Sejarah Ilmu Tauhid Dalam Islam Wajib Dipahami

Islam memang erat kaitannya dengan sejarah. Bukan hanya soal kenabian, tetapi juga berbagai ilmu wajib yang terdapat di dalamnya. Salah satunya ialah ilmu tauhid.

Makna dari tauhid itu sendiri ialah menyatakan keesaan Allah dengan lisan dan perbuatan, tanpa menyekutukannya dengan sesuatu apapun.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51] : 56)

Ilmu tauhid memiliki sejarah yang penting untuk diketahui. Simak ulasannya berikut ini.

Pada zaman jahiliyah, orang-orang menyembah berhala dan hidup dalam kesesatan yang nyata. Bentuk sesembahan pada masa itu bermacam-macam, seperti matahari, patung dan lain-lain.

Hingga Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan Nabi dan Rasul untuk membawa kabar gembira dan peringatan kepada seluruh umat manusia untuk menyembah Allah sebagai satu-satunya Rabb yang wajib disembah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fushilat [41] : 37)

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

“Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.” (QS. Al-An’am [6] : 100)

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS. Al-Anbiya [21] : 25)

Perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menegakkan syari’at Islam melalui ilmu tauhid ini tidaklah mudah. Penyebaran agama Islam ini mulanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi kemudian terang-terangan dan perpaduan antara keduanya. Dari sinilah kemudian kita dapat mengetahui keutamaan dakwah dalam Islam.

ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا.ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا. فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Kemudian sesungguhnya Aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan.  Kemudian sesungguhnya Aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam.  Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun.” (QS. Nuh : 8-10)

Perkembangan ilmu tauhid ini tertuang dalam Al Qur’an yang turun secara berangsur-angsur. Beberapa tahapan dalam sejarah ilmu tauhid terangkum dalam beberapa masa, yakni masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, masa Khulafaurrasyidin, masa Bani Umaiyah, masa Bani Abasiyah dan masa pasca masa Bani Abasiyah.

Hingga saat ini ilmu tauhid kian mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi.

Itulah sejarah singkat mengenai ilmu tauhid dalam Islam. Semoga dapat menambah wawasan keislaman Anda sekaligus keimanan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.