Hukum Berdoa Ketika Sujud Terakhir

Shalat adalah sebuah kewajiban semua umat muslim yang merupakan kewajiban dasar dan wajib dilakukan setiap hari yakni sebanyak 5 kali dalam sehari. Shalat jauh lebih baik jika ditambah dengan amalan sunnah seperti shalat dhuha dan shalat tahajud yang memiliki begitu banyak manfaat untuk ketenangan hati dan kehidupan di dunia dan di akherat. di setiap shalat seringkali manusia memanjatkan doa untuk pengharapan atau untuk memohon sesuatu dimana memang banyak yang memahami bahwa memanjatkan doa di waktu shalat adalah salah satu yang paling mustajab.

ads

Salah satu yang menjadi kebiasan ialah melakukan atau mengucapkan doa di waktu sujud terakhir setelah membaca bacaan shalat dilanjutkan dengan doa tertentu setelahnya melanjutkan shalat kembali yakni pada bagian akhir dan salam. Islam selama ini telah mengatur waktu dan cara yang terbaik untuk berdoa yang termasuk hubungannya dengan doa pada sujud terakhir. keutamaan berdoa daalam islam memang senantiasa dilakukan oleh umat islam dengan harapan akan mendapat kebikan di dunia dan di akherat.

Lalu bagaimanakah hukumnya? Apakah diperbolehkan dan pernah dicontohkan oleh Rasulullah? untuk lebih memahami persoalan ini maka penulis akan menguraikannya secara lengkap berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an juga dari riwayat hadist hadist yang shahih untuk memberikan pemahaman secara lebih lengkap. yuk simak penjelasan lengkapnya berikut hingga selesai.

Waktu Terbaik Untuk Berdoa

Dalam keseharian , tentu kita memahami adanya waktu terkabulnya doa yakni waktu waktu terbaik untuk berdoa yang diantaranya ada pada masa setelah shalat wajib, pada waktu sepertiga malam terahir, antara adzan dan istiqomah, juga pada waktu sujud, dan sebagainya. Doa di waktu sujud memang merupakan salah satu waktu doa yang terbaik atau yang mustajab dimana pada masa tersebut shalat berada pada posisi kepala di bawah dengan menempelkan dahi hingga hidup ke alas shalat yang menandakan adanya kepasrahan kepada Allah sang pemilik hidup.

Doa di waktu sujud merupakan salah satu waktu terbaik sebab sebagai wujud kepasrahan dan wujud tunduk akan kuasaNya, wujud memohon dengan penuh kesungguhan dalam pengakuan sebagai hamba yang lemah yang tidak memiliki kuasa apapun dan menyatakan kepada Allah telah melakukan usaha yang terbaik semampunya dan kini ia menyerahkan semua hasil atau apa yang didapatnya kepada Allah.

Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah). Dari hadist tersebut dijelaskan bahwa manfaat doa dalam islam memang luar biasa sehingga dianjurkan untuk dilakukan dan pada waktu sujud memang manusia berada pada posisi paling dekat dengan RabbNya yakni Allah SWT yang merupakan pencipta segala isi dunia dan akherat, dan di waktu tersebut dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Tidak Wajib Dilakukan Terus Menerus

Seringkali kita melihat atau mungkin diantara kita ada yang melakukannya yakni memperlama waktu sujud untuk berdoa dan hal tersebut dilakukan secara terus menerus di sepanjang shalat baik itu shalat wajib 5 waktu maupun di shalat sunnah yang mustajab seperti shalat tahajud dan shalat dhuha, maka perlukan hal tersebut dilakukan? apakah manfaat sujud juga termasuk memiliki manfaat untuk berdoa? Apakah harus selalu memperlama bagian di waktu sujud saja sementara bagian shalat lain dilakukan sekedarnya atau dilakukan dengan biasa saja dan hanya memberi yang utama di waktu sujud saja?

Seorang ulama Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah ditanya, “Apakah diperkenankan memperpanjang sujud terakhir dari rukun shalat lainnya, di dalamnya seseorang memperbanyak do’a dan istighfar? apa sajakah bacaan doa dan dzikir setelah shalat? Apakah shalat menjadi cacat jika seseorang memperlama sujud terakhir?”, Beliau rahimahullah menjawab, “Memperpanjang sujud terakhir ketika shalat bukanlah termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena yang disunnahkan dan dicontohkan oleh beliau ialah seseorang melakukan shalat dengan sama rata yakni antara ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk antara dua sujud itu hampir sama lamanya.


Kenapa demikian? Sebab setiap bagian shalat ialah hal yang sama pentingnya, semuanya mengandung doa, tidak hanya pada bagian sujud saja. Jika diantara kita memahami semua si dan makna bacaan shalat, tentunya mengerti bahwa semua bagian shalat memiliki doa yang bermakna untuk ketenangan dan kemuliaan hidup di dunia akherat, sehingga dapat diambil kesimpuan bahwa boleh saja melakukan doa pada sujud terakhir namun tetap mementingkan bagian shalat yang lain, bukan hanya memperlama waktu sujud terakhir dan bagian lain dilakukan sekedarnya.

