Ruqyah – Macam dan Bacaan untuk Meruqyah

Ruqyah merupakan suatu metode pengobatan dengan menggunakan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al- Qur’an dan hadist agar terhindar dari gangguan jin maupun syaitan dan bisa juga dilakukan untuk mencapai apa-apa yang diinginkan, baik itu perkara di dunia maupun di akhirat. Ruqyah juga bisa dikatakan sebagai tawassul (perantara) untuk memohon sesuatu dari Allah SWT.

ads

Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam bersabda :

اقرؤوا القرآن وسلوا الله به قبل أن يأتي قوم يقرءون القرآن فيسألون به الناس

Artinya “Bacalah Al-Quran dan bertawassul-lah pada Allah dengan bacaan tersebut sebelum suatu kaum datang membaca Al Quran dan meminta pada manusia. (HR. Ahmad)

من قرأ القرآن فليسأل الله به، فإنه سيجيء أقوام يقرءون القرآن يسألون به الناس

Artinya Barangsiapa membaca Quran, maka mintalah pada Allah dengan bacaan tersebut. Akan datang beberapa kaum yang membaca Al-Quran kemudian meminta pada manusia dengan bacaannya itu. (HR. Tirmidzi)

Metode pengobatan ruqyah pada dasarnya sudah ada jauh sebelum zaman Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa ruqyah sudah ada sejak manusia diciptakan.

Hukum Ruqyah

Para ulama telah bersepakat untuk membolehkan dan membenarkan kegiatan ruqyah sebagai suatu metode pengobatan yang islamai sesuai dengan syariah islam.

لا بأس بالرقى ما لم تكن شركاً

Artinya Ruqyah itu boleh asal tidak mengandung syirik.” (HR. Muslim)

Dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

Artinya “Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan pelet adalah syirik.”

Jadi bisa disimpulkan bahwa pada dasarnya ruqyah adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam syariat islam dengan catatan bacaan-bacaan yang digunakan dalam terapi tersebut harus bersumber pada Al- Qur’an maupun hadist, dan tidak boleh berupa mantra maupun jimat.”

Rosulullah Sholallahu Alaihi wassalam membenarkan tentang pengobatan ruqyah :

عن عائشة قالت كان رسول الله صلى الله عليه و سلم أذ اشتكى منا أنسان مسحه بيمنه ثم قال : أذ هب البأس رب الناس واشف أنت الشافى, لا شفاء ألا شفاؤك شفاء لايغادر سقاما

Artinya “Dari ‘Aisyah r.a. katanya :” Apabila salah seorang diantara kami sakit, Rasulullah SAW memegangnya dengan tangan kanan, lalu beliau ucapkan :”Adzhibil ba’sa rabban naas, wasyfi, antasy syaafi, laa syifa-a illa syifa-uka syifaan laa yughadiru saqooman …. (HR. Muslim)

Macam – Macam Ruqyah

Ruqyah dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Ruqyah Syar’iyyah

Ini merupakan jenis ruqyah yang diperbolehkan menurut syariat islam, dimana cara dan prosesi pengobatan tersebut telah dianggap sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Imam Ibnu Qayyim pernah berkata

Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar’i yaitu dengan zikir, do’a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do’a.”

Adapun yang menjadi landasan dari ruqyah Syar’iyyah adalah Al- Qur’an dan hadist.

Allah SWT berfirman :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا

Artinya Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al- Isra’ ayat 82)

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ

Artinya “Bacakan ruqyah-ruqyah kalian kepadaku, tidak apa-apa dengan ruqyah yang tidak mengandung kesyirikan didalamnya.” (HR. Muslim)

عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل عليها وامرأة تعالجها أو ترقيها فقال: عالجيها بكتاب الله

Artinya “Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah suatu hari masuk ke rumahnya di mana seorang perempuan sedang mengoabati atau memberinya jampi-jampi (ruqyah). Nabi bersabda: “Obati dia dengan Al Quran.” (HR. Ibnu Hibban)

Sebuah terapi ruqyah bisa dikatakan sebagai ruqyah syar’iyyah apabila :

  • Bacaan-bacaan yang dibaca dalam ruqyah tersebut bersumber dari Al-qur’an maupun hadist-hadist Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam.
  • Terdapat kejelasan dalam do’a yang dibacakan beserta maknanya.
  • Adanya keyakinan bahwasannya hanya takdir Allah SWT lah yang mampu menentukan keberhasilan dari ruqyah yang dilakukan.
  • Tidak isti’anah dengan kaum jin dan yang lainnya selain Allah SWT.
  • Tidak mempergunakan benda-benda ataupun jimat-jimat yang dapat menimbulkan syirik dan syubat.
  • Harus menggunakan dasar nilai-nilai syariah dalam proses terapi.
  • Peruqyah haruslah seseorang yang istiqmah dalam beribadah, memiliki akhlaq yang terpuji, serta memiliki aqidah yang bersih.

Terdapat beberapa ciri-ciri dalam pelaksanaan ruqyah syar’iyyah ini, diantaranya adalah :

  1. Bacaan Ruqyah

Adapun bacaan yang dibaca ketika ruqyah berlangsung adalah berasal dari ayat-ayat Al- Qur’an dan hadist. Dan tata cara membaca ayat-ayat tersebut haruslah :

  • Sesuai dengan susunan yang ada
  • Dibaca dengan tartil dan dengan suara yang keras.
  • Bacaan-bacaan tersebut haruslah dibaca sesuai dengan bahasa aslinya dan sesuai dengan kaidah bacanya
  • Tidak boleh terdapat unsur-unsur syirik dalam bacaan yang dibaca oleh peruqyah

ads
Ada beberapa ayat Al- Qur’an dan hadist yang kerap kali dipergunakan dalam terapi ruqyah, dan ini merupakan yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, diantaranya adalah :


Bacaan Saat Ruqyah

Bacaan- bacaan yang biasanya dipergunakan untuk mengobati orang yang sedang sakit antara lain adalah :

  • Al- Qur’an Surat Alfatihah
  • Hadist riwayat Al- Bukhari, yaitu :

بسم الله أُرْقِيكَ ِمن كُل شيء يُؤذِيك، وَمِن شَر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك، بسم الله أرقيك

  • Hadist Riwayat Muslim yang biasa dipergunakan untuk mengobati salah satu anggota badan yang sakit, yaitu dengan meletakkan tangan pasien di bagian yang terasa sakit lalu mengucapkan Basmallah (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) sebanyak 3 kali lalu dianjurkan untuk membaca do’a berikut sebanyak tujuh kali :

أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر


Bacaan Ayat Al-quran

Ayat-ayat Al-qur’an yang biasanya dipergunakan sebagai bacaan untuk mengobati pasien yang terkena sihir atau gangguan dari jin, antara lain adalah :

  • Ayat kursi (Surat Al- Baqarah ayat 255), Surat Al- Ikhlas, Surat An- Naas, serta surat Al- Falaq yang dibaca setiap selesai melaksanakan sholat fardhu dan pada saat menjelang tidur
  • Surat Al- Baqarah ayar 285 dan 286

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِي

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

  • Surat Al- Baqarah ayar 1 hingga 5

الم

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

  • Surat Al- Baqarah ayat 254 hingga 257

يأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنوا أَنفِقوا مِمّا رَزَقنكُم مِن قَبلِ أَن يَأتِىَ يَومٌ لا بَيعٌ فيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفعَةٌ  وَالكفِرونَ هُمُ الظّلِمونَ

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

لا إِكراهَ فِى الدّينِ  قَد تَبَيَّنَ الرُّشدُ مِنَ الغَىِّ  فَمَن يَكفُر بِالطّغوتِ وَيُؤمِن بِاللَّهِ فَقَدِ استَمسَكَ بِالعُروَةِ الوُثقى لَا انفِصامَ لَها  وَاللَّهُ سَميعٌ عَليمٌ

اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

  • Surat Ali Imron, khususnya ayat 1 hingga ayat 9

الم (١)اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (٢)نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ (٣)مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ (٤)إِنَّ اللَّهَ لا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ (٥)هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٦)هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (٧)رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (٨)رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ (٩)

  • Surat Ali Imron, khususnya ayat 18 hingga 19

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (١٨)إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (١٩

  • Surat Yasiin, Khususnya ayat 1 hingga 12

يس (١)وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ (٢)إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (٣)عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٤)تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ (٥)لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ (٦)لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (٧)إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالا فَهِيَ إِلَى الأذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ (٨)وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ (٩)وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (١٠)إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ (١١)إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ (١٢

  • Surat An- Nisa, khususnya ayat 115 hingga 121

وَمَنيُشَاقِقِالرَّسُولَمِن بَعْدِمَاتَبَيَّنَلَهُالْهُدَىوَيَتَّبِعْغَيْرَسَبِيلِالْمُؤْمِنِينَنُوَلِّهِ مَاتَوَلَّىوَنُصْلِهِجَهَنَّمَوَسَاءتْمَصِيرًا

