7 Keutamaan Puasa Arafah yang Luar Biasa

ads

Sama seperti keutamaan puasa daud dan keutamaan puasa senin kamis, Puasa Arafah juga memiliki keutamaan. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijah atau biasanya disebut hari Arafah. Terutama bagi yang tidak menjalankan ibadah haji, Puasa ini sangat dianjurkan. Kita tidak hanya akan memperoleh keutamaan puasa sunah seperti biasanya, puasa arofah memiliki banyak keistimewaan. Padahal cara pelaksanaanya sama dengan puasa-puasa sunah pada umumnya.

Anjuran menjalankan ibadah puasa arofah berdasarkan hadits rosululloh. Hadist adalah sesuatu yang bersumber dari perkataan maupun tindakan rosululloh. Termasuk juga diamnya. Terkait dengan puasa arofah beliau telah mencontohkannya berdasarkan hadist imam Nasa’i: Bahwa Rasulullah SAW terbiasa berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, senin pertama setiap bulan, dan dua kali kamis (dishahihkan al-Albani).

Puasa arofah memiliki keutamaan dibandingkan dengan puasa sunnah lainya, berikut adalah beberapa keutamaan puasa arofah :

1. Menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang

Jika dilihat dari sumber hadits, terutama hadits shohih (dalam islam hadits sohih yaitu hadits yang memiliki kekuatan sebagai sumber hukum yang kuat). Puasa arofah memiliki kemampuan untuk menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Hal ini di dasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Imam Muslim adalah salah satu perowi hadits yang memiliki tingkatan shohih selain imam bukhori. Dalam hadist yang disampaikan oleh Abu Qotadah: Rosululloh SAW bersabda: Puasa Arofah akan dapat menghapus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang.

Puasa Asyuro  akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. Jika kita bertanya, apakah yang dihapus semua dosa. Termasuk dosa kecil dan dosa besar?, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud hanyalah dosa kecil sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, dosa besar diperingan. Jika tidak, maka ditinggikan derajat.” Sementara Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil melainkan dosa besar juga terampuni karena hadits ini sifatnya umum. Anda dapat melihat keterangan ini di Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500.

2. Lebih utama dari keutamaan puasa asyuro

Jika dilihat dari hadits ini, puasa arofah jelas lebih utama jika dibandingkan dengan puasa Asyuro, yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal 10 dhuzhijjah. Dalam konteks sejarah, Puasa Asyuro berasal dari Nabi Musa, sedangkan puasa Arofah berasal dari Nabi muhammad SAW.  Anda dapat melihat keterangan lebih detail tentang ini di Fathul Bari, 6/286. Artinya pahala yang di dapat dari puasa arofah lebih utama jika di bandingkan dengan Puasa asyuro.

3. Allah banyak membebaskan orang dari neraka pada hari arofah

Di antara keutamaan hari Arofah, termasuk menjaklankan ibahda puasa arofah sebagaimana dalam hadits Imam Muslim No 1348 dari aisyah “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah di hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat.

4. Hari arofah adalah hari doa diijabahi

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah.” Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 3585.  Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dan mudah dipenuhi atau dikabulkan oleh Allah SWT. Jadi hendaklah kaum muslimin memanfaatkan waktu ini untuk banyak berdoa pada Allah.

Puasa arofah dilaksanakan pada bulan dzulhijah. Keutamaan bulan dzulhijjah ini memanglah tidak sedikit, sama seperti keutamaan bulan shafar.  Berikut ini beberapa keutamaan 10 hari pertama bulan Dulhijjah

Sponsors Link

5. 10 hari pertama bulan dzulhijah, memiliki keutamaan yang lebih dibanding dengan hari lainnya

Hal ini berdasarkan hadist Imam Al Bukhari dari Ibnu Abbas radhiallah, Nabi SAW bersabda

“Tidaklah ada amal yang lebih utama dari pada amalan yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Lalu para sahabat bertanya, “Tidak juga Jihad?” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab,”Tidak juga Jihad, kecuali seseorang yang berjihad sambil mempertaruhkan diri (jiwa) dan hartanya, lalu kembali tanpa membawa sesuatupun.” Hadits riwayat imam Bukhori.

6. 10 hari Pertama Bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang mulia dan barakah

Berdasarkan  Al-Qur’an al-Karim yaitu dalam QS. Al-Fajr (89) ayat ke 1-2 yang artinya :“Demi fajar, dan malam yang sepuluh”. Bagi Imam al-Thabari menafsirkan malam yang sepuluh ini sebagai malam sepuluh pertama bulan Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli tafsir. Sementara ada juga yang mengatakan maksud malam-malam ini adalah sepuluh hari awal Muharram, tetapi ada juga ulama yang menafsirkan malam-malam ini sebagai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama, yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah.

7. Beramal di 10 hari pertama bulan dzulhijah, Pahala dilipatgandakan

Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh imam Tirmizi :”Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan dalam beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh pertama bulan Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun, shalat pada malam harinya sama dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar.

Sponsors Link

Pengecualian Puasa Arofah

Meski memiliki banyak keutamaan, puasa arofah tidak disunahkan bagi yang berhaji. Orang-orang yang sedang menjalankan ibadah haji, tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arofah. Hal ini di dasarkan pada keterangan Ibnu ‘Abbas, yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, beliau berkata, “Nabi SAW tidak berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhi minuman susu, beliau pun meminumnya. Dari sini, yang lebih utamanya orang berhaji tidak menjalankan puasa arofah adalah untuk meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Khulafa’ur Rosyidin, juga agar lebih menguatkan diri dalam berdo’a dan berdzikir ketika wukuf di Arofah. Ini menjadi pendapat mayoritas ulama’ ketimbang keterangan yang disampaikan oleh ibnu abbas. Anda dapat melihat keteranagn ini di Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 2/137, Al Maktabah At Taufiqiyah.

Itulah beberapa keutamaan puasa arofah dan mengapa amalan selama bulan dzulhijah termasuk hari arofah begitu istimewa. Semoga kita menjalankanya dengan keikhlasan, bukan karena pahala. selain puasa arofah masih banyak puasa sunah lainya yang memiliki banyak keutamaan, seperti keutamaan puasa rajab.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Sunday 25th, December 2016 / 09:34 Oleh :
Kategori : Info Islami