Larangan Menyapu Malam Hari Dalam Islam : Mitos atau Fakta ?

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam islam menjaga kebersihan merupakan sebagian dari iman. Dan sangat dianjurkan untuk menyapu rumah dan halaman agar rumah tempat tinggal kita selalu dalam keadaan bersih. Namun, muncul pertanyaan apakah dalam waktu tertentu seperti malam hari ini boleh menyapu? Bagaimana islam memandangnya? Pada pembahasan kali ini akan dibahas tentang menyapu malam hari dalam islam beserta dengan dalilnya.

Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan masyarakat seputar menyapu di malam hari. Tidak sedikit, dari masyarakat yang menganggap bahwa menyapu di malam hari rezekinya akan jadi seret, bahkan mendatangkan kemiskinan. Benarkah anggapan ini? Lantas, bagaimana adab menyapu rumah dalam islam?

Larangan Menyapu di Malam Hari Dalam Islam

Mungkin anda pernah mengalami dilema ketika lantai rumah terlihat kotor pada malam hari. Kalau tidak di sapu, maka lantai kotor tersebut terasa menganggu dan membuat rumah malah semakin kotor. Namun, beberapa anggapan dari anggota keluarga melarang menyapu lantai rumah, konon akan membuat rezeki jadi terhambat. Lantas, harus bagaimana ya?

Tidak perlu dilema, karena menyapu di malam hari menurut islam itu sebenarnya tidak dilarang. Justru dalam islam Keutamaan Kebersihan dalam Islam  mengajarkan untuk selalu menjaga kebersihan. Boleh saja anda menyapu dengan waktu kapan saja.

Karena anggapan itu adalah anggapan orang zaman dahulu yang berkembang di masyarakat dan dipercaya secara turun temurun. Kendati anggapan larangan menyapu di malam hari cuma mitos, larangan menyapu di malam hari bisa disebabkan oleh beberapa pertimbangan, diantaranya :

Tidak Bersih Maksimal

Menyapu rumah di malam hari bisa kurang maksimal karena kondisi yang kurang terang. Wajar jika masyarakat tempo dulu melarang untuk menyapu di malam hari, karena dahulu belum terlalu banyak yang tealiri listrik.

Alhasil, masih banyak kotoran yang belum tersapu, jadi bukan masalah dilarang atau tidaknya, hanya jadi akan buang buang waktu jika harus diulangi menyapu keesokan harinya. Namun, dibalik itu semua, Cara Menjaga Kebersihan Diri Wanita Dalam Islam di zaman sekarang bisa menggunakan lampu ber-Watt tinggi agar penerangan maksimal. Dengan begitu, anda bisa menyapu rumah di malam hari dengan bersih maksimal.

Malam Adalah Waktunya Istirahat

Islam tidak melarang untuk menyapu di malam hari, tapi malam hari adalah waktu untuk kita beristirahat. Karenanya larangan untuk menyapu di malam hari sebenarnya bukan dilarang, namun saat malam tiba, anda bisa gunakan waktu untuk beristirahat dan bisa menyapu esok hari.

Potensi Bahaya Menyapu di Malam Hari

Menurut Buya Yahya, Islam tidak melarang umatnya untuk menyapu di malam hari. Begitu pula dengan larangan lainnya seperti memotong rumput, mencangkul, dan sebagainya. Namun, melakukan kegiatan ini sebaiknya di waktu yang tepat, karena malam hari tubuh kita sudah lelah akibat aktivitas seharian dan berisiko dilakukan di malam hari.

Tugas Ibu Rumah Tangga Dalam Islam menyapu halaman di malam hari, kita tidak pernah mengetahui risiko hewan berbahaya yang berkeliaran seperti ular dan sebagainya. Jadi, untuk menghindari risiko ini, sebaiknya anda memiliki lampu penerangan yang  cukup untuk halaman rumah anda saja.

Adab Menyapu Rumah Menurut Islam

Sebelumnya dijelaskan kalau islam tidak melarang menyapu rumah di malam hari. Tidak ada hadits yang menjelaskan secara khusus tentang larangan menyapu di malam hari. Sebaliknya, dalam islam menganjurkan agar kita menjaga kebersihan rumah dan dianjurkan suami untuk membantu Hukum Suami Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Dalam sebuah hadits sahih disebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Hadits lain juga menyebutkan bahwa Allah sangat suka hambanya yang menyukai kebersihan. Karenanya, sudah sewajarnya kita sebagai umat islam untuk menjaga kebersihan dimanapun dan kapanpun.

Di dalam Islam sendiri bahkan terdapat hadits yang memerintahkan untuk membersihkan rumah.

“Nabi SAW mengatakan, Allah itu baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kedermawanan, murah hati dan mencintai kedemawanan, jadi bersihkan halamanmu, dan jangan seperti orang Yahudi,” tegasnya.

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

Latin:
“Thuhuru syathru al iimaani.”

Artinya:
“Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi).

Penting juga bagi kaum Muslim untuk selalu menjaga tempat tinggal dan lingkungan sekitarnya tetap bersih. Sebagaimana tercantum dalam hadist kebersihan berikut:
“Bersihkanlah halaman rumah kalian karena orang-orang Yahudi tidak suka membersihkan halaman rumah mereka”.
(HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath, 4/231, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, no.236).

Dalam hadist kebersihan lainnya, Rasulullah SAW juga mengajak umat Islam untuk menjauhi dua perkara yang dibenci atau dilaknat, “Takutlah terhadap dua perkara yang penuh laknat! Para sahabat bertanya, “Apa dua perkara laknat itu wahai Rasulullah?”. Rasul bersabda: yaitu yang buang hajat di jalan umum atau di halaman mereka”.

Menjaga Kebersihan Berarti Tanda Terima Kasih

Allah SWT berfirman dalam Daftar Surat Al Qur’an QS. Al-Maidah ayat 6 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.”

Allah ingin kita menyempurnakan nikmat Nya dengan bersyukur dan membersihkan rumah tempat tinggal kita, karena itu juga untuk kenyamanan kita sendiri. Disini kita diingatkan untuk memastikan langkah kita suci dan bersih dan terus bersyukur atas semua bimbingan, nikmat, dan cinta yang diberikan Allah SWT kepada semua umat-Nya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn