamin dan akan memberikan rejeki bagi seluruh hamba-Nya jika dijemput dengan cara yang tepat. Tanpa perlu bersusah payah berbuat dosa dan menukarkan diri dengan harta yang tak akan dibawa sampai ke liang lahat. (Baca juga: Cara Menghindari Syirik Cara Mengatasi Galau dalam Islam)

Untuk itu artikel kali ini akan membahas mengenai cara cepat kaya menurut Islam.

Banyak cara halal yang dapat kita lakukan untuk menjemput rejeki yang telah Allah gariskan untuk kita. Mulai dari berdoa dengan melakukan ibadah dan memanjatkan permohonan kepada Allah Subhanahua ta’ala Sampai dengan berikhtiar melakukan usaha seperti dengan cara bekerja atau berdagang.

Terlepas dari semua cara untuk menjemput rejeki Allah, yang teruatama adalah dengan mendekatkan diri Kepada Allah SWT. Curahkan seluruh keresahan dan kesulitan yang kita rasakan kepada Allah, lalu panjatkan segala doa positif kita kepada Allah, harapat-harapan serta keinginan kita dalam menjemput rejeki yang berkah. Untuk berdoa sendiri ada banyak yang bisa kita lakukan. Mulai dari terus bersyukur hingga terus merayu Allah agar terus menurunkah rejekinya kepada kita. (Baca juga: Keutamaan Shalat FajarSifat Orang yang Bertakwa)

Berikut ini adalah beberapa cara cepat kaya menurut Islam

  1. Senantiasa Bersyukur Kepada Allah

Hal yang paling sulit untuk dilakukan mungkin adalah dengan bersyukur. Manusia dengan sifat alamiahnya yang tidak pernah merasa puas, akan selalu merasa serba kekurangan dan ingin diberi lebih banyak dengan dalih kebutuhan hidup yang semakin banyak. Apalagi jika berurusan dengan harta kekayaan.

Saat si fulan mendapatkan penghasilan 10 ribu rupiah perhari maka ia akan mengeluh biaya hidupnya kurang, karena dengan uang sebesar 10 ribu rupiah hanya cukup untuk membeli satu porsi makan sedangkan dalam satu hari ia butuh tiga kali makan. Kemudian hingga saat si fulan mendapat penghasilan uang sebesar 100 ribu rupiah perhari maka ia akan bersyukur namun juga tetap merasa kurang dengan penghasilannya yang telah bertambah tersebut. Uang 100 ribu rupiah perhari tersebut tidak akan cukup karena selain harus membeli makan yang totalnya 30 ribu rupiah, ia juga masih harus membayar tagihan listrik, internet, pakaian, dan kebutuhan lainnya. Begitupun seterusnya, hingga ia mendapat penghasilan satu juta perharipun tidak menutup kemungkinan akan ada kebutuhan lain yang sebenarnya bukan kebutuhan primer akan tetapi hanya keinginan dari si fulan seperti mobil mewah, handphone mewah, rumah mewah dan lainnya. (Baca juga: Siksa Neraka Bagi WanitaPamer dalam Islam)

Secara tidak sadar hal tersebut menjadi salah satu penyebab terbesar mengapa manusia terkadang selalu merasa serba kekurangan walaupun telah diberi banyak rejeki berupa harta oleh Allah SWT.

Oleh karena itu upayakanlah untuk selalu bersyukur pada setiap apapun harta yang kita miliki, sehingga kita tidak perlu merasa serba kekurangan walaupun harta yang kita miliki tidaklah banyak. (Baca juga: Tips Berhemat Saat Ramadhan Hukum Menyakiti Hati Orang Lain dalam Islam )

Karena sekaya-kayanya manusia adalah dia yang mampu banyak bersyukur dengan apa yang dia punya, bukan dia yang mampu mengumpulkan banyak harta terlebih jika hartanya tersebut hanya dihambur-hamburkan untuk kebutuhan yang fungsinya hanya demi menaikkan prestise duniawi saja.

