Keutamaan Shalat Jenazah Dalam Islam

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ada serangkaian kegiatan yang wajib dilakukan ketika seorang muslim meninggal dunia.

Salah satunya ialah sholat jenazah yang merupakan hukumnya fardhu kifayah, yakni wajib dilakukan oleh sekelompok umat muslim lainnya yang berdekatan dengan jenazah.

Pengurusan jenazah sebaiknya dilakukan dengan segera seperti dalil di bawah ini:

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda,
“Bersegeralah kamu dalam mengurusi jenazah, karena jika ia termasuk jenazah yang shalih, berarti kamu menyegerakan kebaikan baginya. Tetapi jika ia tidak termasuk jenazah yang shalih (buruk), berarti kamu meletakan keburukan dari pundakmu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangkan seorang mayit dan ia memiliki utang. Lantas beliau bertanya, ‘Apakah orang tersebut memiliki kelebihan harta untuk melunasi utangnya?’ Jika ternyata ia tidak melunasi dan punya kelebihan harta lalu utang tersebut dilunasi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan mayit tersebut.

Namun jika tidak dilunasi, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kaum muslimin, ‘Shalatkanlah sahabat kalian.’ (HR. Bukhari no. 1251).

Sholat jenazah memiliki keutamaan tersendiri bagi yang melaksanakannya. Inilah 7 keutamaan sholat jenazah dalam Islam:

  1. Menyegerakan Kebaikan Bagi Jenazah

Seperti yang telah dijelaskan dalam HR. Muttafaq ‘alaih di atas bahwa menyegerakan pengurusan jenazah, termasuk juga menyolatinya berarti menyegerakan kebaikan bagi jenazah. Hal ini berlaku bagi mereka yang meninggal dalam keadaan beriman (shalih).

Namun, apabila jenzah tersebut selama hidupnya berbuat dzalim, maka menyegerakan pengurusannya sama saja meletakkan keburukan.

2. Mendapat Berlimpah Kebaikan

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya,

“Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

3. Memberikan Syafa’at Bagi si Mayit

Dari Kuraib, ia berkata:

“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di ‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu ‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang menyolati jenazahnya.” Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut.

Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948)

Riwayat lain:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

“Tidaklah seorang mayit dishalatkan (dengan shalat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (do’a mereka) akan diperkenankan.” (HR. Muslim no. 947)

Itulah beberapa keutamaan sholat jenazah dalam Islam yang perlu Anda ketahui. Bahwasanya setiap kebaikan yang kita tanam pasti akan berbuah kebaikan pula.

fbWhatsappTwitterLinkedIn