10 Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap

ads

Shalat Idul Fitri adalah salat yang dilaksanakan setelah berakhirnya Ramadhan. Pelaksanaan shalat idul fitri adalah pada saat tanggal 1 Syawal, di pagi hari mulai puku; 06.30 saat matahari mulai terbit. Shalat Idul Fitri tentu memiliki makna dan hikmah tersendiri jika dilaksanakan. Hal ini dikarenakan memang Hari Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat muslim.

Hari kemenangan ini bermakna bahwa umat islam telah berjuang selama satu bulan lamanya melawan dan menjaga hawa nafsu, untuk fokus pada amalan-amalan baik dan beribadah. Pelaksanaan idul fitri ini juga sebagai penanda bahwa berakhirnya untuk pelaksanaan zakat fitrah.

Bagi wanita yang berhalangan shalat tetap diperbolehkan untuk menuju tempat shalat dan mengikuti khutbah idul fitri. Hal ini sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.

“Kami diperintahkan keluar rumah untuk mengerjakan sholat idul Fitri. Anak-anak gadis (juga diperintahkan) keluar rumah pada hari raya (untuk mengerjakan sholat Id). Termasuk perempuan-perempuan. Sedangkan bagi perempuan yang sedang berhalangan ini berada di belakang orang-orang (yang mengerjakan sholat). Mereka ikut bertakbir dan berdoa bersama-sama berharap memperoleh keberkahan dan kesucian hari itu.” (HR Bukhari, Ibn Majah, dan Baihaqi).

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Pelaksanaan shalat idul fitri adalah suatu ibadah yang spesial karena dilaksnakan saat hari kemenangan umat islam setelah ramadhan. Tentunya, seluruh umat islam akan mengusahakan hadir dan melaksanakan shalat ini, kecuali bagi mereka yang berhalangan seperti kaum wanita yang haid atau yang sakit.

Hal-hal berikut adalah hal yang di sunnahkan sebelum berangkat idul fitri., hal tersebut adalah:

  • Melaksanakan mandi sebelum berangkat ke tempat shalat idul fitri
  • Melaksanakan makan dan minum sebelum berangkat
  • Mengguunakan pakaian yang terbaik yang dimiliki, tentu tidak perlu baru ataupun mahal
  • Memakai wangi-wangian yang ada
  • Menempuh jarak yang berbeda pada saat berangkat dan pulang setelah shalat hari raya

Untuk pelaksanaan shalat idul fitri, berikut adalah tata cara shalat idul fitri yang perlu di perhatikan:

  1. Membaca niat shalat idul fitri: Ushalli sunnatan li ‘iidil fithri rak’ataini lillaahi ta’aala (Saya berniat mengerjakan sholat idul fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala)
  2. Dilaksanakan secara berjamaah
  3. Pelaksanaan shalat tidak didahului oleh adzan atau iqamah
  4. Pelaksanaan shalat idul fitri dilaksanakan sebelum khutbah disampaikan oleh khatib
  5. Pelaksanaan shalat sebanyak dua rakaat
  6. Di dalamnya terdapat 12 takbir, dengan tuju takbir di rakat pertama setelah takbiratul ikhram, sebelum membaca surat atau ayat, dan lima kali di rakaat kedua, sebelum membaca ayat atau surat
  7. Saat membaca takbir, maka di sela-selanya dibacakan kalimat, Subhaanallah wal-hamdu lillahi wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah. Allah Mahabesar)
  8. Bacaan yang dianjurkan pada rakaat pertama shalat idul fitri adalah Surat Qaf atau surat Al A’la dan surat Al Qamar atau surat Al Ghasiyah di Rakaat kedua
  9. Pelaksanaan shalat ini sebagaimana shalat pada biasanya, hanya saja terdapat perbedaan di tata cara di atas. Baru setelah itu dilanjutkan dengan Khutbah dengan Khatib.
  10. Pelaksanaan shalat idul fitri jika jatuh pada hari jumat, maka boleh atau tidak dilaksanakan shalat jumat setelahnya

Hukum dan Hikmah Shalat Hari Raya Idul Fitri

Shalat Hari Raya Idul Fitri adalah sunnah muakad. Sunnah muakad berarti lebih baik dikerjakan dan dikerjakan secara berjamaah. Pelaksanaan shalat hari raya idul fitri dilakukan sebelum khutbah. Untuk itu khutbah idul fitri juga hal yang cukup penting diikuti. Khutbah idul fitri bisa berisi semangat dan motivasi untuk umat islam menjaga persatuan, menambah ibadah dan amalan baik dilakukan setelah ramadhan.

Pelaksnaan shalat idul fitri ini memiliki hikmah yang sangat banyak diantaranya adalah:

  1. Merasakan Persatuan Umat Islam

Dengan adanya shalat berjamaah idul fitri, maka hal ini akan menambah persatuan islam. Karena di dalam shalat berjamaah idul fitri, seluruh umat islam berkumpul bersama, menjadi satu. Dalam jamaah yang sama tidak melihat adanya perbedaan latar belakang apapun. Bahkan segala macam pangkat dan jabatan atau segala macam jenis pekerjaan tidak terlihat dalam hal ini. Maka itu terasa sekali persatuan islam menjadi kesatuan yang utuh.

Sponsors Link

  1. Menambah Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwan islamiyah pun akan tercipta dari shalat jamaah idul fitri. Seluruh umat islam akan bertemu, tentu yang satu wilayah, dan yang jarang bertemu akan saling dipertemukan. Apalagi terdapat sunnah untuk mengambil jalan yang berbeda dari pergi dan pulang.

Di hari-hari biasanya mungkin akan sangat jarang umat islam bertemu dan bercengkrama, sedangkan saat idul fitri inilah kesempatan besar untuk dapat bertemu dan bersilahturahmi.

  1. Mensucikan Diri dan Saling Memaafkan

Dengan dipertemukannya masing-masing dari umat islam, maka saling memaafkan dan menyapa pun akan terjadi. Untuk itu akan menambah kesucian diri dan saling memberikan kedamaian di dalam masing-masing hati umat islam.

Makna dan hikmah ibadah ini tentu tidak akan pernah terasa jika umat islam selama pelaksanaan amalan kurang mempelajari dan mengambil hikmah dari ajaran islam, seperti dari rukun islam , rukun iman , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia.

Sponsors Link

Keharusan Umat Islam Melaksanakan Shalat Id

Pelaksanaan shalat idul fitri dalam setahun hanya dilaksanakan sebanyak sekali saja. Untuk itu, umat islam harus benar-benar mengusahakan pelaksanaan shalat ini agar merasakan kenikmatan ibadahnya. Tentu saja bagi mereka yang melaksanakan perjuangan ibadah selama ramadhan lah yang dapat merasakan kenikmatan ibadah ini.

Kita juga tidak pernah tau apakah selama se tahun kedepan masih bisa bertemu lagi dengan hari kemenangan atau tidak. Untuk itu, usaha untuk melaksanakan shalat idul fitri ini harus dilakukan oleh setiap umat islam. Untuk itu, dari pelaksanaan shalat idul fitri ini, menandakan bahwa kita kembali suci dan berusaha menjaga kesucian dan kemurnian ibadah di sepanjang tahun hingga bertemu lagi momentum ini.

Wujud kita menjaga kesucian diri adalah bisa dengan senantiasa melaksanakan hidup ini sebagaimana Allah telah menetapkan ibadah manusia, sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama , Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Post Date: Friday 25th, November 2016 / 10:31 Oleh :
Kategori : Fiqih