Dengan selalu bersyukur maka Allah akan senanatiasa mempercayakan nikmat rejeki-Nya kepada kita. Sehingga harta kita akan bertambah dan terus bertambah seiring rasa syukur kita yang kian terus bertambah juga. (Baca juga: Cara Mengatasi Depresi Menurut IslamDoa Agar Dipermudah Segala Urusan)

  1. Rajin Beribadah Kepada Allah

Ibadah kepada Allah sang pencipta adalah kewajiban bagi seluruh makhluk-Nya terlebih kita sebagai manusia yang dilengkapi dengan akal, perasaan dan gerak bebas. Sudah seharusnya kelebihan kita tersebut dijadikan modal untuk terus beribadah menyembah Allah SWT. Baik itu ibadah wajib maupun Sunnah.

Sholat Sunnah adalah sholat yang tidak diwajibkan untuk dikerjakan. Artinya kita boleh melakukannya  atau tidak tanpa harus takut mendapat dosa saat meninggalkannya dan akan mendapat pahala saat mengerjakannya. Berikut ini akan dijelaskan sedikit mengenai sholat Sunnah untuk memohon kelancaran rejeki kepada Allah SWT. (Baca juga: Keutamaan Doa Seorang IbuCara Mengendalikan Emosi Menurut Islam)

[AdSense-B]

  1. Menegakkan Sholat Sunah Dhuha

Sesibuk apapun kita bekerja, upayakanlah untuk menyempatkan diri sholat dhuha minimal dua rakaat serta membaca doa setelah sholat dhuha untuk meminta rejeki yang halal dan berkah dari Allah SWT. (Baca juga: Cara Menghilangkan Kesedihan Menurut IslamCara Meningkatkan Kesabaran dalam Islam)

  1. Menegakkan Sholat Hajat

Selain sholat dhuha, sholat hajat juga sangat dianjurkan untuk dilakukan setelah sholat dhuha untuk melancarkan seluruh urusan dan rejeki kita. (Baca juga: Doa Mustajab agar Keinginan TercapaiKeutamaan Shalat Sunnah Rawatib)

  1. Menegakkan Sholat Tahajud

Sholat di sepertiga malam sangat adalah ibadah yang sangat sulit untuk dilakukan karena diwaktu ini biasanya tengah nyenyak-nyenyaknya kita dibuah alam mimpi terlebih sholat tahajud ini hukumnya Sunnah, sehingga banyak yang melewatkannya dengan sia-sia. Padahal justru dengan sholat tahajud ini yang sangat berat dilakukan, banyak Malaikat yang turun ke bumi dan mendengarkan doa-doa kita selain itu Allah yang maha pendengar akan lebih tergerak hatinya untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya termasuk untuk melancarkan rejeki. (Baca juga: Cara Meningkatkan Iman dan TaqwaBacaan Utama Doa Shalat Tahajud)

  1. Rajin berdzikir

Selain mengerjakan sholat Sunnah, dzikir juga sangat penting untuk terus dilakukan sebagai salah satu cara termudah untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah karena dzikir dapat dilakukan dalam posisi apapun, berdiri atau duduk, membuka atau menutup mata, dilafalkan atau hanya dibacakan dengan hati. (Baca juga: Keistimewaan Amalan Istighfar Doa Mustajab untuk Menghadapi Ujian)

  1. Mengamalkan al-qur’an

Kemudian yang tak kalah penting untuk dilakukan agar mendapatkan kelancaran rejeki adalah dengan membaca surat dalam al-Quran. Beberapa surat dalam al-Quran memiliki fadilah untuk melancarkan rejeki kita di dunia dan di akhirat.

Salah satu surat yang disebut-sebut sebagai salah satu surat yang memiliki khasiat untuk menambah kekayaan harta. Banyak kyai dan ulama yang menyampaikan tentang khasiat dan pengamalan dari surat ini. (Baca juga: Cara agar Tidak Malas ShalatAmalan Sunnah di Malam Jumat )

Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. pernah bersaba:

“Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.”

Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda :

“Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya.

Riwayat tersebut dengan sangat jelas bahwa salah satu cara untuk memohon rejeki dan menambah harta adalah dengan Membaca surat al-Waqiah.

Kemudian pada Hadis riwayat Ibnu Ady juga memberikan berita bahwa Rasul bersabda:

“Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.”

Kemudian Rasulullah s.a.w. meminta kita mengajarkan surat ini kepada anak-anak kita.

“Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Dan surah Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”

Tak hanya itu beberapa ulama pun berpendapat bahwa:

“Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.” (Baca juga: Konsep Uang dalam Islam Fungsi Uang Dalam Islam)

Berikut ini adalah beberapa fadhilah yang terkandung dalam surat al-Waqi’ah:

  • Barang siapa yang membaca surah al-Waqiah setiap malam satu kali, maka orang yang membacanya itu akan dijauhkan dari kemiskinan selamanya. Insya Allah.
  • Barang siapa yang membaca surat al-Waqiah sebanyak 14 kali setiap selesai solat Asar, maka orang yang membacanya itu akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah. Insya Allah.
  • Barang siapa yang membaca surat al-Waqiah sebanyak 41 kali dalam satu Majlis atau sekali duduk, maka orang yang membacanya itu akan di tunaikan segala hajatnya khususnya yang berkaitan dengan rezeki. Insya Allah.
  • Barang siapa yang membaca surat al-Waqiah sebanyak 3 kali selepas solat subuh dan 3 kali selepas solat Isya’. Maka tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan orang yang membacanya itu ia akan di jadikan seorang yang hartawan lagi dermawan. Insya Allah.
  • Barang siapa yang mengamalkan amalan orang-orang sufi maka akan dilimpahkan rezeki kepadanya. Caranya dengan berpuasa selama seminggu yang dimulai pada hari Jumat. Lalu setiap selepas solat fardhu membaca Surah Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali hingga sampai pada malam Jumaat berikutnya; dan pada malam Jumat berikutnya itu, selepas solat Maghrib membaca surah al-Waqi’ah sebanyak 25 kali, selepas solat Isya’ membaca surah al-Waqi’ah sebanyak 125 kali disertai dengan sholawat Nabi sebanyak 1000 kali. Setelah itu, memperbanyakkan sedekah dan mengamalkanlah surat al-Waqi’ah sekali setiap waktu pagi dan petang. Insya’Allah.

(Baca juga: Transaksi Ekonomi dalam Islam Usaha Menurut Islam)

Kemudian As’Syeikh Abi’l Abbas mengatakan bahwa:

  • Saat akan mengamalkan surah Al-Waqi’ah ini, sebaiknya terlebih dahulu berpuasa (dengan cara tidak memakan sesuatu yang bernyawa seperti ikan segala hewan, hanya makan sayur-sayuran saja)selama 7 hari yang dimulai pada hari Jumaat dan berakhir pada hari Kamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging atau hewan lain, hanya makan sayur-sayuran saja). Dalam 7 hari itu setiap selesai sholat fardhu membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah solat fardhu Subuh pada hari Jumat pertama, maka diakhiri pada setelah fardhu Isya’ pada Jumat berikutnya. Kemudian Pada malam Jumat terakhirnya ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian membaca sholawat sebanyak 1000 kali. Insya Allah.

(Baca juga: Asas Sistem Ekonomi Islam Perekonomian dalam Islam)

[AdSense-A]

  1. Berdoa

Allah menyukai hamba-Nya yang senantiasa berdoa dan melibatkan Allah dalam setiap apapun urusannya. Maka untuk mencari rejeki sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah karena Allah maha mengabulkan apa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya yang Sholeh dan sholehah.

Hal ini tertuang dalam firman Allah dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186 yang mengatakan bahwa:

Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepada-Ku. Maka bermohonlah kepada-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Selain itu dalam Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim juga diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda :

“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”.

