Hukum Investasi dalam Islam

Dalam prinsip ajaran Islam, investasi termasuk bagian dari aktifitas muamalah yang harus dilakukan setiap muslim. Sesuai firman Allah SWT : Perbuatan baik laksana satu bulir yang menghasilkan tujuh bulir. Dari tujuh bulir menghasilkan banyak bulir lainnya. Selain itu, Allah SWT berfirman : Hai orang yang beriman hendaklah kalian memperhatikan apa yang telah kalian usahakan (investasi) untuk hari esok.

ads

Fungsi investasi bukan hanya itu, investasi juga berguna menjaga keberlangsungan hidup manusia selama di dunia.  Agama Islam menganjurkan manusia melakukan investasi sejak dini. Sebagaimana Allah SWT melarang manusia melakukan perbuatan penimbunan uang.

Uang maupun harta benda yang dipunyai setiap muslim hendaknya diputar jadi sebuah roda kegiatan perekonomian supaya bersifat produktif memberikan keuntungan dan memberikan kemaslahatan bagi banyak orang dengan jalan berinvestasi. Investasi merupakan cara termudah memperbesar nilai harta tersebut yang berguna bagi orang tersebut, bangsa dan masyarakat.

Agama Islam menegaskan bahwa semua harta yang dipunyai seorang muslim hendaknya dipergunakan untuk kegiatan investasi. Seperti menanamkan modal dalam bidang usaha real yang produktif. Bahkan harta anak yatim pun diharuskan dimasukkan dalam portofolio produk investasi. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

”Barangsiapa yang mempunyai anak yatim. Adapun anak yatim tersebut mempunyai warisan uang atau harta benda maka orang yang memelihara anak yatim itu harus menginvestasikan harta anak yatim dengan cara bisnis atau usaha. Jangan sampai nilai hartanya sama bahkan berkurang terus karena zakat.”

Tampak jelas, ajaran agama Islam sangat menganjurkan setiap muslim yang memiliki harta benda dan uang agar melakukan investasi atas uangnya tersebut. Dan jalan investasi tersebut tidak bisa lepas dengan hukum Islam.

Hal di atas diperkuat dari sebuah hadits bahwa Nabi SAW telah bersabda :”Berikanlah satu kesempatan pada pemilik lahan untuk menggarap tanah miliknya melalui cara mereka. Dan apabila mereka tak memanfaatkannya maka ia hendaknya memberikan kepada orang lain supaya bisa dimanfaatkan dengan baik.” Kemudian khalifah Umar ra berkata bahwa barangsiapa yang memiliki harta uang maka ia harus gunakan untuk jalan investasi. Dan orang yang memiliki tanah harus memanfaatkannya.

Dari dalil di atas jelaslah, ajaran agama Islam melarang setiap pemeluknya membiarkan harta benda mereka tidak berkembang. Melainkan uang dan harta benda harus produktif menghasilkan uang dan harta benda lainnya.

Hukum Investasi dalam Islam

Sudah jelas bahwa hukum melaksanakan investasi adalah wajib yang mengacu kepada tuntunan sumber hukum Islam, Al Quran dan Sunnah. Allah SWT berfirman : Barangsiapa yang tidak berhukum kepada hukum Allah maka ia telah kafir. Adapun prinsip-prinsip dasar  investasi sebagai berikut :

  • Halal

Produk investasi mesti terbebas dari yang namanya unsur haram atau syubhat baik itu dalam jenis barang atau produk, macam usaha, jenis bisnis dll harus tak mengandung unsur haram dan syubhat. Misalnya usaha yang bersifat haram dalam investasi antara lain bisnis jasa finansial riba, usaha minuman keras, bisnis perjudian, dan lain sebagainya.


  • Terhindar dari Unsur Riba, Spekulasi dan Penipuan

Investasi yang dilaksanakan harus tak mengandung unsur bunga atau riba dan tak terlibat di dalamnya. Karena itu merupakan haram dalam agama Islam. Sebagaimana firman Allah SWT : Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Dan yang tak kalah penting, investasi mesti dikelola secara baik dan benar supaya tidak mengalami kerugian di lain waktu namun tetap menguntungkan setiap berjalan waktu.

Jenis Investasi Syariah yang Diperbolehkan dalam Islam 

Telah jelas di terangkan bahwa Allah SWT memberikan petunjuknya kepada kita dalam bentuk Al-Quran sebagai pedoman hidup yang harus di taati. Meskipun dalam islam sendiri kita dianjurkan untuk melakukan investasi syariah, namun juga terdapat asas sistem ekonomi dalam islam, cara dan tatanan serta jenis investasi syariah yang dipeebolehkan dalam islam.

Sebagai tambahan referensi bagi anda berikut 10 jenis investasi syariah yang diperbolehkan dalam islam. Simak selengkapnya.

1. Usaha atau Bisnis

Rasulullah SAW dikenal sebagai seorang saudagar dan pedangan yang termasyur. Karenanya dalam hal investasi syariah usaha dagang atau bisnis merupakan salah satu jenis investasi syariah yang  dianjurkan dan menjadi bentuk  transaksi ekonomi dalam islam . Bahkan Rasulullah sendiripun melakukan hal tersebut untuk dapat mengelola sumber kekayaannya. Sebagaimana dalam Al Quran Surat Al Ahzab ayat 21 disebutkan,

“Sungguh telah ada dalam diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap pertemuan dengan Allah dan Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” Maka contohlah investasi syariah usahq dan bisnis terbaik ala Nabi Muhammad Saw.

