5 Larangan Diskriminasi Dalam Islam

Diskriminasi atau discriminate dalam bahasa Inggris mengandung makna membedakan. Dalam bahasa Arab diskriminasi disebut dengan al-Muhabbah yang bermakna membedakan kasih antara satu dengan yang lain. Dengan kata lain, diskriminasi adalah perbuatan atau perlakuan membeda-bedakan seseorang atau kelompok lain yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang berdasarkan status sosial, suku, ras, etnis, jenis kelamin, warna kulit, dan alin-lain.

Biasanya, orang yang berlaku diskriminatif terhadap orang lain merasa dirinya atau identitas yang melekat pada dirinya lebih unggul dibandingkan dengan orang lain. Misalnya, orang kulit putih yang memandang orang kulit hitam sebagai kaum yang derajatnya lebih rendah sehingga pantas dipekerjakan sebagai budak.

Sikap diskriminatif seperti ini jelas tidak sesuai dengan ajaran Islam. Menurut perspektif Islam, manusia memang diciptakan berbeda satu sama lain. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa melihat bahwa teman-teman kita berasal dari berbagai suku, agama, etnis, jenis kelamin, status sosial, dan lain-lain yang berbeda dengan kita. Namun, perbedaan ini tidak lantas menjadi alasan kita untuk memperlakukan mereka secara berbeda hanya karena mereka tidak memiliki kesamaan latar belakang dengan kita.

Islam melarang umatnya untuk berlaku diskriminatif terhadap orang lain hanya karena perbedaan bangsa dan suku karena hal ini bertentangan dengan fitrah manusia itu sendiri.

Dalam surat Al Hujurat ayat 13 Allah SWT berfirman yang artinya,

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat : 13).

Dari ayat tersebut jelaslah bahwa manusia diciptakan ke muka bumi ini memang berbeda satu sama lain. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah agar manusia dapat saling mengenal satu sama lain.

Mengenal di sini juga bukan dimaksudkan untuk membeda-bedakan manusia melainkan untuk memahami, menerima, dan menghargai perbedaan tersebut. Perbedaan yang ada juga hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menyakiti, berbuat tidak adil, atau merendahkan manusia lainnya. Melihat perbedaan hanya untuk merendahkan orang lain dan menyombongkan diri jelas tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 11 yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik … “ (QS. Al Hujurat : 11).

Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda,

“Seorang muslim adalah saudara Muslim lainnya, tidak (boleh) menzaliminya, menghinanya, dan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini, takwa itu di sini (sambil ditunjukkan ke dada beliau (saw) dan diulang sebanyak tiga kali yang menunjukkan kepentingannya). Cukuplah seseorang berbuat keburukan dengan merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap muslim haram darah, kehormatan, dan hartanya atas muslim lainnya.” (HR. Muslim).

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Islam melarang kaum muslimin bersikap diskriminatif, karena :

  1. Manusia memang diciptakan berbeda satu sama lain.
  2. Sikap diskriminatif dapat menimbulkan konflik.
  3. Sikap diskriminatif menunjukkan penolakan terhadap ketentuan Allah SWT.
  4. Sikap diskriminatif menyebabkan orang berlaku sombong.
  5. Sikap diskriminatif menyebabkan orang memperlakukan orang lain dengan sewenang-wenang.

Demikianlah ulasan singkat tentang larangan diskriminasi dalam Islam. Artikel lainnya yang berkaitan dengan larangan diskriminasi dalam Islam di antaranya adalah pandangan Islam tentang kesetaraan gender, emansipasi wanita dalam Islam, manfaat toleransi dalam Islamtujuan penciptaan manusiaproses penciptaan manusia, hakikat penciptaan manusiakonsep manusia dalam Islam, dan hakikat manusia menurut Islam

Semoga bermanfaat.