Hal-hal Yang Diharamkan Dalam Jual Beli dan Dalilnya

Jual beli adalah perkara yang tidak asing lagi bagi umat Islam. Hal ini sering kali menjadi bagian dari jalan mencari nafkah. Tentunya hanya dengan barang atau jasa dan jalan yang dihalalkan dalam Islam.

Namun, mungkin tak banyak orang tahu bahwa dalam jual beli ada hal-hal yang dilarang atau diharamkan. Apa sajakah hal tersebut? Simak penjelasannya berikut ini!

  • Berbohong Atau Menipu

Jual beli atau perdagangan yang jujur akan membawa berkah pada pelakunya. Sedangkan, adanya ketidakjujuran dalam perdagangan tidak akan memberikan berkah bagi pelakunya. Hal ini ditegaskan dalam hadits berikut:

Rasulullah saw bersabda,

“Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah melewati sebuah tumpukan makanan. Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut dan jari-jarinya basah. Maka beliau bertanya: “Apa ini wahai penjual makanan?”. Ia menjawab: Terkena hujan wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Mengapa tidak engkau letakkan di bagian atas makanan agar orang-orang dapat melihatnya? Barangsiapa menipu maka ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Muslim).

Maka, jujurlah dalam hal apapun termasuk soal berdagang. Sebab kejujuran dalam Islam akan membawa kebaikan kepada pelakunya.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)

  • Bersumpah

Sumpah menurut bahasa artinya tangan kanan. Sedangkan menurut istilah, sumpah berarti menguatkan perkataan dengan menyebutkan sesuatu yang diagungkan dalam perkataan tertentu.

Hukum jual beli dengan bersumpah dalam Islam ialah makruh. Baik bagi yang berdusta maupun orang yang jujur. Bila sumpah itu dilakukan oleh pendusta, maka hukumnya makruh mendekati haram. Dosanya amat besar dan ada ancaman adzab yang amat pedih bagi pelakunya.

Sedangkan bila dilakukan oleh orang yang jujur, hukumnya makruh (tanzih) yang sebaiknya dihindari.

Dalam jual beli menurut Islam, sumpah dapat melariskan dagangan namun menghilangkan keberkahan di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasululloh shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sumpah itu dapat melariskan dagangan dan menghilangkan berkah.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim dan lainnya)

Allah Ta’ala telah berfirman: 

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali Imaran: 77)

  • Menjual Barang yang Bukan Hak Milik

Haram hukumnya menjual barang yang bukan milik sendiri atau tanpa seizin dari pemiliknya. Sebab syarat sah atau etika jual beli dalam ekonomi Islam, salah satunya ialah adanya orang yang memiliki barang dan orang yang memiliki alat pembayaran untuk membelinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

“Janganlah engkau menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Dawud 3503, Tirmidzi 1232, An Nasaa’i VII/289, Ibnu Majah 2187, Ahmad III/402 dan 434; dishahihkan Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly)

Itulah hal-hal yang diharamkan dalam jual beli menurut sudut pandang Islam. Semoga dapat memberikan manfaat dan wawasan ilmu pengetahuan menurut Islam bagi para pembaca. Aamiin.