Keutamaan Membangunkan Sahur

Sahur adalah sunnah puasa yang dilakukan pagi dua pertiga malam itu sangat penting dan sulit. Penting karena bila dilakukan mendapat pahala, bila tidak dilakukan tidak apa-apa. Jadi semisal puasa langsung bangun siang boleh saja, jadi tidurnya cukup, namun akan mengalami lapar yang amat sangat sebagimana pahala sahur saat bulan ramadhan .

ads

Allah  menyukai orang yang bangun malam untuk sahur itu, dan diberi pahala. Selain diberi pahala, Allah juga memberikan berkah dalam sahur itu. Keberkahan Allah siapa yang akan mengingkari, pastilah bagus dalam kehidupan. Begitu pentingnya sahur seperti ini baik untuk diri pribadi maupun pengembangannya. Sampai keluarga, sampai pula semuanya. Kalau Allah sudah memberkahi, semua pasti terjadi.

Namun puasa memang unik, biasanya cara membangunkan dengan berbagai modelpun diterima masyarakat dengan baik sebagaimana amalan dzikir saat bulan ramadhan . Itulah uniknya puasa. Semua orang diberi hati yang damai dan pemaaf oleh Allah karena memang dalam bulan suci ini Allah membelenggu setan-setan yang ingin menggoda manusia. Menurut cerita, setan juga tetap ingin menggoda manusia. Allah berkata, baiklah tapi bagi hambanya yang bisa di goda. Dan orang yang berpuasa karena Allah, Allah akan membantu membentenginya.

Keutamaan Membangunkan Sahur Dalam Islam

Mengingat sahur merupakan ibdah sunnah yang penuh keberkahan  di bulan ramadhan sebagaimana doa menyambut ramadhan , sebagaimana dalam hadist berikut :

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.”

Tentunya begitu juga dengan membangunkan orang sahur, yang pastinya mendatangkan 10  Keutamaan Membangunkan Sahur dalam islam sebagai berikut ini.

  1. Mendapatkan Pahala yang Berlimpah

Allah mengerti untuk bangun jam sahur dan mempersiapkannya. Maka, Allah memberi pahala berlipat pula pada orang yang membangunkan sahur. Lalu lahirlah tradisi membangunkan orang sahur. Kabarnya ini warisan dari para wali yang sangat menjaga ketentraman masyarakat. Masyarakat diperkenalkan tradisi membangunkan orang sahur dan diberi pengertiannya. Bermacam-macam cara untuk membangunkan sahur. Yang menjadi pokok membangunkan sahur ini dengan adanya bunyi–bunyian. Para wali biasanya mengajarkan sesuatu menurut budaya setempat, agar tidak terlalu asing atau akrab (damai).


2. Amal yang Disyariatkan

Bulan ramadhan merupakan salah satu bulan yang penuh rahmat dan keberkahan, sebab pada bulan ini semua perbuatan baik akan mendatangkan pahala yang berlipah. Sebagaimana juga aktivitas membangunkan orang sahur juga menjadi salah satu bentuk amalan yang disyariatkan. Terlebih lagi kegiatan ini merupakan perbuatan yang rakatif ringan dilakukan dan tidak memberatkan. Sudah barang tentu dapat menjadi slaah satu perbuatan yang bisa anda lakukan sepanjang ramadhan tiba seperti pada doa pengampunan dosa .

3. Mendapat Keberkahan

Maka orang-orang juga berusaha sahur dengan baik. Dicarilah cara agar bisa bangun tengah malam. Dicarilah pula yang cepat bisa dikerjakan dalam waktu yang tidak terlalu lama karena saat imsak yang merupakan batas akhir makan sahur kurang lebih jam empat pagi. Jam berapa orang harus bagus sahur dan memasak bahan makanannya? Ia harus bangun antara jam 2 atau 3 malam. Memasak yang cepat kurang lebih setengah jam. Kemudian dinikmati dengan menyantapnya sekitar 30 menit. Sulit, namun berpahala dan mendatangkan berkah.

