8 Keutamaan Menepati Janji Dalam Islam

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Janji adalah suatu ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan seseorang atau lebih untuk berbuat sesuatu(seperti berjanji akan memberi sesuatu, berjanji akan datang dan lain-lain), dan janji dapat juga diartikan sebagai pengakuan yang mengikat diri sendiri terhadap suatu ketentuan yang harus ditepati atau dipenuhi.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa janji adalah hutang, dan ungkapan tersebut benarlah adanya, karena Allah SWT. telah berfirman dalam (Q.S. Al-Maidah:1) :

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan padamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang ihram(haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.”

Dalam pengertian ayat tersebut jelas dikatakan bahwa orag-orang yang beriman harus menepati janji mereka, karena Allah telah menetapkan segala sesuatunya sesuai dengan yang Dia kehendaki dan hal tersebut demi kebaikan manusia.

Islam sebagai din yang baik dan sempurna selalu mengajarkan umatnya agar senantiasa berakhlak dan bersifat baik. Dan salah satu sifat baik tersebut adalah dengan menepati janji, baik janji terhadap sesama manusia ataupun janji terhadap Allah SWT.

Mengenai hal tersebut Allah SWT telah berfirman :

“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu(terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (Q.S. An-Nahl ayat 91)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa sebagai umat muslim yang taat kkita harus menepati janji, terutama janji kepada Allah SWT.

Lalu apa keutaaman bagi orang yang menepati janjinya menurut Islam?

Keutamaan Menepati Janji Menurut Islam

Ingkar janji dalam Islam adalah suatu perbuatan tercela dan merupakan ciri-ciri orang munafik dalam Islam. sebagaimana sabda Rasulullah SAW. dalam sebuah hadits :

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga : apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila dipercaya (di beri amanah) ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud dari hadits tersebut adalah, orang yang suka ingkar janji merupakan golongan orang yang munafik.

Dalam Islam, menepati janji juga memiliki beberapa keutamaan, diantaranya sebagai berikut :

  1. Tergolong dalam manusia berakal

Allah SWT. berfirman :

“Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal yang dapat mengambil pelajaran, yaitu orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian.” (QS. Ar-Ra’d ayat 19-20)

Maksud dari ayat tersebut adalah orang yang menepati janji merupakan orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah Allah turunkan kepada umatnya.

  1. Termasuk golongan Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW. bersabda :

“Orang yang merendahkan orang-orang Mukmin dan yang berjanji namun tidak menepati janjinya, mereka bukanlah golonganku dan aku bukanlah dari golongan mereka.” (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa orang yang suka merendahkan orang lain dan mengingkari janji, bukan termasuk golongan Rasulullah SAW.

  1. Mendapat kepercayaan

Orang yang senantiasa menepati janjinya maka ucapannya dapat dipercaya, sehingga orang tidak akan meragukan ucapan-ucapannya dan memberikan kepercayaan padanya. Misalnya teladan Rasulullah SAW : semasa hidupnya beliau merupakan orang yang selalu amanah, maka dari itu Khadijah binti Khuwailid tidak ragu untuk mempercayakan barang dagangannya kepada Rasulullah SAW. untuk dijual.

  1. Menjadikan Allah dan Rasul sebagai teladan

Sama halnya seperti Rasulullah yang selalu amanah, hal tersebut juga pasti ada dalam sifat Allah SWT.

Dalam (QS. Ar-Rum ayat 6), Allah SWT. berfirman :

“Sebagai janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”

Allah selalu menepati janji yang dia berikan kepada umatnya yang bertakwa dan taat kepada-Nya.

  1. Menempati Surga Firdaus

Allah SWT. berfirman dalam (QS. Al-Mu’minun ayat 8-11) :

“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya, serta orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisii surga Firdaus. Mereka kekal didalamnya.”

Dalam pengertian ayat diatas mengatakan, bahwa orang yang selalu menepati janji dan menjaga shalatnya merupakan orang yang akan mewarisi surga Firdaus, dan mereka kekal didalamnya.

  1. Bukan golongan orang munafik

Orang yang suka ingkar janji dalam Islam termasuk kedalam golongan orang yang munafik, seperti yang dikatakan dalam hadits  berikut :

 “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga : apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila dipercaya (di beri amanah) ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Termasuk golongan orang bertakwa

Allah SWT berfirman :

“Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran ayat 76)

Menepati janji merupakan salah satu sifat orang yang bertakwa. Dan sesungguhnya Allah SWT. menyukai orang-orang yang bertakwa.

  1. Tidak dimintai pertanggungjawaban baik di akhirat maupun di dunia

Allah SWT. berfirman dalam (QS. Al-Isra’) :

“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.”

Dalam ayat tersebut ada kalimat yang mengatakan ‘dan penuhilah janji, karena janji itu dimintai pertanggungjawaban’, maksudnya adalah setiap janji yang dibuat lalu diingkari, kelak diakhirat janji tersebut akan dipertanyakan oleh malaikat dan kita akan dimintai pertanggung jawaban atas janji-janji yang tidak ditepati.

Sebagai muslim yang baik sebaiknya kita selalu mengikuti apa yang telah Allah turunkan dan ajarkan melalui sumber syariat Islam dan dasar hukum Islam. Dan akan lebih baik jika kita juga menjadikan kisah teladan Nabi Muhammad SAW. sebagai panutan dalam hidup, agar senantiasa berakhlak dan bersifat baik seperti beliau.

 

Sekian, semoga bermanfaat (:

fbWhatsappTwitterLinkedIn