Wanita yang Baik Menurut Islam

Islam menciptakan laki-laki dan wanita dan membuat perbedaan fisik diantara keduanya. Meskipun demikian dalam hal agama dan amalan, laki-laki dan wanita tidaklah berbeda. Seorang wanita dapat melakukan ibadah seperti kaum laki-laki dan mendapatkan ganjaran atas amal yang diperbuatnya. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam ayat-ayat berikut ini berikut ini :

ads

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keadaannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yag banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS. Al-Ahzab: 35).

“Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl: 97).

Ciri-ciri Wanita yang Baik Menurut Islam

Kedudukan wanita dan peran wanita dalam islam tidak dapat diremehkan. Mereka memiliki kelembutan, kesabaran, dan kehangatan yang diperlukan dalam menjalankan rumah tangga, dan mengurus keluarganya. Adapun ciri wanita yang baik menurut islam adalah

1. Taat kepada Allah SWT

Ciri wanita yang baik atau wanita shalehah yang utama adalah taat pada Allah SWT. Ia akan senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Wanita shalehah akan selalu berusaha mengerjakan shalat wajib lima waktu maupun shalat sunnah, puasa ( baca puasa ramadhan dan keutamaan puasa senin kamis),  zakat (baca syarat penerima zakat dan penerima zakat), haji (baca syarat wajib haji), membaca alqur’an (baca manfaat membaca Alqur’an), sedekah (baca keutamaan bersedekah) dan ibadah lainnya.

 فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’: 34).

2. Senantiasa menutup aurat

Salah satu pembeda wanita dan pria adalah kewajibannya mengenakan hijab atau menutup aurat. Wanita yang baik dalam islam adalah mereka yang menjaga pakaiannya dan menutupi tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Sesuai dengan firman Allah berikut ini

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59).

Islam juga mensyariatkan wanita untuk mengenakan pakaian yang longgar, menutup aurat dan tidak ditujukan untuk berhias sebagaimana mengenakan perhiasan serta menjauhi penggunaan parfum jika ia keluar dari rumahnya.


3. Menjaga pandangannya

Seorang wanita yang baik dalam islam akan senantiasa menjaga pandangannya dan berusaha untuk tidak menatap lawan jenis yang bukan muhrimnya. Ia akan senantiasa menjaga dirinya dari pandangan orang dan berusaha menjauhi tempat dimana laki-laki dan wanita berbaur.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 31).

4. Senantiasa diam dalam rumahnya

Wanita yang baik dalam islam akan merasa betah tinggal dan diam dalam rumahnya untuk menghindari bertemu lawan jenis dan menjaganya dari fitnah. Meskipun demikian ia tetap diizinkan keluar rumah atas izin orangtua atau suaminya jika ada kebutuhan yang mendesak seperti bekerja dan mencari nafkah bagi keluarganya (baca hukum wanita bekerja dalam islam) Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut .

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).

Adapun rasulullah SAW bersabda

إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا

“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. (HR Ibnu Khuzaimah)


5. Taat dan menyenangkan hati suaminya

Wanita terutama Istri yang baik adalah mereka yang taat pada suaminya dan senantiasa berusaha untuk menyenangkan hati suami sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai)

Begitu pentingnya ketaatan isteri pada suami sehingga seorang isteri bisa masuk surga maupun neraka akibat perilakunya terhadap suami (baca ciri-ciri istri shalehah). Seorang isteri harus selalu mensyukuri pemberian suaminya dan menyenangkan hatinya dengan cara berhias dan berperilaku lemah lembut.

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari)

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai)

6. Memiliki Sifat Malu

Wanita yang baik akan senantiasa merasa malu apabila bertemu lawan jenis dan ia akan merasa malu apabila melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama. Rasulullah SAW bersabda


الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ

“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari)

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا

“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan penuh rasa malu, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.‘” (QS. Al Qashash : 25)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa seorang wanita seharusnya memiliki akhlak mulia dan memiliki rasa malu agar ia terhindar dari fitnah dan godaan setan.

Demikian sifat-sifat wanita yang baik dalam islam dan sebagai wanita, hendaknya sifat-sifat tersebut selalu melekat dan berusaha menjaga sifat-sifat tersebut.

, , , ,




Post Date: Tuesday 02nd, August 2016 / 03:48 Oleh :
Kategori : Info Islami