Hukum tidak Percaya pada Hari Akhir

Hari akhir adlaah hari dimana proses pengadilan dimulai menuju proses kehidupan yang kekal, pada hari tersebut, segalanya akan terbayar dengan adil sesuai dengan yang dilakukan selama di dunia, yang berbuat baik dan beribadah kepada Allah tentu mendapat kebaikan di surga, dan sebaliknya, azab menanti bagi orang orang yang senang berbuat zalim dan tidak menyembah Allah.

ads

Nah sobat, tentunya hal ini harus kita percaya sebab sudah ada ketentuan dan penjelasan lengkapnya dalam syariat islam, namun sobat, jika ada orang yang tidak percaya, bagaimana hukumnya? tentu keyakinan memang hak masing masing dan keyakinan adalah hidayah dari Allah. Untuk memahaminya lebih lanjut, yuk simak selengkapnya dalam ulasan berikut, Hukum tidak Percaya pada Hari Akhir.

1. Percaya Hari Akhir Termasuk Rukun Iman

Percaya dengan hari akhir dan dan hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram, hukumnya wajib bagi setiap muslim karena merupakan salah satu di antara enam rukun iman. Bahkan, di antara rukun iman yang enam, iman kepada hari akhir dan dan hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram merupakan salah satu yang banyak dibicarakan di dalam ayat-ayat makkiyyah dan yang banyak didakwahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal-awal masa kenabian beliau.

2. Percaya Hari Akhir adalah Hal Mendasar

Keimanan atau hikmah beriman kepada hari akhir dan dan hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram merupakan hal yang sangat penting dan paling mendasar di dalam Islam. Terdapat banyak sekali ayat yang menyatakan wajibnya percaya dengan hari akhir dan dan hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram.

Bahkan di dalam banyak ayat pula, Allah menyebutkan keimanan kepada Allah dan keimanan kepada hari akhir dan dan hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram secara bergandengan. Semisal dalam Surat An Nisa’ ayat 162, Allah berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari, orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar”.

Digandengkannya keimanan kepada Allah dan keimanan kepada hari akhir dan dan hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram menunjukkan betapa pentingnya keutamaan iman kepada hari akhir dan dan hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram di dalam Islam.

3. Tidak Percaya Kepada Hari Akhir Artinya Tidak Beriman Kepada Allah

Termasuk beriman kepada hari Akhir yaitu mengimani apa-apa yang dikabarkan (disampaikan) oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang apa-apa yang terjadi setelah kematian sesuai ayat tentang kematian dalam islam. Hukum beriman kepada hari Akhir adalah wajib. Allah dan Rasul-Nya sering menyebutkan tentang iman kepada Allah dan hari Akhir, hal ini menunjukkan pentingnya beriman kepada hari Akhir. Beriman kepada Allah berarti beriman kepada permulaan dan beriman kepada tempat kembali.

Orang yang tidak beriman kepada hari Akhir berarti ia tidak beriman kepada tempat kembali dan melakukan dosa besar dalam islam. Orang yang tidak beriman kepada hari Akhir berarti ia tidak beriman kepada Allah. Disebut sebagai hari Akhir karena tidak ada hari lagi setelahnya dan itulah akhir perjalanan hidup manusia. “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” [Ibrahim: 27]

4. Dalil yang Menguatkan Hukum tidak Percaya Hari Akhir adalah Dosa (Larangan)

  • Firman Allah SWT dalam QS Al –Anbiya [21]: 47 : dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat maka Tidak seorangpun dirugikan walau sedikitpun; sekalipun hanya sebesar biji Sawi, pasti kami akan mendatangkan (pahala). Dan cukuplah kami yang Membuat perhitungan.
  • Firman Allah SWT dalam QS Al-Insan [76]: 20 : dan apa bila kamu melihat( keadaan ) disana(surga), niscaya kamu akan Melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar

  • Firman Allah SWT dalam QS Al-Waqi’ah [56]: 56 : Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan“.
  • Firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah [2]:8 : Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”,padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Q.S. al Baqarah ayat 8)
  • Firman Allah SWT Al-Quran surat al-Taubah (9) ayat 8 : Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. al Taubah ayat 8)
  • Al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 69 :  Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. al Maidah ayat 69)
  • Al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 177 : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al Baqarah ayat 177)
  • Firman Allah SWT dalam QS. Az-zumar [39]: 68 : dan sangkakalapun ditiup maka matilah semua (makhluk) yang dilangit dan Dibumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali Lagi(sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun(dari kuburnya) Menunggu (keputusan Allah.
  • Firman Allah SWT dalam QS Taha[20]: 124 : dan barang siapa berpaling dari peringatanku maka sungguh, dia akan  Menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya nPada hari kiamat pada keadaan buta.

5. Kesimpulan Hukum Tidak Percaya pada Hari Akhir

Sebagai Muslim, kita harus ingat pada akan kematian karena cepat atau lambat, kita akan sampai pada kematian, dan mati itu sendiri bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru kematian itu adalah awal dari kehidupan yang panjang, yaitu kehidupan akhirat yang merupakan pertanggung jawaban dan hasil dari kehidupan dunia yang fana ini.

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja,” (QS. Al-Jatsiah: 24).

Sebab itu jelas ya sobat, bahwa hukum tidak percaya pada hari akhir adalah haram hukumnya sebab sudah banyak ayat Al Qur’an yang menjelaskan, seseorang yang tidak percaya hari akhir tandanya tidak percaya pada Al Qur’an dan tidak percaya pada Allah SWT.

  • Manusia wajib percaya hari akhir agar jauh dari segsara dunia akherat

Manusia yang tidak meyakini kehidupan akhirat akan mengakibatkan dirinya kepada jurang yang menyengsarakan dirinya di akhirat kelak. Akibat yang pertama manusia akan merasa bebas dengan aturan bahkan prinsip bebas yang akan dijalaninya, sehingga bisa menjadi faktor timbulnya kerusakan moral dan akhlak masyarakat.

  • Tidak percaya pada hari akhir mengakibatkan hidup hanya fokus pada duniawi

Akibat yang kedua pandangan yang akan dituju pada imblannya hanya bersifat duniawi, akibatnya segala sesuatu, baik atau tidak, bermanfaat atau mudharat selalu dilihatnya dari kaca mata duniawi, dari hal-hal yang sifatnya materi, sehingga sangat berkembang pemikiran dan prilaku yang menunjukkan sikap materialis.


  • Percaya pada hari akhir ialah wajib agar selalu mengingat kematian

Begitu pentingnya keimanan kepada adanya hari akhirat atau kehidupan sesudah kematian di dunia ini, maka setiap Muslim harus berusaha untuk selalu ingat kepada kematian. Salah satu alternatif kita bisa melakukannya dengan ta’ziah kepada orang yang mati, mengurus jenazah, ziarah kubur, menjenguk orang sakit, membaca riwayat hidup orang-orang yang bercita-cita tinggi untuk mati di

jalan Allah dan melaksanakan berbagai peribadatan di dalam islam merupakan di antara cara-cara untuk ingat akan mati. Pada kesimpulannya kematian pada seseorang merupakan nasihat pada kita bahwa cepat atau lambat kita pun akan mati seperti dia (orang yang meninggal).

Demikian yang dapat penulis sampaikan, sampai jumpa di artikel berikutnya ya sobat, Terima kasih.

, , , , ,




Post Date: Friday 07th, September 2018 / 07:52 Oleh :
Kategori : Hukum Islam
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Tukar Uang untuk THR Idul Fitri, Haram?

Kalau Sahur Jangan Buka Medsos, Mending Amalin Ini

Wajib Tonton ! Rekomendasi Film Religi Terbaik Pas Buat Nemenin Ramadhanmu