9 Cara Menghilangkan Stress Dalam Islam

Tiap-tiap manusia pasti pernah dan memiliki stress masing-masing. Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang bisa menyebabkan manusia menjadi stres, misal; kehilangan benda kesayangan, ditinggal pergi sanak saudara, mendapat nilan ujian yang jelek, memiliki hutang,  dikeluarkan dari pekerjaan, dan masih banyak hal lainnya.

ads

Stress biasanya ditandai dengan sakit kepala, kesulitan untuk tidur, mudah marah, sensitif, mudah tersinggung, asam lambung meningkat sehingga risiko terkena maag atau memiliki maag dan mudah kambuh, sulit berkonstrasi, dan emosi sering tidak terkontrol dengan baik.

Tidak jarang ada yang orang yang memilih untuk bunuh diri karena merasa tidak sanggup lagi menahan beban stress yang dihadapinya. Padahal, mati bukanlah solusi untuk masalah, melainkan hanya akan menambah masalah itu sendiri baik pada orang yang melakukan bunuh diri, maupun orang-orang yang ditinggalkan di dunia.

Dalam Islam, menghadapi segala macam bentuk masalah selalu ada jalan keluarnya karena kita percaya bahwa semua itu adalah ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Islam adalah solusi dari segala permasalahan, termasuk dalam menghadapi stress hidup. Tidak benar jika seseorang bersikap lemah akan ujian hidup yang dijalani sementara Allah SWT sendiri menganjurkan pada manusia untuk tidak menjadi lemah; sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an yang artinya;

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih  hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu  orang-orang yang beriman.” (Q. S. Ali ‘Imron : 139).

Masalah ada bukan untuk diratapi, ditangisi, atau bahkan di sesali. Setiap masalah ada untuk dihadapi dan memberikan hikmah kepada setiap orang. Untuk itu, tidak benar jika kita sebagai manusia; makhluk berakal dan makhluk yang derajatnya paling tinggi serta beriman kepada Allah SWT, lantas goyah dalam menghadapi permasalahan hidup. Karenanya, kita harus pandai dalam mengelola dan mengatasi stress yang mendera dan berusaha untuk melaluinya dengan teguh.

Berikut akan dijelaskan mengenai kiat atau cara menghilangkan stress menurut Islam, yakni:

  1. Mendasari niat dengan ikhlas

Segala sesuatu yang kita perbuat, hendaknya di dasarkan kepada mengharap ridha Allah semata. Biasakan diri untuk menanamkan keikhlasan atas segala perbuatan yang mana akan membuat kita sadar bahwa apapun yang kita lakukan dan apapun yang kita dapatkan semuanya adalah dari Allah SWT. Allah yang menentukan, sementara kita hanya mampu merencanakan (planning) dan mengusahakan (doing).

Ikhlas merupakan hal paling mendasar dan paling penting dalam setiap amal ibadah maupun perbuatan yang kita lakukan. Ikhlas ibarat sebuah jembatan yang menghubungkan kita terhadap jalan keselamatan menuju akhirat. Ikhlas juga menghadirkan ketenangan jiwa di dalam diri kita dan dapat menyelamatkan kita dari adzab Allah SWT.

Jika semua perbuatan kita niatkan dengan ikhlas demi mengharap ridha Allah, insya Allah apapun hasil yang diperoleh tidak akan membuat kita stress. Allah SWT berfirman yang artinya;

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah,  orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang  akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S. At-Taubah : 91).

Dari Abdul ‘Aziz bin Abdullah berkata,

telah menceritakan kepadaku Sulaiman dari ‘Amru bin Abu ‘Amru dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, bahwa dia berkata: ditanyakan kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?” Rasulullah SAW menjawab: “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’ (tiada Tuhan selain Allah)  dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (H. R. Buhari).

  1. Shalat

Shalat merupakan media untuk kita berkomunikasi kepada Allah SWT. Dengan menjaga shalat (shalat wajib lima waktu) serta mengerjakan shalat sunnah yang telah dianjurkan, turut membantu menjaga ketentraman hati sehingga mampu mengatasi segala permasalahan emosional yang kita rsakan. (baca juga: cara agar hati tenang dalam islam)

Melalui shalat pula, kita bisa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang mana tiada ada yang lebih baik selain menghadap kepada-Nya. Shalat akan membuat kita lebih tenang dan damai. Dengan shalat; lelah fisik, beban masalah, ketidakstabilan emosi, dan berbagai permasalahan lainnya tidak akan mengganggu kita lagi asal kita shalat dengan khusyu’. Shalat merupakan obat untuk berbagai penyakit sekaligus penolong. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai  penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q. S. Al Baqarah : 153).

