Mengenal Enam Putra Putri Abu Bakar Ash-Shiddiq Penyebar Islam

Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah salah satu sahabat yang sangatlah dicintai oleh Rasulullah. Ia adalah khalifah pertama yang diangkat setelah kematian Rasulullah. Selain sahabat, Abu Bakar Ash-Shiddiq juga merupakan mertua Nabi Muhammad atau ayah dari ‘Aisyah.

Selain ‘Aisyah, Abu Bakar Ash-Shiddiq juga mempunyai lima anak lainnya yang juga memiliki akhlak yang tak kalah hebatnya dari putrinya yang menikah dengan Rasulullah. Berikut ini adalah enam putra putri Abu Bakar Ash-Shiddiq yang sangat dicintainya:

1. Abdurrahman

Abdurrahman adalah anak pertama Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia juga merupakan saudara kandung dari ‘Aisyah dan anak dari Ummu Ruman. Nama lengkap dari Abdurrahman adalah Abdurrahman bin Abu Bakar Siddik bin Abu Quhafah Al-Qurasyi At-Tamimi. Abdurrahman terkenal dengan betapa kerasnya hatinya terhadap apa yang diyakininya.

Baca juga:

Ketika seluruh saudaranya telah memeluk Islam, ia justru bersikukuh dengan agama nenek moyangnya. Ia bahkan menjadi musuh bagi ayahnya sendiri dalam perang Badar dan Uhud. Namun Allah Maha Membolak-balik Hati, Abdurrahman pun akhirnya memeluk Islam dengan penuh keyakinan.

Ia bahkan tidak pernah absen dalam setiap pertempuran bersama Rasulullah. Salah satu kehebatannya yang paling terkenal adalah dalam perang Yamamah. Ia berhasil membunuh Mahakkam al Yamama, Komandan Jenderal pasukan Musailamah.

2. Abdullah

Abdullah adalah putra kedua Abu Bakar Ash-Shiddiq yang lahir dari istrinya yang bernama Qutailah. Berbeda dengan kakaknya, Abdurrahman, Abdullah memeluk Islam dengan lancar, namun sayang jalan dakwah yang dilakukan juga memiliki hambatan yang membuat Abu Bakar Ash-Shiddiq murka.

Abdullah memiliki istri yang amat sangat cantik bernama Atikah. Kecantikan Atikah membuat Abdullah begitu tergila-gila hingga ia hampir selalu absen dalam setiap dakwah Islam. Hal ini membuat sang ayah, Abu Bakar Ash-Shiddiq marah besar dan meminta Abdullah menceraikan Atikah dalam tiga hari.

Baca juga:

Abdullah pun menceraikan Atikah. Namun perceraian ini memberikan dampak buruk pada mentalnya. Ia menjadi sukar makan dan minum. Akhirnya Rasulullah membatalkan perceraian ini dan menyatukan mereka kembali. Abdullah pun berjanji akan selalu berusaha berdakwah setelah disatukan kembali dengan istrinya.

3. Muhammad

Anak ketiga dari putra putri Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Muhammad. Muhammad lahir dari istri Abu Bakar Ash-Shiddiq yang bernama Asma binti Umais. Namun Muhammad tidaklah dibesarkan oleh Abu Bakar, melainkan oleh Ali bin Abi Thalib. Hal ini dikarenakan Abu Bakar wafat saat Muhammad baru menginjak usia 3 tahun. Ali pun menikahi Asma dan mengasuh Muhammad dengan penuh kasih.

Muhammad bin Abu Bakar menjadi salah satu orang yang sangat dipercaya dan disayangi oleh Ali. Keteguhannya dalam membela Islam sangat kuat. Bahkan ia ikut menentang kebijakan Usman bin Affan yang dinilai banyak merugikan para sahabat. Ia juga diperkirakan ikut andil dalam kematian Usman saat itu.

4. Asma

Asma adalah anak dari Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mempunyai peranan sangat penting ketika Rasulullah hijrah. Ia menjadi pembawa makanan saat Rasul dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur. Ia bahkan merobek kainnya untuk diikatkan pada barang bawaannya.

Asma lahir dari Qutaila, istri Abu Bakar Ash-Shiddiq yang tidak mau masuk ke dalam Islam dan diceraikan oleh ABu Bakar. Asma menikah dengan Zubair, sepupu Rasul dan melahirkan anak Muslim yang pertama kali lahir setelah hijrah dan diberi nama Abdullah.

Baca juga:

Setelah peristiwa Karbala, Abdullah menyatakan diri menjadi khalifah di Mekah. Saat Umayah menyerbu Mekah, Abdullah mendatangi Asma yang telah berusia 80 tahun. Asma pun memberikan nasehat,

“Jika engkau yakin bahwa tujuanmu benar, engkau harus siap untuk mati karenanya. Jika sebaliknya, tujuanmu hanyalah keuntungan duniawi semata, maka engkau pasti bisa berkompromi dengan musuh-musuhmu.

Saat Abdullah meninggal dan mayat Umayyah digantung di gerbang kota, Asma mendatangi mayat anaknya, dan dia berkata dengan sedih,

“Penunggangnya masih menunggang kuda.”

5. ‘Aisyah

Selanjutnya, anak kelima dari putra putri Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Aisyah. Semua umat Muslim pasti tidak asing lagi dengan nama yang satu ini. ‘Aisyah adalah satu-satunya istri Rasulullah yang masih perawan.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dari Urwah bin az-Zubair bahwa Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

لم أعقل أبوي إلا وهما يدينان الدين

“Aku belumlah berusia baligh ketika kedua orang tuaku sudah memeluk Islam.”

‘Aisyah adalah istri yang sangat bijak dan cerdas. Kecerdasannya membuatnya menjadi wanita yang sangat dihormati dan diandalkan dalam penyebaran agama Islam.

Baca juga:

Atha bin Abi Rayah berkata,

“Aisyah radhiallahu ‘anha adalah orang yang paling fakih (paham agama). Seorang yang paling baik pandangannya dalam permasalahan umat.”

Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata,

“Tidaklah kami para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bingung dalam suatu hadits, niscaya kami bertanya kepada Aisyah, dan pasti kami dapati pengetahuan padanya tentang hal itu.”

6. Ummu Kulsum

Putri terakhir dari Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Ummu Kulsum. Ummu Kulsum adalah putri yang lahir dari Habiba binti Zaid Ansari setelah Abu Bakar wafat. Sebelum meninggal, Abu Bakar berpesan pada ‘Aisyah untuk mendidik adiknya tersebut jika ia meninggal. Dan benar saja, di bawah bimbingan ‘Aisyah, Ummu Kulsum tumbuh menjadi wanita yang sangat ahli dalam ilmu agama.

Ummu Kulsum pun menikah dengan Thalhah bin Ubaidillah ra. Namun kemudian menikah dengan Abdurrahman bin Ubaidullah, saudara suami pertamanya setelah kematian Thalhah. Demikianlah pembahasan mengenai putra putri Abu Bakar Ash-Shiddiq.