  1. Bersedekah

Sedekah adalah suatu kegiatan menyisihkan penghasilan kita dan memberikannya secara ikhlas kepada orang yang membutuhkan. Sedekah sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Karena dengan bersedekah maka berarti ia peduli dengan sesamanya dan Allah menyukai hamba-Nya yang peduli pada makhluk yang diciptakanNya. )(Baca juga: Transaksi Ekonomi dalam Islam dan Prinsip PenerapannyaEtika Jual Beli Dalam Ekonomi Islam)

Meskipun kita bersedekah dalam jumlah yang besar, tidak akan habis harta kita justru Allah akan memberikan yang lebih banyak kepada kita. Bahkan dengan bersedekah maka niscaya akan dibalas dengan 10x lipatnya oleh Allah SWT.

  1. Ikhtiar duniawi

Ikhtiar duniawi maksudnya adalah berusaha di dunia yang melibatkan dengan manusia lain seperti berdagang, membangun usaha dan pekerjaan lainnya.

Ikhtiar di sini tentu saja tetap harus senantiasa melibatkan Allah dalam perjalanannya. Mulai dari niatnya, prosesnya, maupun hasil yang harus senantiasa disyukuri dan di sedekahkan pada mereka yang membutuhkan supaya rejekinya berkah dan Allah dengan senang hati terus mengalirkan rejeki yang lancar dan berkah untuk kita. (Baca juga: Etika Pemasaran Dalam Islam dan Prinsipnya; Etika Bisnis Dalam Islam)

Salah satu usaha yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah dengan menjadi pengusaha atau pedagang.

Nabi Muhammad SAW pernah menjelaskan dalam sebuah hadis bahwa profesi terbaik adalah perdagangan. Sabda Rasul:

”Sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan“

(Baca juga: Contoh Transaksi Ekonomi dalam Islam Bisnis Menurut Islam)

Kemudian dikisahkan dalam hadis riwayat Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628 bahwa dahulu pernah ada seseorang yang bertanya kepada Rasul:

“Penghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?”

Kemudian rasulpun memberikan jawaban:

“Penghasilan seseorang yang dari jerih payah tangannya sendiri (pengusaha) dan setiap jual beli yang mabrur (pedagang yang jujur).”(Baca juga: Hak dan Kewajiban dalam Islam)

Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai cara untuk menjadi kaya dengan mentauladani Nabi SAW:

  • Tidak menjual barang haram

Dalam berdagang, kita diharuskan untuk menjual barang-barang yang halal karena dari barang halal yang kita jual dan berguna untuk orang lain tersebut keberkahan akan menghampiri kita. Diriwayatkan dari ‘Amir dari Abdullah bin Nu’man bin Basyir r.a. beliau berkata:

” Saya mendengar Rasulallah bersabda, ”sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang subhat (samara-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap subhat berarti dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara subhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembala hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati.” (HR al-Bukhari dan Muslim -redaksi lafazh dari al-Bukhari). (Baca juga: Jual Beli Terlarang dalam Islam)

  • Tidak merusak lingkungan

Selain memastikan kehalalan dari barang dagangan yang kita jual, kita juga diharuskan berdagang dengan cara yang ramah terhadap lingkungan sekitar. Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT. dalam al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya……..” (Q.S. al-Hijr ayat 19), ”Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.”

[AdSense-C]

  • Tidak menipu pembeli dengan barang cacat atau rusak

Kejujuran adalah hal utama yang harus dimiliki oleh pedagang kejujuran tentang harga serta kualitas dari barang yang didagangkan kepada pembeli. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadis:

“Barangsiapa menipu (orang lain) maka bukan termasuk golongan kami (umat Islam).” [HR. Muslim I/69 nomor. 45]

  • Tidak mengurangi hak pembeli

Lagi-lagi pedagang dalam prosesnya harus memiliki kejujuran yang tinggi. Saat ini banyak penjual yang curang dalam ukuran atau kuantitas dari barang yang dijual kepada pembeli maka ketahuilah uangd dari hasi dagang yang seperti itu tidak berkah.