إِنَّاللّهَ لاَيَغْفِرُأَنيُشْرَكَ بِهِوَيَغْفِرُمَا دُونَذَلِكَلِمَن يَشَاءوَمَنيُشْرِكْبِاللّهِفَقَدْضَلَّ ضَلاَلاًبَعِيدًا

إِنيَدْعُونَمِن دُونِهِإِلاَّإِنَاثًاوَإِنيَدْعُونَإِلاَّشَيْطَانًامَّرِيدًا

لَّعَنَهُاللّهُوَقَالَلَأَتَّخِذَنَّمِنْعِبَادِكَنَصِيبًامَّفْرُوضًا

وَلأُضِلَّنَّهُمْوَلأُمَنِّيَنَّهُمْوَلآمُرَنَّهُمْفَلَيُبَتِّكُنَّآذَانَالأَنْعَامِوَلآمُرَنَّهُمْفَلَيُغَيِّرُنَّخَلْقَاللّهِوَمَنيَتَّخِذِ الشَّيْطَانَوَلِيًّامِّن دُونِاللّهِ فَقَدْخَسِرَخُسْرَانًامُّبِينًا

يَعِدُهُمْوَيُمَنِّيهِمْوَمَايَعِدُهُمُالشَّيْطَانُإِلاَّغُرُورًا

أُوْلَئِكَمَأْوَاهُمْجَهَنَّمُوَلاَ يَجِدُونَعَنْهَامَحِيصًا

  • Surat Al- A’raf, khususnya ayat 54 hingga 55

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤)ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (٥٥

  • Surat Al- Mu’minun, khususnya ayat 115 hingga 118

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ (١١٥)فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لا إِلَهَ إِلا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (١١٦)وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (١١٧)وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (١١٨

  • Surat As- Saffat, khususnya ayat 1 hingga 10

وَالصَّافَّاتِ صَفًّا (١)فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا (٢)فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا (٣)إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ (٤)رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ (٥)إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (٦)وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ (٧)لا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلإ الأعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ (٨)دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ (٩)إِلا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ (١٠

  • Dan lain sebagainya

Sedangkan untuk do’a-do’anya diantaranya adalah :

اللهم رب الناس اذهب البأس اشف أنت الشافى لا شافي إلا أنت شفاء لا يغادر سقما

Artinya Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berila kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun.”

بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك ومن شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك بسم الله أرقيك

Artinya Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu.”

أعيذك بكلمات الله التامة من شر ما خلق

Artinya Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan.”

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

Artinya “Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”


  1. Peruqyah dan orang-orang yang diruqyah

Adapun sebaiknya jika terdapat pasien wanita maka sebaiknya peruqyah juga seorang wanita, akan tetapi pada umumnya jarang sekali peruqyah wanita, maka terapi tersebut bisa dilakukan oleh seorang pria, dengan catatan :

  • Harus ada pihak mahrom atau orang lain yang berada di tempat ruqyah berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan diri dari fitnah.
  • Apabila peruqyah diharuskan memegang anggota tubuh pasien wanita tersebut, maka sebaiknya ia menggunakan sarung tangan yang tebal sebagai media pengobatan.

2. Ruqyah Syirkiyyah

Ini merupakan jenis terapi pengobatan yang biasanya dipraktekkan oleh para dukun maupun paranormal, dimana di dalamnya terdapat unsur-unsur syirik seperti membacakan mantra-mantra yang bukan berasal dari Al-qur’an dan hadist, serta penggunaan benda-benda seperti jimat, sesajen, dan lain sebagainya sebagai media pengobatan.

Praktek-praktek perdukunan semacam ini telah ada sejak zaman dahulu kala, dan hal tersebut telanjur merasuk ke dalam ke dalam jiwa masyarakat yang pada akhirnya berakibat menjadi samarnya batas antara kebenaran dan kebathilan.

Saat ini pun masih banyak kita jumpai praktek-praktek terapi yang berasal dari para dukun serta paranormal yang dikemas ke dalam kemasan terapi yang agamis dan modernis yang tujuannya adalah menipu masyarakat. (baca juga: syirik dalam islam)

Biasanya para dukun dan paranormal yang mengadakan praktek-praktek tersebut mengaku-ngaku bahwa mereka bisa mengetahui hal-hal ghaib melalui ilmu yang selama ini mereka pelajari, sehingga seakan-akan mereka itu lebih baik daripada Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam. Padahal sejatinya keghoiban itu hanyalah milik Allah SWT semata dan hanya diberitakan kepada para Rosul yang diridhoi-Nya.

