14 Larangan Menyia Nyiakan Waktu

Inilah nasehat berharga dari agama islam kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang menyia nyiakan waktu dan umurnya dengan sia sia. Kebanyakan kita saat ini hanya mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah, dan gemar melakukan hal yang sia sia yang membuat lalai dari mengingat Allah. Padahal kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan.

ads

Pada posting kali ini, kami akan menyajikan perkataan perkataan agama islam terdahulu mengenai menjaga waktu dan InsyaAllah nasehat ini sangat menyentuh qolbu. Semoga dengan merenungkan nasehat agama islam berikut, kita dapat menjadi lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia nyiakan waktu. 14 Larangan Menyia Nyiakan Waktu.

1. Menyesal jika tidak digunakan untuk beramal

Hasan Al Bashri mengatakan tentang amalan seperti keutamaan mengerjakan shalat di awal waktu, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya bagaikan hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.” (Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi) Waktu Pasti akan Berlalu, Beramallah

2. Kehilangan kesempatan

Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri tentang hukum membuang waktu dalam islam,. “Sesungguhnya engkau bagaikan hari yang dapat dihitung. Jika satu hari berlalu, maka sebagian darimu juga akan pergi. Bahkan hampir hampir sebagian harimu berlalu, namun engkau merasa seluruh yang ada padamu ikut pergi. Oleh karena itu, beramallah.” (Shifatush Shofwah, 1/405, Asy Syamilah) Waktu Bagaikan Pedang

3. Rugi dunia akherat

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan mengenai pentingnya menjaga waktu, “Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

4. Rugi jika diisi hal hal batik

Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia sia dan terancam masuk ke salah satu jenis neraka dalam islam, Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas,  “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain: Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal hal yang sia sia (batil).” (Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah) Waktu Berlalu Begitu Cepatnya

5. Tidak memiliki nilai kehidupan

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan tentang dosa yang berulang dalam islam yakni menyia nyiakan waktu, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih.

Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

6. Lebih buruk dari kematian

Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109) Janganlah Sia siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah.

7. Memutuskan kebaikan

Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah berkata,  “Menyia nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya”. [Al Fawaid hal 44]


8. Seperti orang yang kikir terhadap diri sendiri

Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.” Orang sukses dunia akhirat akan sangat menyesal jika waktunya terbuang percuma tanpa manfaat dan faidah. Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.” (Lihat Miftahul Afkar) Mereka juga pelit dengan waktu mereka, Hasan Al Bashri rahimahullah berkata, “Aku menjumpai beberapa kaum, salah satu dari mereka lebih pelit terhadap umurnya (waktunya) dari pada dirham (harta) mereka”(Al ‘Umru was Syaib no. 85)

9. Tidak memanfaatkan kenikmatan yang diberikan Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412)

10. Rugi ketika ditanya di hari akhir

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari Kiamat nanti dari sisi Rabb nya sampai ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan, dan (4) untuk apa dia belanjakan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah mengetahui ilmunya. (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah hadis no. 946)

Waktu adalah kesempatan untuk memakmurkan akhirat dan membangun kebahagiaan, atau sebaliknya waktu dapat digunakan untuk menghancurkan akhirat dan kesengsaraan yang panjang, karena mulianya waktu maka Allah bersumpah dengan bagian bagiannya, bahkan Allah bersumpah dengan waktu semuanya; malam juga siangnya.

11. Durhaka terhadap hari harinya

Dan barang siapa yang menyia nyiakan waktunya maka ia akan menyesali setiap detik darinya, dan siapa yang berlalu darinya sehari dari umurnya tanpa ada hak yang ia tunaikan, dan kewajiban yang ia laksanakan, atau ilmu yang ia dapatkan berarti ia telah durhaka terhadap harinya dan ia telah menyia nyiakan umurnya. (Lihat: Syekh Abdul Muhsin Al Qasim. Manfaatkan Waktu Anda Sebaik baiknya. Khutbah Jumat Masjid Nabawi tgl. 13 06 2014 M/15 08 1435 H).

