Kesombongan Dalam Islam

Islam merupakan agama yang indah dan di ridhai oleh Allah SWT., karena segala aspek yang ada dikehidupan ini telah diatur dengan baik didalamnya. Allah telah menetapkan segala ketentuan yang terbaik bagi hambanya, baik ketentuan dalam berperilaku, ketentuan dalam bertutur kata, ketentuan dalam berakhlak dan ketentuan lainnya.

ads

Islam sebagai agama yang sempurna juga turut mengatur umatnya dalam berakhlak, supaya mereka tidak tersesat dalam keburukan yang berakibat dosa. Islam menekankan agar umatnya senantiasa memupuk akhlak terpuji dan menghindari akhlak buruk yang dibenci oleh Allah. Salah satu dari akhlak dalam Islam yang tergolong kedalam akhlak buruk tersebut adalah sombong. Sombong dalam Islam bukanlah sesuatu yang dapat mendatangkan kebaikan atau pun ridha Allah, karena sombong adalah sifatnya setan.

Dalam sumber syariat Islam, terdapat banyak dalil yang mengatakan dan memperingatkan agar manusia menjauhi sifat sombong dalam Islam. Dan apa sebenarnya yang dimaksud dengan kesombongan dalam Islam?

Kesombongan Menurut Islam

Dalam Islam, penyakit tidak hanya dapat menyerang fisik manusia namun juga hatinya, dan itu disebut penyakit hati menurut Islam. Penyakit hati dalam Islam sangat beragam, dan salah satunya adalah kesombongan.

Kesombongan menurut Islam adalah sifat yang suka menolak kebeneran yang ada dalam Islam atau suka membanggakan diri dan berbuat riya’ atau pamer dalam Islam. Allah membenci orang-orang yang selalu mendongakan kepala mereka alias bersifat sombong. Kesombongan merupakan salah satu sifat setan dan alasan mengapa setan dikeluarkan Allah dari surga. Kesombongan yang ditunjukan setan adalah dengan tidak menaati perintah Allah SWT., yaitu perintah untuk sujud kepada Nabi Adam.

Allah berfirman dalam (QS. Al-Baqarah ayat 34) :

Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.

Kesombongan setan termasuk kedalam sombong yang menentang iman secara keseluruhan, sama halnya dengan kesombongan Fir’aun atau musuh nyata Nabi yang lainnya.

Allah berfirman dalam (QS. An-Naml ayat 14)

“Mereka (Fir’aun dan pengikutnya) mengingkarinyanya karena kezaliman dan kesombongan (mereka)mpadahal hati mererka meyakini (kebenarannya).”


Kesombongan seperti itu merupakan kesombongan yang menolak kebenaran dalam Islam dan menyebabkan mereka membangkang dan tidak mau beribadah kepada Allah SWT., sebagaimana yang dilakukan setan dan para orang kafir. Mereka tidak menerima atau menolak kebenaran yang ada dalam Islam lalu pada akhirnya tidak beribadah dan beriman kepada Allah SWT. Dan orang yang termasuk kedalam golongan kesombongan yang menentang iman secara keseluruhan, maka diharamkan surga baginya. Sebagaimana firman Allah dalam (QS. Ghafir ayat 60) :

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu, akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Dalam ayat tersebut dijelaskan, bahwasannya orang yang sombong kepada Allah dengan tidak mau menyembah-Nya, maka kelak orang tersebut akan dimasukan oleh Allah kedalam neraka dan dalam keadaan yang sangat hina. Naudzubillah min dzalik, janganlah kita termasuk kedalam golongan tersebut.

Dan kesombongan lainnya dalam Islam adalah kesombongan yang tidak menentang iman secara keseluruhan. Sombong jenis ini tetaplah berakibat dosa. Misalnya seperti : seseorang meyakini Islam dan segala kebenaran yang ada didalamnya, namun orang tersebut merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, atau dapat dianggap  menyombongkan diri kepada sesama manusia. Hal tersebut juga merupakan perbuatan dosa dan tidak dibenarkan dalam Islam serta Allah melarang hal tersebut.


Dalam sebuah dalil Allah berfirman : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orng yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman ayat 18)

Dan Allah berfirman : “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An-Nahl ayat 23)

Dalam firman-firman Allah tersebut dijelaskan bahwa Allah membenci orang-orang yang bersifat sombong dan suka membangga-banggakan dirinya dihadapan manusia lainnya. Alasannya adalah karena sombong adalah sifat atau akhlak yang buruk dan merupakan sifat setan.

Jadi sebagai muslim yang taat dan beriman, alangkah baiknya jika kita menjauhi sifat sombong dan tidak memupuk sifat tersebut dalam hati kita. Ada dalil yang menerangkan bahwa Allah telah memberikan dan menyediakan obat untuk segala penyakit. Termasuk obat untuk penyakit hati. Obat hati dalam Islam yang mampu menjauhkan manusia dari sifat atau akhlak buruk adalah membaca Al-Qur’an, senantiasa beristighfar, dan selalu melakukan pendekatan diri kepada Allah SWT., dan sesungguhnya orang yang mendekatkan diri kepada Allah akan terhindar dari perilaku dan akhlak buruk, karena ia takut kepada-Nya. Hal tersebut lebih bermanfaat dan baik bagi mereka yang menjalankannya.

Seekian, semoga bermanfaat (:

, , , ,




Post Date: Tuesday 23rd, January 2018 / 05:45 Oleh :
Kategori : Akhlaq