11 Syarat Memilih Istri dalam Islam

Setiap laki laki pasti memiliki impian untuk mempunyai istri yang baik ketika kelak menikah agar tercapai keluarga bahagia menurut islam. Hal ini merupakan impian yang wajar dan logis dimiliki oleh semua laki laki, bahkan tidak hanya laki laki yang beragama Islam saja, tetapi juga laki laki yang beragama selain Islam sekalipun. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan apabila para laki laki berlomba lomba dalam mendapatkan istri yang baik untuk dijadikan istri dan sebaliknya.

ads

Selain itu, istri juga merupakan manusia pendamping yang kelak akan mendampinginya seumur hidup agar tercapai keluarga sakinah dalam islam, serta menyayangi dan mendidik anak anaknya. Banyak sekali syarat istri baik yang layak untuk dijadikan seorang istri. Namun dalam artikel ini

syarat yang akan dibahas ialah Syarat Memilih Istri dalam Islam. Dengan kata lain, syarat istri di sini sebagaimana dijelaskan atau dianjurkan dalam ajaran Islam, baik dari firman Allah SWT di dalam Al Qur’an maupun sabda Nabi Muhammad SAW di dalam Hadits. Berikut selengkapnya:

  • Taat Beragama (Sholehah)

Syarat pertama ialah taat beragama sehingga tercapai keluarga harmonis menurut islam. Dalam istilah Islam dikenal sebagai istri yang sholehah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadits nya yang artinya: “Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas sudah jelas bahwa dasar agama walau disebutkan pada urutan terakhir, tetapi tetap diutamakan dari yang lainnya. Dan yang dimaksud dengan istri sholehah tentunya ialah istri yang taat kepada Agamanya. Dalam artian, taat kepada Tuhannya, Allah SWT, dan taat kepada Rasulnya, Muhammad SAW. Tentunya juga menjauhi segala larangan yang telah diperintahkan kepadanya.

  • Berasal Dari Keluarga yang Baik

Syarat kedua ialah berasal dari keluarga yang baik sehingga jauh dari konflik dalam keluarga. Tentunya yang dimaksud berasal dari keluarga yang baik di sini ialah dilihat dari bagaimana keadaan silsilah keturunannya. Syarat ini juga senada dengan hadits pada poin 1, di mana dalam hadits tersebut juga dijelaskan “karena keturunannya”.

Dari situ jelas bahwa istri yang baik untuk dijadikan istri ialah istri yang berasal dari keturunan atau keluarga yang baik. Di samping itu, istri yang berasal dari keturunan atau keluarga yang baik biasanya juga berasal dari lingkungan yang baik pula. Dengan kata lain, bukan hanya lingkungan keluarganya semata, tetapi juga lingkungan masyarakat di sekitarnya.

  • Cantik

Syarat ketiga ialah cantik sesuai pandangan wanita cantik dalam islam. Syarat ini juga senada dengan hadits pada poin 1, di mana dalam hadits tersebut juga dijelaskan “karena kecantikannya”. Syarat ini juga terlihat logis karena semua laki laki pasti juga menginginkan untuk memiliki istri yang cantik. Sehingga menyenangkan apabila dipandang.

Meskipun sebenarnya kecantikan bernilai relatif. Artinya, semua laki laki pasti memiliki selera dan definisinya sendiri tentang mana istri yang menurutnya cantik dan tidak. Namun tetap saja, kecantikan merupakan syarat yang juga dianjurkan agar tidak membuat Anda (laki laki) tidak mudah berpaling ke istri yang lainnya.


  • Sekufu’ (Sederajat)

Syarat keempat ialah sekufu’ (sederajat). Yang dimaksud sekufu’ atau sederajat di sini ialah istri yang sebanding dalam hal kedudukan, agama, nasab, dan hal hal lainnya. Terkait dengan penjelasan pada poin 4, yang dimaksud sekufu’ dalam urusan kekayaan tentunya ialah istri yang sebanding dengan Anda (laki laki) dalam hal kekayaannya.

Namun yang lebih utama dalam syarat sekufu’ ini ialah sebanding dalam agamanya. Artinya, sama sama beragama Islam, di samping sebanding pula ketaatan dan akhlak atau tingkah lakunya. Sedemikian sehingga telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman Nya yang artinya: “Istri istri yang keji untuk laki laki yang keji. Dan laki laki yang keji untuk istri istri yang keji pula. Istri istri yang baik untuk laki laki yang baik. Dan laki laki yang baik untuk istri istri yang baik pula.” (Q.S. An Nur: 26).

  • Perawan

Syarat kelima ialah perawan. Tentunya yang dimaksud perawan di sini bukanlah istri yang lantas mengeluarkan darah keperawanan ketika pertama kali melakukan hubungan intim dengan Anda (laki laki) sebagai suaminya, tetapi ialah istri yang belum pernah sekalipun bersetubuh dengan laki laki lain sebelum menikah dengan Anda. Sedangkan kalau masalah darah keperawanan yang misalkan tidak keluar, bisa saja karena sang istri pernah mengalami jatuh atau kecelakaan yang menyebabkan dinding darah keperawanannya pecah. Kemungkinan ini bisa saja terjadi pada istri manapun.