Allah SWT berfirman :

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا (٢٦)إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا (٢٧)

Artinya:

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan dibelakangnya.”(QS. Al-jin ayat 26-27)

Dan Allah SWT juga berfirman :

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَآءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ َلاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya:

Katakanlah:’Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al- A’raf ayat 188)

Ciri – ciri Ruqyah Syirkiyyah

  1. Menggunakan lafadz yang bukan dalam al-quran

Dalam meruqyah, seorang terapis menggunakan lafadz-lafadz syirik, mengandung kebatilan, atau terkadang mencampur antara ayat-ayat Al- Qur’an dengan mantra-mantra syirik. Misalnya saja memohon kepada jin atau kepada yang selain Allah SWT.

Dari ‘Auf bin Malik al-Asyja’i radhiyallaahu ’anhu, bahwasannya ia pernah berkata :

كُنَّا نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ فَقَالَ اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ

Artinya:

“Kami biasa meruqyah pada zaman jahiliyyah, maka kami bertanya,’Wahai Rasûlullâh, bagaimana menurut anda hal itu?’ Beliau r bersabda: ‘Perdengarkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak apa-apa meruqyah selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim)

Di dalam Syarh Shahiih Muslim, Al-Hafizh al-Nawawi berkata :

أن المنهى عنه هو الرقية بكلام الكفار، والرقى المجهولة والتى بغير العربية وما لا يعرف معناها، فهى مذمومة لاحتمال أن معناها كفر أو قريب منه أو مكروه ، وأما الرقى بآيات القرآن والأذكار المعروفة فلا نهى عنها بل هى سنة

Artinya:

Sesungguhnya larangan terhadap ruqyah berlaku bagi ruqyah yang menggunakan perkataan kufur, dan ruqyah yang tak diketahui artinya misalnya menggunakan bahasa selain bahasa arab atau apapun yang tak diketahui artinya. Ruqyah jenis ini tercela karena kemungkinan mengandung kekufuran atau mendekati kekufuran atau mengandung sesuatu yang dibenci. Adapun ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur’an, zikir-zikir yang baik maka tidak terlarang bahkan dihukumi sunnah.”

Syaikh al-Islam juga pernah berkata :

نهى علماء الاسلام  عن الرُّقي التي لا يُفقه معناها ؛ لأنها مَظنَّة الشرك ، وإنْ لَمْ يَعرف الرَّاقي أَنهَّا شرك

Artinya “Para ulama islam melarang ruqyah-ruqyah yang tidak dipahami maknanya; karena diduga kuat mengandung kesyirikan, meski si peruqyah tidak mengetahui bahwa ruqyah tersebut syirik.”

Sponsors Link

2. Bergantung kepada yang selain Allah SWT

Misalnya jin dan syaitan. Serta menganggap para jin dan syaitan adalah yang berkuasa atas urusannya. Allah SWT berfirman :

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Artinya “Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” (QS. al-Furqân ayat 3)

3. Mempergunakan sarana-sarana yang aneh dan tidak ilmiah

Seperti sesajen, air yang disyaratkan dengan syarat-syarat tertentu, jimat-jimat, dan lain sebagainyaSesungguhnya Allah SWT akan membalas orang-orang yang berlaku demikian. Seperti dalam firman-Nya :

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. al-Zalzalah ayat 8)

4. Praktik kemaksiatan

Ruqyah dilakukan dengan melalui praktik-praktik yang mengandung kemaksiatan dan kemungkaran.

Pada saat dimintai bantuan, tentu para jin dan syaitan mengajukan permintaan sebagai balasan yang mereka terima, yaitu dalam bentuk kemungkaran, kemaksiatan, serta kekufuran kepada Allah SWT.  Dan sesungguhnya para dukun, tukang sihir, dan paranormal itu tidak dapat mengembangkan ilmu-ilmu mereka tanpa mengabdi kepada para syaitan yang disembahnya.

Ini artinya mereka itu telah mengotori dirinya dengan perbuatan-perbuatan keji dan perusakan. Dan mereka akan selalu merasa nyaman dalam berbuat keburukan. Allah SWT berfirman :

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ (٢٢١) تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ (٢٢٢) يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ (٢٢٣

ArtinyaApakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaithân- syaithân itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithân) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.” (QS. Asy-Syu’arâ ayat 221-223)

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,




Post Date: Thursday 17th, December 2015 / 07:32 Oleh :
Kategori : Aqidah