2. Menyewakan Lahan

Dalam Hadits HR Bukhori Nomor 2329 dan Muslim Nomor 1551 dijelaskan bahwa Rasulullah Saw menyerahkan kebun kurma dan ladang daerah Khaibar kepada bangsa Yahudi. Mereka menggarapnya dengan biaya sendiri.

Adapun perjanjiannya, Rasulullah Saw mendapatkan setengah dari hasil panennya. Ini merupakan investasi syariah yang paling cocok bagi anda yang memiliki lahan, sawah atau kebun yang tidak tergarap oleh anda. Dari pada tidak termanfaatkan maka anda bisa menyewakan kepad pihak lain yang membutuhkan. Sebagaimana seperti yang Rasulullah SAW contohnya diatas.

3. Ternak Hewan

Investasi syariah terbaik menurut Islam selanjutnya adalah ternak hewan. Anda pasti tahu bila Baginda Rasulullah adalah penggembala kambing. Beliau juga punya puluhan hewan unta yang bila dirupiahkan sekarang mencapai angka ratusan juta untuk satu ekor.

4. Emas

Emas merupakan salah satu bentuk investasi syariah paling menguntungkan. Selain itu, dalam islam sendiri investasi syariah emas diperbolehkan. Anda bisa membeli emas batangan langsung atau melalui penggadaian, kemudian pada saat harga emas naik, anda dapat menjualnya kembali. Investasi syariah ini sangat cocok dipilih sebagai bentuk investasi syariah jangka panjang. Emas sendiri memiliki harga yang relatif stabil. Meskipun begitu anda harus memperhatikan dan memiliki ketelitian serta kesabaran dan kecermatan dalam investasi syariah ini.

5. Properti

Meskipun tidak memiliki embel-embel syariah namun investasi syariah di bidang properti juga merupakan investasi syariah yang diperbolehkan. Bentuk properti ada berbagai macam, mulai dari tanah, bangunan, ruko, kost an dan masih banyak lainnya. Anda bisa menyewakan properti kepada mereka yang membutuhkan. Sehingga tentu anda akan mendapatkan keuntungan daripenyewaan tersebut.

6. Deposito Syariah

Deposito syariah merupakan sebuah mekanisme dimana nasabah menyetorkan sejumlah uang kepada bank. Kemudian dalam periode waktu tertentu uang tersebut akan menghasilkan bunga. Pada deposito syariah bunga yabg diberikan adalah dalam bentu pembangian hasil atau mudharabah.

Besar kecilnya nilai bagi hasil tersebut tergantung kepada seberapa untung lembaga keuangan tersebut dalam mengelola uang yang anda setorkan. Sehingga hal ini tidak tergolong kedalam riba. Karena secara jelas islam mengharamkan riba.

7. Investasi syariah Produk Perbankan Syariah 

Investasi syariah produk perbankan syariah menjadi salah satu investasi syariah yang halal dan diperbolehkan. Dalam hal ini, investasi syariah ini berbeda dengan produk perbankan konvensional. Karena anda akan menerima bentuk keuntungan dalam bentuk bagi hasil dan bukan bentuk bubga tetap. Tentunya hal ini, akan menghindarkan anda dari kegiatan riba. Sehingga anda bisa memilih satu satu jenis produk perbankan syariah untuk dapat dijadikan benruk investasi syariah.

8. Investasi syariah Tanah

Anda juga berinvestasi syariah pada produk tanah. Sebagaimana anda tahu bahwa tanah memiliki harga yabg cenderung naik setip tahunnya. Jika anda membeli sebidang tanah dengan harga murah, maka 10-20 tahun yang akan datang jika di jual maka harganya bisa naik 5 kali lipat. Bahkan jika lokasi tanah anda cukup strategis untuk membuka usaha maka harganya bisa lebih tinggi lagi.

9 Asuransi Syariah

Asuramsi syariah juga menjadi salah satu investasi syariah yang menguntungkan selanjutnya. Dalam asuransi syariah, anda masih memiliki hak kepemilikan atas uang yang anda setor. Sehingga kelak jika uang tersebut kembali kepada anda maka anda masih memiliki hak didalamnya. Berbeda dengan siatem asuransi konvensional dimana premi yang anda setorkan merupaka  hak mutlak perusahaan sehingga anda tidak memiliki hak dalam uang tersebut.

10. Sedekah

Sedekah tidak hanya menjadi bentuk investasi syariah di dunia, namun juga merupakan bentuk investasi syariah di akhirat. Sedekah sendiri memiliki banyak manfaat. Dalam pandangan Islam, jelas disebutkan dalam Al Quran, Allah akan melipatgandakan rezeki seseorang dengan memberikan sedekah atau sodaqoh. Sebagaimana firman Allah SWT berikut :


Orang yang menginfakkan harta di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan 70 tangkai pada setiap tangkainya terdapat 100 biji. Allah melipatgandakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.” ( Alquran Surat Al Baqarah ayat 261.)

Tentunya artikel di atas akan semakin menambah pengetahuan anda untuk dapat memilah milah investasi syariah yang masuk kategori halal atau diperbolehkan dalam islam. Dan juga investasi syariah yang dilarang sebagaimana hukum trading dalam islam , hukum saham dalam islam . Dan hukum jual beli saham dalam islam.

Sehingga akan menghindarkan anda dari praktek dan bentuk investasi yang tidak sesuai dengan kaidah islam serta bahaya riba . Sampai jumpa di artikel berikutnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , , , ,




Post Date: Monday 06th, May 2019 / 22:11 Oleh :
Kategori : Ekonomi
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Tukar Uang untuk THR Idul Fitri, Haram?

Kalau Sahur Jangan Buka Medsos, Mending Amalin Ini

Wajib Tonton ! Rekomendasi Film Religi Terbaik Pas Buat Nemenin Ramadhanmu