4. Membantu Orang Lain Meraih Kesmpurnaan Puasa

Puasa tentu bukan enjadi penghalang bagi kita untuk dapat elakukan berbagai kegiatan dan aktivitas sebagaimana biasanya. Sahur akan dapat membantu kita menguatkan diri dalam menghadapi aktivitas dengan tetap semangat. Nilai inilah yang kemudian terkandung dalam sebuah perbuatan membangunkan orang sahur akan membantu mereka dapat meraih kesempurnaan puasa tanpa di ganggu dengan rasa lapar dan haus.

Al-Hâfizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Keberkahan dalam sahur muncul dari banyak sisi, yaitu (karena) mengikuti sunnah, menyelisihi ahli kitab, memperkuat diri dalam ibadah, menambah semangat beraktifitas, mencegah akhlak buruk yang diakibatkan rasa lapar, menjadi pendorong agar bersedekah kepada orang yang meminta ketika itu atau berkumpul bersamanya dalam makan dan menjadi sebab dzikir dan doa di waktu mustajab. [Khulâshatul Kalâm Syarh Umdah al-Ahkâm, hlm. 111]

5. Membantu Orang Lain Agar Tidak Terlambat Sahur

Keberkahan sahur yang bersifat duniawi adalah menikmati makanan dan minuman yang halal yang disukainya dan dapat menguatkan orang yang berpuasa serta menambah semangat untuk melakukan ketaatan selama berpuasa. Demikian juga terjaga kekuatan badan dan semangat aktifitasnya. Hal ini tentu semakin menjadi motivasi bagi diri kita untuk membangunkan orang sahur, agar mereka tidak terlambat sahur dan mampu menjalankan aktivitasnya dengan semangat sebagimana keutamaan iman dalam islam .

6. Mendatangkan Banyak Hikmah

Keberkahan sahur juga dijelaskan dalam sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمْ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ

“Sesungguhnya dia adalah berkah yang diberikan Allâh kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya.”

7. Melanjutkan Tradisi Sejak Zaman Rasulullah

Sahur sebagai suatu berkah yang bersifat agama dapat dilihat dengan jelas karena sahur itu mengikuti sunnah, mendapatkan pahala dan kekuatan dalam berpuasa dan juga mengandung nilai penyelisihan terhadap ahli kitab.

Allâh Azza wa Jalla mensyariatkan sahur atas kaum Muslimin dalam rangka membedakan puasa mereka dengan puasa orang-orang sebelum mereka, sebagaimana yang disabdakan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Sa‘id al-Khudriy Radhiyallahu anhu :

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.


8. Bukan Termasuk Perbuatan yang Bid’ah

Satu hal yang menodai bulan Ramadhan adalah bermunculannya amalan-amalan bid’ah yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum muslimin. Karena sudah turun temurun dilakukan merekapun menganggap baik bid’ah tersebut. Itulah sebabnya setan lebih menyukai bid’ah daripada maksiat. Khususnya di bulan Ramadhan ini, salah satu cara setan untuk menghalangi kebaikan di bulan ini adalah menebar amalan-amalan bid’ah. Tentunya memabngunkan orang sahur sendiri bukanlah termasuk amalan yang bid’ah.

9. Agar Terbangun Lebih Cepat  

Membangunkan orang sahur memberikan keutamaan agar dapat bangun lebih cepat dan tepat waktu sebagimana keutamaan iman kepada malaikat . Sebab waktu sahur sendiri relatif amat singkat, sehingga tentunya jika sampai terlambat maka anda akan terburu-buru dalam melakukan sahur. Sehingga tentunya dapat menghilngkan keberkahan dan makna sahur itu sendiri.

10. Puasa Lebih Khusyuk

Membangunkan orang sahur akan bisa membuat mereka dapat menyantap hidangan saur dengan lebih khusyuk. Sehingga tentunya akan dpat memberikan dampak pada pelaksanaan ibadah puasa yang lebih khyusuk. Orang orang akan bisa lebih fokus dengan aktivitas, sebab perut mereka telah diisi saat sahur tadi.

Nah itulah tadi, 10  Keutamaan Membangunkan Sahur dalam islam. Semoga dapat bermanfaat.

, , , ,




Post Date: Tuesday 04th, September 2018 / 02:52 Oleh :
Kategori : Akhlaq