Orang orang yang menyia nyiakan waktu adalah orang yang sangat merugi, karena ia kehilangan menit menit, jam jam yang berharga yang sebenarnya dapat ia gunakan untuk belajar, ibadah atau beramal saleh, dan menyebarkan nasihat kebaikan, amar makruf nahi mungkar.

12. Mengikuti godaan syetan

Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih) Sungguh, syaitan syaitan itu, dari golongan jin dan manusia, permainan atau hiburan hiburan itu, telah membuat orang orang melalaikan waktu, melalaikan diri dari mengingat Allah Ta’ala.

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan judi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).(QS. Al Maa’idah: 91) Hai orang orang beriman, janganlah hartamu dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang orang yang merugi.(QS. Al Munaafiquun: 9).

13. Tidak akan mampu mengembalikan

Orang orang yang menyia nyiakan waktu adalah orang yang sangat merugi, karena ia kehilangan menit menit, jam jam yang berharga yang sebenarnya dapat ia gunakan untuk belajar, ibadah atau beramal saleh, dan menyebarkan nasihat kebaikan, amar makruf nahi mungkar. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati untuk kebenaran dan nasihat menasihati untuk kesabaran.(QS. Al ´Ashr: 1 3)

Di dalam surat yang mulia ini Allâh Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan masa, dan ini menunjukkan pentingnya masa. Sesungguhnya di dalam masa terdapat keajaiban keajaiban. Di dalam masa terjadi kesenangan dan kesusahan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan. Jika seseorang menyian nyiakan umurnya, seratus tahun berbuat sia sia, bahkan kemaksiatan belaka, kemudian ia bertaubat di akhir hayatnya,

dengan taubat yang diterima, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan sempurna sebagai balasannya, berada di dalam surga selama lamanya. Dia betul betul mengetahui bahwa waktu hidupnya yang paling berharga adalah sedikit masa taubatnya itu. Sesungguhnya masa merupakan anugerah Allâh Ta’ala, tidak ada cela padanya, manusia lah yang tercela ketika tidak memanfaatkannya.

14. Hidup bertabur dosa dan tak bermanfaat

“Yang jelas, yang aku nasihatkan kepada saudara saudaraku agar mereka semangat untuk menjaga waktu waktunya, karena sesungguhnya waktu itu lebih mahal dari harta. Apakah kalian tidak membaca firman Allah Ta’ala:‘Sehingga apabila telah datang kematian ke salah seorang dari mereka, maka ia berkata: ‘Kembalikanlah aku. Semoga aku bisa kembali beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.’’


Dia tidak mengatakan: ‘Kembalikan aku agar aku dapat bersenang senang dengan dunia,’ namun dia mengatakan, ‘Semoga aku dapat beramal saleh terhadap apa yang aku tinggalkan,’ untuk menggantikan waktu yang telah ia lewati sebelum mati.” (Lihat: Asy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ’Utsaimin) Maka, Jadikan waktu waktumu bertabur pahala, bukannya bertabur dosa dan hal hal tak bermanfaat! Diriwayatkan bahwa ‘Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah berkata: Sesungguhnya malam dan siang bekerja terhadapmu, maka beramalah pada malam dan siang itu.

Seseorang berkata kepada ‘Âmir bin Abdul Qais rahimahullah, salah seorang tabi’i: “Berbicaralah kepadaku!” Dia menjawab: “Tahanlah jalannya matahari!” Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Aku tidak menyerupakan masa muda kecuali dengan sesuatu yang menempel di lengan bajuku, lalu jatuh”.

Abul Walid al Bâji rahimahullah berkata: “Jika aku telah mengetahui dengan sangat yakin, bahwa seluruh hidupku di dunia ini seperti satu jam di akhirat, maka mengapa aku tidak bakhil dengan waktu hidupku dan hanya kujadikan hidupku di dalam kebaikan dan ketaatan”.

, , , , ,




Post Date: Monday 12th, November 2018 / 23:20 Oleh :
Kategori : Info Islami