  • Tidak cepat patus asa dalam berdagang

Kegiatan berdagang tidak selamanya mulus dan tidak selaalu lancer oleh karena itu kita harus sabar dan tetap optimis selama usaha yang kita jalani sesuai dengan aturan Allah

“Tidak akan di rubah nasib suatu kaum kalau mereka sendiri tidak berubah”

  • modal berbisnis (investasi)

Investasi dalam islam diperbolehkan bahkan Nabi sendiri juga mengajarkan umatnya untuk berinvestasi yang aman dan menguntungkan seperti Investasi tanah, rumah, kontrakan, perumahan atau emas yang nyatanya sampai sekarang invenstasi tersebut sangat menjanjikan dan harganya selalu naik di setiap tahunnya.

  • Silaturahmi

Silaturahmi sangat penting untuk dilakukan tidak hanya untuk menyambung tali persaudaraan tapi juga untuk memperluas jaringan kerjasama dan jual beli dalam berdagang. Semakin banyak orang yang kita kenal dan mengetahui usaha kita maka semakin besar peluang dagangan kita untuk menjadi terkenal dan terjual dengan laku. (Baca juga: Hikmah Silaturahmi Antar Saudara)

Sebuah hadis meriwayatkan bahwa:

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

Kemudian diriwayatkan juga dalam sebuah hadis bahwa:

“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang dua cara utama untuk menjadi cepat kaya menurut Islam. Hal yang terpenting adalah dengan memperdalam keilmuan dan keimanan kita terhadap Allah maka dunialah (termasuk harta dan kekayaan) yang seakan senantiasa mengikuti kita. Bukan kita yang susah payah mencarinya terlebih dengan cara yang tidak diridoi Allah SWT. (Baca juga: Bahagia Menurut Al-QuranCara Bahagia Menurut Islam )

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

15 Cara Menghilangkan Kesedihan Menurut Islam

Kesedihan merupakan sifat alami yang dimiliki manusia. Biasanya kesedihan muncul akibat dari tidak dapat menerima keadaan, seperti kehilangan, kegagalan, kesusahan, kecewa, stres, atau patah hati. Orang yang bersedih biasanya akan menangis, akan tetapi orang yang menangis belum tentu bersedih. Karena orang yang menangis dapat juga disebabkan oleh perasaan senang atau terharu.

Sebenarnya bersedih dibolehkan dan memiliki dampak baik bagi tubuh, yakni dapat membersihkan racun dan meluapkan emosi yang terpendam. Akan tetapi, kesedihan juga dapat berdampak buruk jika terjadi berlarut-larut.

Kesedihan yang berlarut-larut ini lah yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Contoh dari kesedihan yang berlarut-larut adalah menangis berhari-hari tanpa henti karena ditinggal orang tercinta, menangis dalam waktu yang lama sehingga melupakan beribadah kepada Allah, dan bersedih hingga melukai dirinya sendiri.

Allah SWT berfirman:
Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At Taubah: 40)

Baca:

Dalam ayat tersebut sangat jelas diterangkan bahwa kita diperintahkan untuk tidak bersedih. Lalu bagaimana jika kita tetap bersedih dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah 15 cara untuk menghilangkan kesedihan:

1. Ingatlah Bahwa Allah Bersama Kita

Seperti dalil yang telah disebutkan di atas, kita tidak perlu bersedih karena Allah bersama kita. Seberat apapun kesulitan dan kesedihan yang dirasakan, kita tidaklah sendiri. Dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika Allah bersama kita. Dia lah pemilik segalanya di dunia ini. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatunya. Dia Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Allah tidak akan membiarkan hambanya berlarut dalam kesulitan. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Dengan mengingat Allah akan membuat hati menjadi tenteram.

