Hal-Hal Yang Disunnahkan Dalam Puasa dan Dalilnya

Puasa merupakan suatu amalan yang mulia. Dalam Islam, ada puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib ialah puasa selama Bulan Ramadhan yang berlaku bagi seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib berpuasa. Bagi yang sudah mampu namun belum bisa menjalankan, maka ketauhilah hukum tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Adapun puasa sunnah ialah puasa yang apabila dijalankan mendapatkan pahala, namun jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Dalam puasa wajib maupun sunnah, terdapat hal-hal yang disunnahkan untuk dikerjakan. Apa sajakah itu?

Simak selengkapnya berikut ini!

  • Mengakhirkan Sahur

Sahur merupakan amalan yang mendatangkan keberkahan. Sahur ialah kegiatan makan sebelum datangnya waktu imsak dan memulai puasa. Dengan makan sahur, tubuh menjadi lebih kuat dalam menjalankan ibadah puasa.

Ada keberkahan dalam makan sahur yang menjadi pembeda antara puasa yang dilakukan oleh umat Islam dengan puasanya kaum Yahudi dan Nasrani. Dian

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَصُومَ فَلْيَتَسَحَّرْ بِشَىْءٍ

Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur.” (HR. Ahmad 3/367. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini derajatnya hasan dilihat dari jalur lainnya, yaitu hasan lighoirih)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)

Sangat dianjurkan untuk mengakhirkan sahur, maksudnya ialah melakukan sahur di waktu akhir, tidak di awal tibanya jam sahur. Tujuannya agar makanan lebih lama tertahan dan menjaga kekuatan tubuh selama waktu menjalankan puasa.

  • Menyegerakan Berbuka

Berbuka adalah suatu hal yang menggembirakan bagi mereka yang tengah menjalankan puasa. Selain melepas rasa lapar dan haus, keutamaan saat berbuka puasa ialah satu dari dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Sebagaimana yang tertuang dalam dalil di bawah ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Bagi orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan: (1) kebahagiaan ketika berbuka, dan (2) kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah.” (HR. Muslim no. 1151)

Anjuran untuk menyegerakan berbuka tanpa harus menunggu selesainya kumandang adzan maghrib atau tibanya waktu malam. Sebab hal ini merupakan suatu kebaikan. Ketahui pula hukum mendahulukan shalat maghrib sebelum berbuka puasa!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098, dari Sahl bin Sa’ad)

Hal ini juga dijelaskan dalam dalil lainnya,

Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

  • Berbuka Dengan Kurma dan Atau Air

Saat berbuka disunnahkan dengan kurma (jika mudah diperoleh) dan air. Bila tidak ditemukan, maka dapat diganti dengan yang manis-manis.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Itulah hal-hal yang disunnahkan dalam puasa yang dapat Anda ketahui. Meskipun suatu amalan sunnah, namun di dalamnya terdapat kebaikan bagi yang menjalankannya. Jadi, ayo kita bersemangat dalam mengerjakan macam-macam amal shaleh baik itu wajib maupun sunnah demi meraih ridho Allah subhanahu wa ta’ala.