9 Hari yang Dilarang Puasa dalam Islam

Dalam Islam, ada beberapa hari yang merupakan larangan untuk melakukan puasa. Puasa sendiri adalah rukun Islam yang keempat dan sebagai seorang muslim, maka melaksanakan puasa merupakan wajib hukumnya. Akan tetapi dalan pelaksanaan puasa juga harus dilaksanakan dengan peraturan yang ada. Selain puasa Ramadhan yang menjadi puasa wajib, ada beberapa puasa sunnah yang bisa dilakukan umat muslim. Dalam Islam juga terdapat beberapa hari yang menjadi larangan untuk melakukan puasa dan puasa tidak bisa dilakukan setiap hari sebab ini sudah menjadi larangan yang diberikan oleh Allah dan juga rasulrasul-Nya, berikut kami berikan penjelasan selengkapnya mengenai hari yang dilarang puasa.

ads

Artikel terkait:

  1. Puasa Hari Raya Idul Fitri

Idul Fitri adalah hari kemenangan untuk seluruh umat muslim di dunia yang dimana sudah selama 1 bulan penuh menjalankan puasa Ramadhan. Puasa yang dilaksanakan pada hari raya Idul Fitri ini merupakan puasa yang haram hukumnya, meskipun tidak ada yang bisa dimakan, akan tetapi tetap tidak diperbolehkan berniat untuk puasa.

  1. Puasa Hari Raya Idul Adha

Pada tanggal 10 Dzulhijah adalah hari raya untuk semua umat muslim dan pada saat tersebut juga, umat muslim disunahkan untuk menyembelih hewan kurban serta menyantapnya sehingga sangat diharamkan untuk berpuasa pada hari raya Idul Adha.

  1. Puasa Hari Tasyrik

Larangan puasa lainnya adalah pada hari tasyrik yang jatuh dalamm 3 hari berturut-turut sesudah hari raya Idul Adha yakni tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah. Dari riwayat Abu Hurairah r.a, Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah agar mengelilingi Kota Mina serta menyampaikan jika, “Janganlah kamu berpuasa pada hari ini karena ia merupakan hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.”

Artikel terkait:

  1. Puasa Hari Jumat Dengan Khusus

Umat Islam memiliki pandangan jika hari Jumat adalah hari libur untuk umat muslim sehingga agama juga melarang kita untuk melakukan puasa di hari Jumat tersebut dengan khusus. Apabila ingin berpuasa, maka berpuasalah di hari Kamis yang merupakan hari sebelum Jumat. Puasa pada hari Jumat diperbolehkan jika ingin menunaikan puasa wajib, mengqodho’ puasa wajib, membayar kafaroh atau tebusan serta ganti sebab tidak mendapat hadyu tamttu. Selain itu juga diperbolehkan apabila bertepatan dengan puasa Daud dan juga bertepatan dengan puasa sunnah lain seperti puasa Asyura, puasa Syawal serta puasa Arofah.

  1. Puasa Hari Sabtu

Selain hari Jumat, hari Sabtu juga menjadi hari larangan puasa sebab ini merupakan rutinitas orang Yahudi. Rasulullah juga melarang kita untuk melaksanakan puasa pada hari Sabtu kecuali jika sedang melaksanakan puasa wajib seperti puasa bulan Ramadhan.


  1. Puasa Hari Syak

Puasa di hari Syak juga merupakan hari dimana puasa dilarang untuk dilaksanakan.Hari Syak merupakan tanggal 30 Syakban dan apabila ragu sebab awal bulan Ramadhan yang belum terlihat hilalnya, maka ketidakjelasan itulah yang dinamakan dengan syak dan menurut syar’i umat muslim merupakan hari larangan untuk berpuasa. Berpuasa pada hari tersebut diperbolehkan apabila untuk mengqodho puasa Ramadhan dan juga bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti puasa Senin Kamis dan juga puasa Daud.