Hukum Berdoa Ketika Sujud Terakhir

Hukum berdoa ketika sujud terakhir adalah sah sah saja atau diperbolehkan hukumnya dalam islam dengan berbagai ketentuan berikut yang sesuai dengan firman Allah pada ayat Al Qur’an dan hadist Rasulullah SAW.

  1. Teladan dari Rasulullah

Dari riwayat Baro’ bin ‘Azib, ia berkata, “Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendapati bahwa berdiri, ruku’, sujud, duduk beliau sebelum salam dan berpaling, semuanya hampir sama (lamanya). ” Inilah yang benar. Akan tetapi ada tempat do’a selain sujud yaitu setelah tasyahud.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan, beliau bersabda, “Kemudian setelah tasyahud, terserah padamu berdo’a dengan doa apa saja”. Maka berdo’alah ketika itu sedikit atau pun lama setelah tasyahud akhir sebelum salam. (Fatawa Nur ‘ala Ad Darb, kaset no. 376, side B).

Dari hadist tersebut jelas bahwa diperbolehkan berdoa di waktu sujud namun tidak melewatkan bagian lain, yakni shalat dengan jangka waktu yang sama lamanya diantara semua bagaian shalat seperti ruku’ dan duduk diantara dua sujud sehingga tidak kehilangan doa di bagian bagian istimewa tersebut. sebab seperti yang telah dijealaskna bahwa  semua bagian dari shalat memiliki arti yang sama pentingnya dan sama sama bernilai tinggi di mata Allah jika diucapkan dengan penuh penghayatan.

  1. Doa Waktu Sujud Terakhir Dikabulkan Allah

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah. Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 479].

Penjelasan dari hadit tersebut ialah Rasulullah menganjurkan umatnya untuk bersunggug sungguh dalam menjalankan bagian shalat manapun, seperti ketika ruku’, Rasululllah menganjurkan agar mengagungkan Allah dengan cara mengucap doa dan bacaan dengan penuh kesungguhan , juga ketika sujud, dianjurkan untuk bersungguh sungguh sebab pada waktu tersebut manusia paling dekat dengan Allah sehingga ketika bersungguh sungguh dalam berdoa akan dikabulkan oleh Allah.

  1. Berdoa yang Bersumber dari Al Qur’an

Sebagai umat islam yang dalam kehidupan sehari hari berdasar pada syariat pada Al Qur’an, tentu ketika berdoa juga wajib untuk mengutamakan mengucap doa yang ada pada Al Qur’an yang lebih mustajab dan juga terkadang merupakan doa dari orang orang shaleh terdahulu yang diabadikan dalam Al Qur’an, doa terbaik yang disarankan ialah yang terdapat dalam Al Qur’an diantaranya sebagai berikut.

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201). Doa tersebut merupakan doa yang luas, yakni tentang mendapat kebaikan di dunia dan di akherat sehingga apapun urusan yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan tersebut berupa kebahagiaan di dunia dan di akherat.

  1. Doa Untuk Istiqomah dalam Ibadah

Jangan lupa pula untuk memohon kepada Allah agar diberi rasa istiqomah dalam menjalankan ibadah sehingga akan lebih baik dan lebih rutin dalam menjalankan ibadah sehari hari dalam keadaan apapun entah itu keadaan susah dan senang ataupun di waktu sibuk dan di waktu senggang. “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).


  1. Meluruskan Niat

Setiap amalan tergantung pada niat. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907). Jelas dari hadit tersebut bahwa segala yang dilakukan akan mendapat hasil sesuai niat, jika melakukan doa di sujud terakhir dengan niat semata karena Allah untuk kehidupan akherat bukan hanya tentan duniawi semata maka orang yang berdoa tersebut akan mendapat kebaikan dari Allah.

Seperti yang disampaiakan salah seorang ulama Syafi’iyah, Az-Zarkasyi rahimahullah berkata, “Yang terlarang adalah jika dimaksudkan membaca Al Qur’an (ketika sujud). Namun jika yang dimaksudkan adalah doa dan sanjungan pada Allah maka itu tidaklah mengapa, sebagaimana pula seseorang boleh membaca qunut dengan beberapa ayat Al-Qur’an” (Tuhfah Al-Muhtaj, 6:6, Mawqi’ Al-Islam). Jelas bahwa niat dalam beribadah penting ketika berdoa.

Demikian artikel menngenai hukum berdoa ketika sujud terakhir, sekarang anda sudah memahami dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari hari bukan? semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. jangan lupa untuk selalu memperbanyak wawasan islami dengan membaca artikel di website kami yang membahas segala hal tentang islam secara lengkap. terima kasih sudah membaca, salam hangat dari penulis.

, , , , ,




Post Date: Wednesday 11th, April 2018 / 22:51 Oleh :
Kategori : Doa dan Dzikir