11 Pertanyaan yang Harus Ditanyakan Saat Melamar Seseorang

Pernikahan adalah menyatukan seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Dalam islam sendiri mengenai pernikahan sendiri juga sudah terdapat pada ayat alqur’an. Pernikahan sendiri juga dapat menghindarkan diri dari fitnah. Apalagi bagi para pasangan yang sedang di mabuk cinta. Kalau sudah ada benih-benih cinta, alangkah baiknya untuk segera melamar. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan dari zina. Atau bujukan setan bisa sering muncul nantinya.

ads

Namun, ada juga sebelum menikah yaitu khitbah. Untuk khitbah belum bisa dianggap muhrim ya. Baiklah masuk ke pokok masalah, setiap seseorang datang melamar tentu biasanya akan muncul pertanyaan yang harus ditanyakan saat melamar atau bahkan sebelum menerima lamaran tersebut. Berikut dibawah ini pertanyaan yang harus ditanyakan saat lamaran.

1. Agama yang dianutnya

Perkembangan zaman saat ini begitu cepat, sehingga beberapa cerita bermunculan saat lamaran tak seagama dikhawatirkan akan murtad dari agamanya. Oleh karena itu ketika datang melamar maka pertanyaan mengenai agama itu penting. Sebab agama adalah nasihat, Rasullullah pernah bersabda :

Agama adalah nasihat bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, iman kaum muslimin & kaum muslimin pada umumnya ”( hadis shahir riwayat muslim)

Penting mengetahui agama, kedua mempelai pasangan. Agar tidak terjadi kesenjangan karena perbedaan agama masing – masing individu. Terlebih jika keduanya seagama akan mudah dalam melakukan prosesi pernikahan dan pedoman dalam membangun rumah tangga.

2. Siapkah seorang wanita memiliki Suami

Menikahlah dengan laki-laki yang benar-benar pantas untukmu. Bukan karena umur melainkan karena dia adalah orangnya. Sebagai seorang wanita yang akan memiliki seorang suami tentu alangkah baiknya untuk mempersiapkan diri sebelum menerima lamaran. Dengan berpikir matang – matang agar memiliki keputusan yang baik kedepannya.

Baca juga :

3. Alasan memilih pasangan

Pertanyaan yang harus ditanyakan saat melamar berikutnya adalah alasan memilih pasangan untuk menikah. Dalam beberapa film islam hal ini tentu seringkali digambarkan, karena alasan memilih pasangan biasanya akan membuat mantap hati seseorang. Entah itu mertua atau keluarga masing-masing mempelai. Berikut salah satu alasan yang saya kutip dari Film Air Mata Surga secara singkat :

Alasan saya memilih dia, karena saya merasa dia adalah ranting paling indah. Karena bila saat saya mengambil ranting itu perasaan saya masih biasa, namun diperjalanan dalam hati saya timbul rasa sayang, dan lama-kelamaan saya jatuh cinta


4. Siapkah seorang laki-laki memiliki istri

Laki-laki yang akan memiliki istri, harus siap untuk bertanggung jawab menghidupi keluarga dan istrinya. Menanyakan hal ini sepertinya akan membantu memantapkan hati seorang laki-laki dalam membina rumah tangga. Apalagi dengan memiliki istri di kehidupannya nanti. Beberapa hadis juga mengungkapkan bahwa sebenarnya jika anda miskin maka menikahlah. Menikah juga merupakan tanda kekuasaan Allah, seperti pada Surah Ar-rum ayat 21 yang artinya:

“Dan diantara tanda – tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri –isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”

5. Mahar yang akan diberikan

Mahar yang dimaksud disini berkaitan dengan syarat yang diberikan oleh pihak perempuan maupun pihak laki-laki. Mengenai hal ini suatu hadis juga mengungkapkan bahwa mahar adalah syarat dalam nikah yang harus ditepati. Hadist tersebut berbunyi :

Uqban bin Aamir r.a berkata : Rasullullah pernah bersabda : Syarat yang layak ( harus) ditepati ialah diadakan mahar untuk menghalalkan farji ( yakni dalam perkawinan). (Bukhari,Muslim )

Baca juga :

Mahar sendiri biasanya ditentukan oleh kedua belah pihak sesuai dengan kesanggupannya masing-masing. Tidak ada patokan pasti mengenai mahar itu sendiri.