Artikel terkait:

  1. Puasa Sepanjang Masa

Tidak ada anjuran atau saran bagi umat muslim dalam melakukan puasa sepanjang tahun. Akan tetapi sebagai solusi maka kita diperbolehkan untuk melakukan puasa Daud yaitu sehari berpuasa, sehari berbuka dan begitu pun seterusnya. Ini merupakan rukhsoh atau keringanan terakhir yang ingin melakukan puasa secara terus menerus dan hadits larangan berpuasa Dahr atau secara terus menerus ditujukan untuk Abdullah bin Al’Ash yang dimana pada riwayat muslim disebutkan jika Abdullah bin Amr menjadi lemas sebab terbiasa melakukan puasa Dahr dan ia menyesal serta tidak ingin mengambil rujhsoh serta hanya cukup melakukan puasa Daud saja.

  1. Puasa Wanita Saat Haid atau Nifas

Wanita yang sedang berada dalam masa haid atau nifas juga sangat dilarang untuk berpuasa, bahkan hukum dari wanita yang menjalankan puasa pada saat sedang haid atau nifas adalah berdosa. Akan tetapi, wanita yang mengalami haid atau nifas juga harus mengganti puasa tersebut dengan puasa pada hari lainnya.

  1. Puasa Sunnah Wanita Tanpa Ijin Suami

Sebelum menunaikan puasa sunnah, seorang wanita yang sudah menjadi istri haruslah mendapatkan ijin dari suami terlebih dulu. Apabila suami memberi ijin, maka istri baru boleh menunaikan puasa sunnah. Akan tetapi jika suami tidak memberikan ijin namun puasa tetap dilakukan, maka suami memiliki hak untuk memaksa istri berbuka dan tidaklah halal untuk istri yang melakukan puasa tanpa mendapat ijin dari suami sementara suami ada disitu. Ini disebabkan karena hak suami sangat wajib untuk dilakukan dan merupakan fardu untuk istri, sementara puasa hukumnya adalah sunnah dan kewajiban tidak boleh ditinggalkan demi mengejar sunnah semata.

Artikel terkait:


Hadits Hari Larangan Puasa

Larangan puasa juga sudah tertera di dalam beberapa hadits seperti yang akan disebutkan berikut ini.

  • Dari Umar bin Khathab ra, Ia berkata: “Sesungguhnya Rasulallah SAW melarang berpuasa di kedua hari raya. Pada hari raya Idul Fitri kamu berbuka puasamu dan pada hari raya Idul Adha kamu makan daging kurbanmu dan” (HR Bukhari Muslim).
  • Dari Nubaisyah Al-Hudzali ra, Rasulallah SAW bersabda :“hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan berzikir kepada Allah.” [Mutafaqun ’alih].
  • “Barangsiapa yang puasa di hari diragukan datangnya puasa, maka ia telah berdurhaka kepada Abal Qasim (yakni Rasulalallah SAW)”. (HR Abu Dawud).
  • Rasulallah saw dari Abu Hurairah ra: “Jika bulan sya’ban telah menengah (telah lewat dari tanggal 15) maka tidak ada puasa sampai datangnya Ramadhan” (HR Shahih Abu Dawud dan at-Tirmidzi).
  • Dari Abu Hurairah ra, Beliau bersabda: “Janganlah kau berwishal (menyambung puasamu), jangalah kamu berwishal. Kemudian salah seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah Engkau sendiri melakukan puasa wishal? Beliau bersabda: Aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya di malam hari aku diberi makan dan minum oleh Allah SWT. [HR Bukhari Muslim].
  • “Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti.” (HR. Muslim no. 1159, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).
  • “Barangsiapa berpuasa pada hari yang meragukan, maka ia berarti telah mendurhakai Abul Qosim, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. An Nasai no. 2188, At Tirmidzi no. 686, Ad Darimi no. 1682, Ibnu Khuzaimah no. 1808. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
  • Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka berpuasalah.” (HR. An Nasai no. 2173, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Artikel terkait:

Demikian penjelasan lengkap mengenai beberapa hari yang diharamkan untuk melaksanakan puasa lengkap dengan hadits – hadits-nya dan semoga penjelasan yang sudah kami berikan tersebut bisa menambah pengetahuan tentang hari yang sudah diharamkan berpuasa sehingga nantinya tidak mengamalkan perbuatan yang sudah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

, , , ,




Post Date: Saturday 24th, June 2017 / 12:52 Oleh :
Kategori : Puasa