Allah SWT berfirman:

[box title=”” align=”center”]“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d: 28)[/box]

Baca:

2. Berdzikir

Cara Menghilangkan Kesedihan Menurut Islam lainnya adalah Memuji Allah dengan berdzikir tidak hanya mendapatkan pahala karena merupakan Sunnah Rasul, akan tetapi berdzikir juga dapat membuat hati menjadi tenang. Sehingga kesedihan akan mereda. Adapun dzikir yang dapat kita lakukan adalah “laa Haula wala quwwata Illa Billah” dan “hasbunallah wa ni’mal waqil.” Bacaan dzikir tersebut tidak lain adalah untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Baca:

3. Istighfar

Sudah sangat lumrah di kalangan masyarakat apabila terjadi sesuatu yang bersangkutan dengan emosi biasanya kita disarankan untuk beristighfar. Karena dengan beristighfar dapat menenangkan hati yang sedang kacau, seperti bersedih.

Baca:

4. Shalat Sunnah

Shalat merupakan bentuk komunikasi kita kepada Allah SWT. Ketika kita memiliki masalah, mengadukannya kepada Allah adalah hal yang tepat. Meski kita tidak bisa berkomunikasi kepada Allah selayaknya berkomunikasi kepada manusia, akan tetapi percayalah bahwa Allah mendengar dan melihat kita. Dia akan memberikan solusi atas permasalahan yang kita hadapi dengan caranya sendiri. Selain itu, shalat juga dapat membuat hati menjadi lebih tenang.

Baca:

[AdSense-B]

5. Berdoa kepada Allah

Ketika Rasullullah Saw. mendapati Abu Umamah Ra. sedang bersedih di dalam masjid, beliau mengajarkan sebuah doa kepada Abu Umamah untuk menghilangkan kesedihannya.

[box title=”” align=”center”]“Ya Allah, aku memohon perlindungan dengan-Mu daripada keluh kesah dan kesedihan, rasa lemah dan kemalasan. Aku memohon perlindungan dengan-Mu daripada sifat penakut dan kebakhilan. Dan aku memohon perlindungan dengan-Mu dari beban hutang dan dikuasai seseorang.” (HR. Abu Daud)[/box]

Baca:

6. Membaca Al Qur’an

Membaca Al Qur’an juga menjadi salah satu Cara Menghilangkan Kesedihan Menurut Islam. Al Qur’an dapat dibaca kapan saja. Tidak ada waktu-waktu tertentu untuk membacanya. Baik ketika merasa senang atau sedih, maupun saat merasa lapang ataupun sulit. Al Qur’an memiliki mukjizat yang sangat luar biasa. Selain akan mendapatkan pahala, membaca Al Qur’an juga dapat membuat hati menjadi tenang. Kesedihan yang kita rasakan akan terobati dengan membaca Al Qur’an.

Baca:

7. Sadari Bahwa Dunia Ini Hanyalah Sementara

Terkadang kita lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Dan tanpa disadari dunia ini menjadi tujuan hidup kita. Padahal kehidupan yang sebenarnya baru akan kita jalani setelah meninggal nanti, yakni di akhirat. Dengan menyandarkan hidup kita pada akhirat kita akan lebih lapang dada ketika diberi cobaan oleh Allah SWT.

8. Berpikir Positif

Di balik sebuah peristiwa, pasti ada hikmahnya. Berpikir positif dan ambil lah hikmahnya. Dengan begitu kita akan belajar untuk memahami apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita meskipun itu terasa buruk. Allah Maha baik, pasti Dia selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Dari Abu Hurairah Ra. Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah baik dan tidaklah menerima kecuali yang baik…” (HR. Muslim)

Baca:

9. Melakukan Sesuatu yang Positif

Melakukan hal yang dapat membuat hati senang tentu akan dapat meringankan beban atau kesedihan yang tengah kita rasakan. Bahkan kita dapat melupakan beban atau kesedihan tersebut. Adapun hal-hal positif yang dapat kita lakukan di saat sedih misalnya melakukan hobi, berkumpul bersama teman, menghadiri majelis taklim atau lain sebagainya.