  • Penyabar

Syarat keenam ialah penyabar. Syarat ini juga sangat logis untuk dipertimbangkan. Apabila Anda ditanya, “Apakah Anda (laki laki) tidak mau memiliki istri yang penyabar?”. Jawaban Anda pasti “mau” tentunya. Di samping itu, Allah SWT juga menjelaskan dalam salah satu firman Nya yang artinya:

“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang orang yang beriman ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi Mu dalam surya; dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.”” (Q.S. At Tahriim: 11).

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah ibarah (pelajaran) bahwa istri yang sabar menghadapi perilaku buruk suaminya akan sangat membantu dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga. Yang mana, dalam kasus di atas, istri Fir’aun sangat sabar menerima kekejaman suaminya sendiri, Fir’aun, terhadap dirinya. Ia tetap tabah menghadapi kekejaman suaminya sendiri dan hanya berpasrah diri kepada Allah SWT.

  • Memikat Hati

Syarat ketujuh ialah memikat hati. Yang dimaksud dengan memikat hati di sini bukan hanya sekedar kecantikannya saja, tetapi lebih dari itu. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman Nya yang artinya: “Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah istri istri (lain) yang kamu senangi…” (Q.S. An Nisa’: 3).

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah ibarah (pelajaran) agar laki laki memilih perempuan yang memikat atau menyenangkan hatinya sebagai istri. Yang mana, sebenarnya kata kata yang digunakan dalam ayat tersebut ialah “thaaba”. Kata ini memiliki arti, diantaranya:

Seperti dalam kalimat “hadzaa syaiun thayyib”, artinya “ini adalah urusan yang baik. Kata “thayyib” berasal dari “thaaba”. Hatinya baik. Seperti dalam kalimat “hiya imra’atun thaabat nafsuha”, artinya “perempuan ini baik hatinya”. Kata “thaabat” berasal dari “thaaba”.

  • Amanah

Syarat kedelapan ialah amanah. Amanah merupakan salah satu sifat atau ciri dari orang yang dapat dipercaya. Dengan kata lain, Anda (laki laki) pasti mau apabila istri Anda adalah orang yang amanah, orang yang dapar dipercaya. Anjuran untuk memilih istri yang amanah sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:

“…Oleh sebab itu, istri yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya..” (Q.S. An Nisa’: 34). Dan Nabi Muhammad SAW juga bersabda dalam hadits nya yang artinya:

“Sebaik baiknya istri, yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat, taat kepadamu ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi.” (H.R. Thabarani dari Abdullah bin Salam). Dari ayat dan hadits tersebut sudah jelas bahwa istri yang amanah ialah istri yang mampu menjaga sesuatu ketika suaminya tidak ada. Tentunya bukan sekedar harta, tetapi juga kepercayaan suaminya.

  • Tidak Matrealistis

Syarat kesembilan ialah tidak matrealistis. Bayangkan saja, dalam berpacaran pun Anda (laki laki) pasti tidak ingin memilih istri yang matrealistis, apalagi dalam pernikahan dan menjadikannya istri. Tentunya sudah jelas sekali bahwa Anda (tidak) ingin memiliki istri yang hanya tertarik pada harta yang Anda miliki. Syarat istri tidak matrealistis baik untuk dinikahi dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya yang artinya:

“Ada empat perkara, siapa yang mendapatkannya berarti kebaikan dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, bersabar ketika mendapatkan musibah, dan perempuan yang mau dikawini bukan bermaksud menjerumuskan (suaminya) ke dalam perbuatan maksiat dan bukan menginginkan hartanya.” (H.R. Thabarani, adapun hadits ini adalah Hadits Hasan (baik)).


  • Mampu Menjaga Ikatan Kekerabatan

Syarat kesepuluh ialah mampu menjaga ikatan kekerabatan. Yang dimaksud di sini ialah istri yang senang untuk menjalin ikatan kekerabatan yang dimilikinya, entah kerabat dari pihak suami maupun kerabat dari pihaknya sendiri. Dan tentunya yang juga penting di sini ialah tetap mampu menjaga jalinan kekerabatan tersebut agar tidak terputus. Singkatnya ialah istri yang senang menyambung tali silaturahmi dengan para kerabat atau saudara yang ada, baik dari pihak suami maupun dari pihaknya sendiri.

  • Subur (Mampu Memberi Keturunan)

Syarat kesebelas ialah subur. Subur di sini tentunya ialah istri yang mampu melahirkan keturunan. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang artinya: “Nikahilah istri yang penyayang dan subur karena aku berbangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, senada dengan An Nasa’i dan Ahmad)

“Nikahilah ibu ibu dari anak anak (yaitu istri istri yang bisa melahirkan) karena sesungguhnya aku akan membanggakan mereka pada hari kiamat.” (HR. Ahmad) Dari kedua hadits tersebut sudah jelas bahwa istri yang baik untuk dijadikan istri ialah istri yang subur (mampu melahirkan keturunan).

Demikian yang dapat penulis sampaikan semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

, , , , ,




Post Date: Monday 26th, November 2018 / 06:54 Oleh :
Kategori : Pernikahan
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Tukar Uang untuk THR Idul Fitri, Haram?

Kalau Sahur Jangan Buka Medsos, Mending Amalin Ini

Wajib Tonton ! Rekomendasi Film Religi Terbaik Pas Buat Nemenin Ramadhanmu