Hukum Sebab Akibat dalam Islam

Siapa yang berbuat dia yang bertanggung jawab, apa yang ditanam itulah yang dituai. tentu sobat sudah sering mendengar pepatah tersebut dimana artinya ialah apa yang dimiliki atau didapat seseorang adalah hasil dari perbuatannya sendiri, jika ia berbuat baik maka

ads

akan mendapat kebaikan dan sebaliknya, sebab itulah diciptakan jenis surga dalam islam untuk orang yang berbuat baik, itulah yang disebut dengan hukum sebab akibat. Nah sobat, bagaimana hukum tersebut menurut islam, berikut selengkapnya, Hukum Sebab Akibat dalam Islam.

Hukum Sebab Akibat dalam Islam Menurut Al Qur’an dan Hadist

1. “ Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun , tetapi manusia itulah yang berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri.” ( Yuunus , 10 : 44 ) , “ Hai manusia , sesungguhnya kezaliman-mu akan menimpa dirimu sendiri dalam kesenangan kehidupan dunia , kemudian kepada Kami tempat kembali-mu , lalu Kami kabarkan kepada-mu apa yang telah kamu kerjakan 2. “ Tiap-tiap diri akan diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dia perbuat , sedang mereka tidak dianiaya “ ( Aali ‘ Imran , 3 : 161 ) ,

2. “ Dan apa saja yang yang kamu nafkahkan dari pada harta , maka ( kebaikan -nya ) adalah untuk diri kamu sendiri. Dan tidaklah kamu nafkahkan sesuatu melain -kan karena mengharapkan ridho Allah. Dan apa saja yang kamu nafkahkan diantara hartakamu , niscaya disempurnakan Allah balasannya kepada – mu sedang kamu tidak dianiaya “ ( Al Baqarah , 2 : 272 & 207 )

3. “ Dan masing –masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhan – mu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. “ (Al An’am , 6 : 132 )

4. “ Apa sajak ebaikan yang engkau peroleh adalah dari sisi Allah , dan apa saja bencana yang menimpa engkau adalah dari kesalahan dirimu sendiri.” ( An Nisaa’ , 4 : 79 ) ,“ Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik diatasnya maupun dibawahnya melainkan sebagai akibat dosanya.

Sebenarnya Allah telah banyak memaafkan banyak dosa-dosanya. Lalu Rasulullah saw. membacakan ayat 30 dari surat Asy Syuura yang berbunyi ,“ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebakan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan -kesalahanmu ) “ ( Abu Dawud )

5. “ Dan apa – apa yang menimpa kamu dari musibah , maka disebabkan usaha tangan-mu ; dan DIA memaafkan banyak ( kesalahan-kesalahan kamu ) . “ ( Asy Syuuraa , 42 : 30 – 31– 32 – 33 )

6. “ Dan Allah tidak menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. “ (Aali’Imran , 3 : 117 ) , “ Dan tiadalah kamu diberi balasan melainkan apa yang telah kamu kerjakan. “( Ashshaaffaat ,37 : 39 )

7. Katakanlah, “ Jika aku sesat , maka sesungguhnya aku menyesatkan diriku , dan jika aku memperoleh petunjuk , maka disebabkan wahyuTuhanku kepadaku. Sesungguhnya DIA Maha Mendengar lagi Maha dekat.” ( Saba , 34: 50 , An Nahl , 16 : 125 )


8. “ Maka merekaditimpa kejahatan ( balasan ) apa – apa yang telah mereka kerjakan dan mereka diliputi ( siksaan ) apa-apa yang mereka olok-olokan.” ( An Nahl , 16 : 33 – 34 )

9. “ Barang siapa beramal soleh , maka untuk dirinya sendiri , dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan maka atas dirinya sendiri ,kemudian kamu dikembalikan kepada Tuhan-mu.” ( Al Jaatsiyah , 45 : 15 ) , “Jika kamu berbuat baik , maka kebaikan itu untuk kalian sendiri , dan jika kamuberbuat jahat , maka kejahatan itu akan kembali kepada dirimu sendiri “ (kehancuran yang kalian peroleh pada akhirnya ) ( Al – Isra , 17 : 7 )

10. “ Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah – Nya , takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. “ ( An Nur , 24: 63 ) (takut kepada azab yang pedih = jenis neraka dalam islam )

11. “ Dan bagi Allah apa yang dilangit dan apa yang dibumi ,agar DIA memberi balasan orang-orang yang berbuat kejahatan , dengan apa-apa yang mereka kerjakan , dan memberi balasan orang-orang yang berbuat kebaikan dengan yang paling baik. (surga) “ (An Najm , 53 : 31 )

12.“ Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang seberat zarrah , dan jika ada kebaikan ( seberat zarrah ) niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberi pahala yang besar dari sisi-Nya. ( An Nisaa’ , 4 : 40 )( Luqman berkata ) , “ Hai anakku sungguh jika ada ( kebaikan ) seberat biji sawi , kemudian tersimpan dalam batu atau di langit maupun di bumi, niscayaAllah akan mendatangkan ( balasan ) nya. Sesungguh nya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.” ( Luqman , 31 : 16 ).