Dengan mengerjakan shalat kita juga akan sadar bahwa kita tidak pernah sendiri. Ada Allah SWT yang selalu bersama kita dan selalu siap membantu setiap hamba-Nya yang kesusahan karena Allah itu Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Jadi, kita tidak perlu merasa cemas. Allah selalu bersama kita.

  1. Berdzikir

Dzikir artinya mengingat Allah; tidak hanya dalam lisan tetapi juga untuk setiap perbuatan yang kita lakukan. Hadirkan Allah disetiap hela napas kita dengan berdzikir, dengan begitu kita akan menjadi tenang sebagaimana firman Allah SWT yang artinya;

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q. S. Ar-Ra’d).

Berdzikir yang diniatkan untuk Allah akan menjadi suatu ketentraman hati, telebih dzikir yang banyak mengandung kalimat-kalimat mengesakan Allah, seperti ayat kursi maupun dzikir lainnya. (baca juga: keutamaan ayat kursi)

  1. Berdoa

selain shalat, cara untuk kita bisa berkomunikasi dengan Allah SWT ialah dengan memanjatkan doa kepada-Nya. Allah memang sudah pasti mengetahui apa yang kita inginkan sekalipun kita tidak mengucapkannya, akan tetapi dengan berdoa langsung kepada Allah yang artinya kita berbicara kepada-Nya secara tidak langsung juga akan membuat kita menjadi lebih lega. Anggap saja kita sedang curhat kepada Allah SWT tentang apa yang sedang kita hadapi yang membuat kita menjadi stress.

Tapi, bukan berarti dalam curhatan itu kita berkeluh-kesah lantas menyalahkan Allah atas apa yang terjadi. Kita berdoa, berkomunikasi, curhat kepada Allah; dengan harapan kita diberi kemudahan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi segala macam cobaan hidup yang Allah berikan. Dengan begitu, kita bisa lebih optimis dalam melaluinya.

Allah SWT berfirman yang artinya:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat (stres) sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami, ampunilah kami,  dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Q. S. Al-Baqarah  : 286).

Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada kita untuk berdoa apa saja kepada Allah agar hati kita menjadi tenang, sebagaimana sabda beliau yang artinya;

“Ya Allah, aku adalah hamba-Mu putera hamba-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, berlalu hukum-Mu dan adil ketentuan-Mu. Aku memohon pada-Mu dengan semua nama yang Kau namakan pada diri-Mu atau yang Kau turunkan dalam kitab-Mu atau yang kau ajarkan pada salah seorang dari makhluk-Mu atau yang Kau berikan pengaruhnya pada ilmu ghaib di sisi-Mu, jadikan Al-Qur’an keindahan kalbuku, cahaya hatiku, penyembuh dukaku dan penghapus deritaku.” (Makarimul Akhlaq : 351).

  1. Tawakkal

Timbulnya stres, lebih sering disebabkan oleh manusia yang senantiasa lebih banyak berpikiran negatif dibandingkan berpikir positif. Padahal, jika ditelaah dengan baik, semua kejadian, ujian, musibah, bencana, semuanya itu adalah atas takdir Allah SWT.

Tawakkal kepada Allah mengajarkan kita untuk selalu bersikap dan berpikiran positif. Seorang yang tawakkal kepada Allah akan bisa bersyukur terhadap apapun yang ia terima. Kemudian apabila ia ditimpakan suatu musibah atau cobaan, ia selalu berserah diri kepada Allah dan sabar menghadapinya.

Kita sadar, bahwa semua makhluk serta seluruh alam semesta adalah ciptaan Allah, termasuk kita; manusia. Apapun yang terjadi, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Sebagai makhluk yang berakal, kita beriman dan bertaqwa kepada Allah, hendaknya jua kita percayakan diri kita kepada Allah karena memang kita sendiri tidak memiliki diri kita.

Dalam hal ini, bukan berarti kita pasrah atas segala sesuatu melainkan kita harus lebih termotivasi lagi karena kita menyadari bahwa diri kita ini adalah pinjaman dari Allah SWT sehingga kita harus menjaganya dengan baik dan benar. Kita tidak boleh patah semangat dalam menghadapi ujian dan cobaan karena yang kita lakukan adalah berserah diri kepada Allah, bukan pasrah.

Orang yang tawakkal, adalah mereka yang sabar dan sadar untuk berserah diri kepada Allah sehingga ia tidak akan cemas sekalipun menghadapi masalah hidup yang sulit. Orang yang tawakkal kepada Allah pun menjadi tidak mudah terkena stres.