10. Curhat Kepada Orang yang Dipercaya

Terkadang apa yang kita rasakan terlalu berat untuk dipikul sendiri. Sehingga kita perlu membaginya dengan orang lain, terutama orang yang dipercaya, seperti sahabat, atau keluarga. Mengungkapkan sesuatu mengenai apa yang kita rasakan kepada orang yang dipercaya akan membuat hati merasa lebih lega. Dengan curhat, kita seakan telah membagi masalah yang tengah kita hadapi.

11. Sabar

Allah SWT. Berfirman:

[box title=”” align=”center”]“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)[/box]

Ketika kita merasa sulit atau sedih, maka bersabarlah. Karena bersabar dapat membuat hati menjadi lebih ikhlas dalam menghadapi masalah yang terjadi. Dan Allah menjanjikan bagi orang yang bersabar akan bersama-Nya.

Baca:

[AdSense-B]

12. Bershalawat

Ketika kita sedang sedih, maka berucap lah yang baik-baik, seperti berdzikir, membaca Al Qur’an, istighfar dan bershalawat. Itu semua akan membuat hati menjadi lebih tenang.

Suatu ketika Sahabat Ubay bin Ka’ab menghadap Baginda Rasulullah Saw. dan bertanya:

[box title=”” align=”center”]“Wahai Rasulullah, Aku banyak bershalawat untuk mu, sebaiknya berapa kali aku harus bershalawat untuk mu?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda.”

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau seperempat?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda. Jika anda tambahi tentu lebih baik.

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau setengah?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda. Andai anda lebihkan jadi lebih baik.”

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau dua pertiga?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda. Jika anda tambahkan lagi pasti lebih baik.”

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau shalawatku untuk mu semuanya?

Rasulullah menjawab: “Kalau anda lakukan itu, segala kesedihan anda dihilangkan dan dosa anda akan terampuni.” (HR. Tirmidzi)[/box]

Baca :

13. Jangan Menyesal

Ketika kegagalan terjadi pada hidup kita, tentu perasaan menyesal akan timbul. Penyesalan yang berlebihan dapat membuat kita menjadi sedih. Lupakanlah kesalahan yang membuat kita menjadi sedih dan menyesal. Lakukan yang terbaik di kemudian hari agar hasil yang kita dapatkan akan lebih maksimal. Kegagalan yang kita terima janganlah disesali atau ditangisi, akan tetapi jadikanlah kesalahan atau kegagalan tersebut sebagai sebuah pelajaran.

14. Hindari Sifat Rendah Diri dan Minder

Terkadang kita merasa sedih karena tidak bisa seperti orang lain. Mereka memiliki kecukupan dan dapat melakukan hal yang lebih dari kita, misal memiliki barang mewah, status sosial yang lebih baik atau kehidupan yang mapan. Perlu kita sadari betapa beruntungnya diri kita. Lihatlah orang-orang di sekeliling kita. Masih banyak orang yang kurang beruntung daripada kita. Janganlah bersedih. Jadikanlah itu sebagai acuan dan semangat untuk mendapatkan hal yang lebih baik.

15. Sandarkan Segalanya pada Allah

Harta, kekayaan, atau status sosial tidak dapat dijadikan sandaran hidup. Apabila kita menyandarkan hidup pada hal-hal tersebut hanya akan menimbulkan kekecewaan hingga kita bersedih. Bersandar pada Allah adalah sebuah pilihan terbaik dan Allah tidak akan pernah mungkin mengecewakan hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya. Kerjakan perintah-Nya dan berpasrah kepada Allah. Niscaya kebahagiaan akan datang kepada kita.

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah SWT. Penilaian baik dan buruk suatu peristiwa yang menimpa kita adalah diri kita sendiri. Oleh karena itu, percayalah bahwa Allah senantiasa memberikan kebaikan kepada kita. Dan hendaklah kita menyandarkan segalanya kepada Allah agar tidak menimbulkan kekecewaan. Demikian cara-cara menghilangkan kesedihan. Semoga dapat bermanfaat.