Hikmah yang Bisa Diambil

1. Merujuk dari Hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala . yang terdapat pada ( Al Qashash , 28 : 84 ) maka manusia itu harus waspada akan kejahatan yang ia lakukan dan takut akan dosa besar dalam islam, baik secara terang – terangan ataupun tersembunyi , baik kejahatan yang ia lakukan kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain , Allah Mengetahui-nya –dan pasti akan mendapat balasan yang setimpal , karenanya jauhkan diri

dari perbuatan Jahat ,Dzalim , dosa paling berat dalam islam atau maksiat. Dan Dekatkanlah diri kita sedekat-dekatnya kepada segala perbuatan baik , sebagai -mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu sangat dekat dengan kita , lebih dekat dari urat leher kita. Karenanya saudaraku carilah dan dapatkan ilmu

dan hidayah dalam amal Ikhlas bagaimana kita bisa dekat dan membina hubungan baik dengan Tuhan kita Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar mendapat kasih sayang Allah kepada hambaNya . yang dengan nya kita akan memperoleh jalan dalam amal menuju kepada kesempurnaan didalam membina hubungan baik dengan sesama kita manusia dan makhluk-Nya yang lain dalam ridho / Rahmat-Nya.

2. “ Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurna – kan hubungannya dengan manusia . Barang siapa memperbaiki apa yang dirahasia -kannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya(terang-terangan) ( HR.Al Hakim )

3. Jangan sedikit – sedikit menyalahkan orang lain atau menyalahkan” setan “ ( baik setan Jin atau manusia) dengan keburukan yang menimpa kita ,semua itu tetap kesalahan dari kita sendiri , mengapa kita mau saja ditipu oleh-nya , bahkan ia ( setan ) dengan gampangnya berkelit sebagai mana yang tertulis didalam kitab-Nya sebagai berikut ,

Dan setan berkata takala perkara telah diputuskan , (hari perhitungan / hisap ) , “ Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kamu janji yang benar dan akupun telah menjanjikan kepada kamu tetapi aku menyalahi-nya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kamu ,melainkan aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruan-ku , maka janganlah kamu mencerca aku , tetapi cerca-lah dirimu

sendiri. Aku tidak dapat menolong kamu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak mem – benarkan perbuatan-mu mempersekutukan-ku sejak dahulu. Sesungguh – nya orang-orang yang dzalim itu mendapatkan siksaan yang pedih .( Ibraahim , 14 : 22 ) ,


( Keadaan mereka ) seperti setan ketika berkata kepada manusia, “ Kufurlah. “ Makatakala ( manusia) itu kufur , ia berkata sesungguhnya aku berlepas diridaripada-mu . Sesungguhnya aku ( setan ) takut kepada Allah Tuhan semesta Alam“. ( Al Hasyir , 59 : 16 ) ,  Keadaan sifat setan ini mirip dengan sifatnya orang munafik dan orang kafir , karenanya setan dan orang munafik keduanya ada di dalam neraka yang kekal ( Al Hasyir , 59 : 17 )

Nah sobat, sebab itu, lakukanlah hal yang baik kondisi appaun yang sobat alami, kepada Allah dan kepada semua makhluk Allah di semesta alam ini, apapun balasannya kepada kita, jikalaupun mendapat ujian sesuatu yang memberatkan misalnya berbuat baik namun dibalas dengan kejahatan, maka itu bukan urusan kita, melainkan urusan orang jahat tersebut dengan Allah, dan kita yang berbuat baik akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akherat yang kekal.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan yang bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

, , , , ,




Post Date: Wednesday 17th, October 2018 / 04:13 Oleh :
Kategori : Hukum Islam
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Sehabis Imsak masih boleh makan? Beneran?

Kalau Sahur Jangan Buka Medsos, Mending Amalin Ini

Wajib Tonton ! Rekomendasi Film Religi Terbaik Pas Buat Nemenin Ramadhanmu