  1. Menjaga silaturrahim

Berislaturrahmi dengan sesama manusia bukan berarti kita berkumpul-kumpul lantas melakukan hal yang tidak pantas dengan alasan ingin menghilangkan penat dan mengatasi stres yang dihadapi. Menjalin silaturrahmi terhadap sesama manusia artinya kita menjalin hubungan yang baik sebagai sesama makhluk ciptaan Allah SWT.  Karena manusia, yang mana kodratnya merupakan makhluk sosial, sehingga di dalam hidupnya pasti membutuhkan bantuan daripada orang lain.

Selain itu, tidak jarang stres sendiri disebabkan oleh hubungan antar sesama manusia yang tidak baik. Perselisihan dan pertikaian memang terkadang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, berusahalah untuk menjalin kehidupan sosial yang baik dengan didasari ikhlas mengharap ridha Allah SWT.

Lagi pula, memang tidak ada salahnya jika kita ingin berbagi cerita terhadap sesama untuk meringankan beban pikiran dan mungkin kita bisa mendapatkan solusi dari buah pikir orang lain sehingga cukup membantu kita mengatasi masalah. Tapi ingat, curhatan itu dilakukan asal tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari atau jika kemungkinan terkandung mudharat di dalamnya, maka lebih baik tidak usah diceritakan atau disimpan dalam benak kita saja; lebih baik disampaikan kepada Allah saja.

  1. Beramal shaleh

Sebenarnya, kunci untuk mendapatkan kehidupan yang damai dan tentram ialah dengan melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhi semua yang telah dilarang oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Orang-orang yang dalam hidupnya senantiasa beramal shaleh, kehidupannya akan menjadi lebih baik di setiap sisi tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak.

Allah SWT berfirman yang artinya;

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q. S. An-Nahl : 97).

Beramal shaleh bisa juga melakukan, membaca al-quran, bersedekah, membantu terhadap sesama, berpuasa, ibadah haji maupun umrah, berinfak, dan melakukan dakwah untuk menyiarkan islam. (baca juga: keutamaan bersedekah)

  1. Senantiasa berprasangka Baik

Stres juga bisa terjadi ketika selalu memiliki prasangka buruk terhadap segala sesuatu. Bahkan, masalah kecil pun bisa jadi besar jika kita terus-terusan memikirkan hal-hal yang buruk. Untuk itu, Islam mengajarkan kepada kita untuk berprasangka yang baik; tidak lain agar kita sendiri merasasa tenang, dengan tanda kutip bukan berarti kita tidak mempersiapkan diri untuk menghadapai segala risiko atau pasrah tanpa usaha apapun.

Berprasangka baik memaksudkan kita untuk percaya bahwa Allah SWT adalah Pengatur segala sesuatunya. Kita hanya perlu berusaha, apapun hasilnya kita serahkan kepada-Nya. Dengan berpasangka baik, stres yang kita miliki pun bisa lebih cepat hilang.

  1. Taubat

Menurut bahasa, taubat artinya kembali. Sedangkan menurut istilah, taubat artinya menjauhkan diri atau menginggalkan daripada perbuatan-perbuatan dosa dan memahami bahwa apa yang telah ia lakukan itu adalah buruk, sehingga timbul rasa menyesal atas apa yang telah dilakukan dan bertekad untuk tidak akan pernah melakukan atau mengulangi perbuatan itu lagi. Inti dari bertaubat adalah mengharapkan ampunan Allah SWT.


Sebagai manusia yang tidak akan pernah luput dari yang namanya perbuatan salah atau dosa, taubat hendaknya dilakukan sebelum nyawa sampai di tengogorokan (keadaan sakaratul maut) dengan kata lain sebelum kita meninggal, atau sebelum matahari terbenam di sebelah barat yang menandakan itu adalah hari kiamat.

Orang yang beriman bertaqwa kepada Allah SWT, sadar bahwa tidak ada makhluk yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. Ketika bertaubat, ia akan melakukannya dengan ikhlas dan sebenar-benarnya taubat serta selanjutnya akan memperbanyak amal ibadah shaleh.

Taubat mampu menghilangkan stres yang kita hadapi karena dengan bertaubat, kita menjadi sadar bahwa kita adalah makhluk yang lemah. Diri kita tidak pernah lepas dari yang namanya perbuatan salah. Oleh sebab itu, kita memerlukan maaf dari Allah serta ridhanya agar kita mendapat ampunan dan diberik kehidupan yang lebih baik lagi.

Allah itu Maha Pemaaf, sehingga pintu taubat-Nya pun amat banyak bagi kita yang bersungguh-sungguh bertaubat. Maka, hendaklah kita bertaubat selama kita masih memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya;

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (Q. S. Al-Zumar : 53).

,




Post Date: Monday 28th, December 2015 / 08:50 Oleh :