13 Cara Menolak Cinta Lelaki Dalam Islam dan Dalilnya

Remaja jaman sekarang semakin berani untuk melakukan hubungan yang lebih dekat dengan lawan jenis atau disebut pacaran. Padahal seperti yang kita ketahui, bahwa sebenarnya tidak ada istilah pacaran dalam Islam. Bahkan Islam melarang pacaran  karena disamakan dengan zina dalam Islam. Sebagaimana firman Allah:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al Isra’: 32)

Ada beberapa wanita yang tergoda dengan ajakan pacaran maupun rayuan dari lelaki sehingga mengikuti ajakan mereka, padahal itu termasuk dosa wanita yang paling dibenci Allah bahkan termasuk dosa besar dalam Islam. Tapi tak sedikit pula wanita yang memiliki keimanan yang kuat untuk menolak lelaki. Kewajiban wanita dalam Islam adalah menjaga harga dirinya dengan menolak cinta lelaki yang mengajak pacaran, berikut adalah 13 cara menolak cinta lelaki dalam Islam:

1. Tidak menanggapinya

Jika ia gencar menghubungi Anda dengan maksud mengajak pacaran, maka ada baiknya untuk tidak menanggapinya. Biarkan saja semua telepon, SMS, atau chat lainnya menerpa Anda. Jangan ditanggapi sekali pun. Lama kelamaan ia akan bosan dan berhenti mengganggu Anda. Tapi jika Anda merasa sangat terganggu, sebaiknya Anda blokir saja nomor dan media sosialnya.

2. Jangan memanfaatkan

Terkadang ada beberapa wanita yang memang tidak ingin melakukan hubungan khusus tapi justru memanfaatkan ketertarikan sang lelaki untuk keuntungannya. Perbuatan seperti ini sama saja dengan menyakiti orang lain, sedangkan hukum menyakiti hati orang lain dalam Islam adalah tidak boleh. Bahkan hal ini termasuk hal-hal yang menghapus amal ibadah.

3. Tidak membahas kehidupan pribadi

Berbicaralah seperlunya dengan lelaki tersebut. Jangan biarkan ia mengetahui kehidupan pribadi Anda lebih jauh. Lelaki yang terlalu dibiarkan mengetahui kehidupan pribadi Anda hanya akan merasa bahwa Anda memiliki perasaan kepadanya.

4. Selalu mengajak orang ketiga

Jangan pernah berduaan dengan lelaki yang bukan muhrim. Dengan lelaki yang sudah melakukan khitbah dalam Islam saja, Anda tidak dibolehkan, apalagi dengan lelaki yang belum jelas memiliki tanda-tanda jodoh dari Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Dari Ibnu Abbas r.a bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah sekali-kali sa-lah seorang diantara kalian bersembunyi-sembunyi dengan perempuan, kecuali disertai muhrimnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Mengatakan bahwa Anda mencari jodoh dengan menikah

Katakan langsung bahwa Anda tidak mencari jodoh dengan jalan pacaran, tapi dengan menikah dalam Islam karena cinta menurut Islam hanya tumbuh setelah menikah.

6. Sibukkan diri dengan ibadah

Jangan pernah terpengaruh dengan ajakan cinta lelaki.  Alangkah lebih baik jika Anda terus meningkatkan keimanan agar semakin kuat dalam menolak cinta dari lelaki yang tidak baik.

7. Ajak untuk lebih dekat kepada Allah

Ketika seorang lelaki mengajak Anda pacaran,  maka sebaiknya berikan penjelasan bahwa pacaran sama dengan melakukan dosa yang tak terampuni.  Anda pun bisa mengajaknya untuk sama-sama lebih banyak beribadah.

8. Jaga jarak

Selain mengabaikan segala kontak dari lelaki yang Anda tidak sukai, hindari pula bertemu dengannya. Jaga jarak seaman mungkin agar ia tidak mempunyai kesempatan mendekati Anda lagi.

9. Jangan pernah katakan lebih baik berteman

Jika Anda berniat menolak, maka tolak dengan tegas. Jangan menggantungnya dengan harapan palsu. Pernyataan lebih baik berteman justru aka membuatnya merasa ada harapan di kemudian hari.  Tidak ada pergaulan dalam Islam yang membenarkan pertemanan lelaki dan wanita lebih jauh.

10. Gunakan pakaian yang lebih tertutup

Mungkin saja lelaki yang menawarkan cinta pada Anda tergoda karena kesalahan Anda sendiri. Untuk itu, cobalah gunakam pakaian yang lebih tertutup lagi. Bahkan jika perlu gunakan cadar agar ia sadar bahwa Anda telah menutup diri dan kesempatan untuk lelaki. Hukum wanita bercadar juga merupakan suatu sunnah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.

Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (Q.S Al Ahzab : 53)

Baca juga:

11. Tolak dengan dalil

Katakan dengan tegas bahwa Anda tidak bbisa menerima cintanya. Teagskan dengan dalil dari Al Quran dan As Sunnah. Ia pasti akan segera mundur dan tidak akan kembali lagi.

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(Q.S. Al Israa’: 32)

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: ” pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.S. An Nur:24)

12. Berdoa

Mintalah kepada Allah untuk meneguhkan hati agar terus berada di jalan-Nya dan tidak berpaling atau tergoda dengan bisikan setan. Karena sebaik-baik pertolongan adalah dari Allah SWT.

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِىٓ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Ali Imran : 147)

13. Jangan umbar perasaan

Jika Anda telah menolak cinta seorang lelaki, maka sebaiknya jangan menghubungi atau mengumbar perasaan lagi. Jadilah orang yang menjaga malu dan jangan berikan perhatian sama sekali, bahkan walaupun sekedar memberikan ikon like di media sosialnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”(H.R.Bukhari)

Demikian beberapa cara menolak cinta lelaki dalam Islam dan Dalilnya