Hukum Bertakwa Kepada Allah SWT Beserta Dalilnya

Hukum Bertakwa Kepada Allah Swt, merupakan salah satu hukum yang perlu diketahui oleh seluruh umat musalim. Sebagaimana semua muslim yang ingin menjalani hidupnya di jalan Allah tentunya tujuannya mengharapkan ridho dari Allah SWT. Kunci agar mendapatkan ridho dan barokah dari Allah swt adalah tentu melalui jalan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

ads

Iman Islam dalam diri setiap muslim harus dibarengi dengan sifat  takwa.Dimana sifat taqwa ini ditunjukkan apabila seorang muslim percaya dengan keberadaan Allah, maka tentunya ia akan merasa takut kepada Allah, Itulah definisi dari takwa secara sederhana. Dalam arti luas, taqwa diartikan sebagai bentuk ketaatan manusia dalam menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Dengan menjalankan segala perintah Allah berarti taat dan patuh terhadap hukum Allah serta meninggalkan keraguan di dalam hati, dengan cara beramal soleh sesuai dengan Al Quran dan Sunnah. Berbicara mengenai taqwa, cakupan kajiannya akan luas. Sebab dalam hal ini maka setiap muslim haruslah mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilalakukan sebgaimana  cara mensyukuri nikmat allah.

Namun, tentunya bertaqwa sendiri merupakan kewajiban yang tak dapat diganggu gugat esensinya. Sebab dengan bekal ketaqwaan ini maka anda selaku umat muslim yang taa pasti akan mendapatkan hidup yang bahagia, tenteram , dan merasa damai berbeda dengan  hukum menghina lafadz Allah dan hukum mengajak orang masuk islam. Hukum Bertakwa Kepada Allah Swt, adalah sebuah kewajiban yang harus diemban oleh setiap umat muslim. Hal tersebut tertuang jelas dalam firman Allah SWT beikut ini :

۞لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلۡكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِي ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَٰهَدُواْۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِي ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ  ١٧٧

Artinya : “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 177)

Ketaqwaan kepada Allah swt tidak saja akan mendapatkan ridho dan pahala dari Allah swt. Melainkan ketaqwaan juga akan mendatangkan sumber rizki bagi umat muslim yang bertakwa. Allah SWT senantiasa  akan melapangkan rizki bagi mereka yang bertakwa sebgaimana manfaat ucapan alhamdulillah. Kenikmatan dan kebaikan yang diberikan oleh Allah kepada umat muslim yang beriman dan bertakwa tidak hanya di dunia melainkan di akhirat juga. sebagaimana dalam firman Allah SWT beikut ini.


وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا  ٣

Artinya “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.:” (QS. At Talaq : 3)

Dalam firmanNya Allah SWT juga menyataklan bahw akan melimpahkan rezeki yang berlimpah bagi penduduk yang negaranya berisi orang orang yang bertaqwa. Hal tersebut tertuang dalam hadist berikut ini :

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ  ٩٦

Artinya :” Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf :96 )

Tanda-tanda takwa lainnya dari seorang muslim yaitu ia tidak pernah meninggalkan sholat, selalu menolong orang-orang yang tidak mampu terutama fakir miskin dan menafkahkan sebagian hartanya dengan berzakat dan sedekah, bila berucap janji selalu ditepati, serta bersyukur bila mendapatkan kenikmatan dan bersabar bila mendapatkan cobaan sebgaimana cara menghadapi musibah dalam islam . Allah swt berfirman

الٓمٓ  ١ ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ  ٢ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ  ٣ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ  ٤

Artinya : “Alif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,  (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.,  dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Albaqarah 1-4).


Bertqwa kepada Allah SWT bukan hanya kewajiban namun juga merupakan sebuah perintah yang turun langsung dari Allah SWT. Bahkan dalam Al-Quran sendiri ada banyak sekali ayat ayat yang menegaskan akan hal ini. Berikut beberapa firman Allah SWT mengenai perintah dan kewajiban untuk bertaqwa kepada Allah :

ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ  ٢

Artinya “ Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (QS. Albaqarah :2)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ  ٢١

Artinya : “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah :21)

وَءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلۡتُ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَكُمۡ وَلَا تَكُونُوٓاْ أَوَّلَ كَافِرِۢ بِهِۦۖ وَلَا تَشۡتَرُواْ بِ‍َٔايَٰتِي ثَمَنٗا قَلِيلٗا وَإِيَّٰيَ فَٱتَّقُونِ  ٤١

Artinya : “Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:41)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ  ١٨٣

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” ( QS. Al-Baqarah:183)

بَلَىٰۚ مَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ وَٱتَّقَىٰ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَّقِينَ  ٧٦

Arinya : “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Imran : 76).

Itulah tadi, Hukum bertakwa kepada Allah SWT beseerta dalilnya. Semoga dapat bermanfaat.

, , ,




Post Date: Friday 16th, November 2018 / 02:26 Oleh :
Kategori : Hukum Islam