6. Silsilah keluarga

Pertanyaan yang harus ditanyakan saat melamar seseorang yang sering dilakukan adalah mengenai silsilah keluarga. Silsilah keluarga atau susunan keluarga harus secara jelas. Mengapa demikian? Karena di agama islam memiliki beberapa larangan tentang menikahi seorang wanita atau pria yang sedarah atau sesusuan. Karena dikhawatirkan akan tidak baik untuk ke depannya. Mengetahui secara jelas susunan keluarga tersebut akan dapat menghindarkan dari hal yang tidak ingin terjadi di kemudian hari.

7. Siapkah membangun rumah tangga

Membangun rumah tangga bukanlah perkara yang muncul hanya sekali mengedipkan mata. Butuh proses dan tahap-tahap yang perlu dilalui sehingga menanyakan seputar siap berumah tangga. Biasanya ditujukan agar pasangan siap untuk menerima kelebihan, kekurangan dan bahkan mengatasi permasalahan keluarga secara bersama – sama. Membangun rumah tangga biasanya akan mendatangkan banyak pahala dan menghindarkan diri dari zina. Ketika seorang laki-laki datang maka suatu hadis juga akan mengatakan seperti ini

“Jika ada seorang laki-laki yang baik akhlaknya maka nikahkanlah ia. ” ( HR.Tirmidzi)


8. Pekerjaan yang dimiliki

Terkait pekerjaan biasanya hal ini akan ditanyakan pada pihak laki-laki. Karena melalui pekerjaannya ini seorang keluarga akan mengerti seberapa mampu dia menghidupi keluarganya nanti. Tapi sebenarnya mengenai harta juga telah ada pada ayat suci al-qur’an. Dimana ayat tersebut berisikan :

“Dan nikahkanlah orang – orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika miskin maka Allah akan mengkayakan mereka dengan karunianya. Dan Allah maha luas (pemberiannya) dan Maha mengetahui ” (Surah An-Nuur ayat 32)

Maka sebagai umat muslim bila akan menikah tidak perlu nanti akan terlalu khawatir mengenai rejeki, karena rejeki sebenarnya sudah ada yang mengatur.

Baca juga :

9. Persetujuan kedua belah pihak

Persetujuan kedua belah pihak ini sangatlah penting, jangan sampai menikah tanpa membawa restu kedua orang tua. Karena Ridho allah adalah Ridho orang tua. Membangun rumah tangga dengan persetujuan kedua belah pihak akan dapat membangun tali silahturahmi yang erat sekarang maupun  dikemudian hari.

10. Siapkah pasangan tersebut menerima kekurangan masing-masing

Membangun bahtera rumah tangga, perlu adanya rasa toleransi dan saling mengerti. Ketika dilanda masalah dalam rumah tangganya maka akan dilalui bersama- sama. Dan biasanya menerima kekurangan masing-masing belum tentu mudah bergantung pada individu tersebut.

11. Saksi Pernikahan

Suatu pernikahan dianggap sah apabila seorang saksi mengatakan bahwa pernikahan itu sah. Saksi sendiri juga telah diatur dalam agama islam. Hingga ijab Kabul pun seharusnya satu kali tarikan napas tanpa ada yang salah kata. Memilih secara tepat siapa saksi dalam pernikahan akan sangat membantu agar pernikahan benar – benar sah di hadapan para tamu undangan dan sah dihadapan Allah.

Kesimpulannya, pertanyaan yang harus ditanyakan saat melamar merupakan suatu hal yang nantinya juga akan menentukan bagaimana anda nanti dalam membina rumah tangga. Setiap akan memutuskan menikah dan bingung untuk menentukan pilihan dengan sholat istikharah akan membantu anda. Tapi apapun permasalahan atau pertanyaannya nanti saat melamar disarankan untuk berdoa kepada pemilik hati terlebih dahulu.

Tak perlu khawatirkan modal atau rezeki karena dengan menikah Allah akan mengkayakan karunianya. Agar yang diinginkan bisa terkabul dan terlaksana. Jangan lupa juga bagi  jika sudah menikah bagi istri akan keluar rumah terdapat adab istri keluar rumah dan artikel mengenai adab keluar rumah bagi para istri. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada salah kata dan ucapan. Terimakasih

, ,




Post Date: Monday 18th, March 2019 / 07:26 Oleh :
Kategori : Info Islami