15 Cara Menghilangkan Kesedihan Menurut Islam

Kesedihan merupakan sifat alami yang dimiliki manusia. Biasanya kesedihan muncul akibat dari tidak dapat menerima keadaan, seperti kehilangan, kegagalan, kesusahan, kecewa, stres, atau patah hati. Orang yang bersedih biasanya akan menangis, akan tetapi orang yang menangis belum tentu bersedih. Karena orang yang menangis dapat juga disebabkan oleh perasaan senang atau terharu.

ads

Sebenarnya bersedih dibolehkan dan memiliki dampak baik bagi tubuh, yakni dapat membersihkan racun dan meluapkan emosi yang terpendam. Akan tetapi, kesedihan juga dapat berdampak buruk jika terjadi berlarut-larut.

Kesedihan yang berlarut-larut ini lah yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Contoh dari kesedihan yang berlarut-larut adalah menangis berhari-hari tanpa henti karena ditinggal orang tercinta, menangis dalam waktu yang lama sehingga melupakan beribadah kepada Allah, dan bersedih hingga melukai dirinya sendiri.

Allah SWT berfirman:
Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At Taubah: 40)

Baca:

Dalam ayat tersebut sangat jelas diterangkan bahwa kita diperintahkan untuk tidak bersedih. Lalu bagaimana jika kita tetap bersedih dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah 15 cara untuk menghilangkan kesedihan:

1. Ingatlah Bahwa Allah Bersama Kita

Seperti dalil yang telah disebutkan di atas, kita tidak perlu bersedih karena Allah bersama kita. Seberat apapun kesulitan dan kesedihan yang dirasakan, kita tidaklah sendiri. Dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika Allah bersama kita. Dia lah pemilik segalanya di dunia ini. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatunya. Dia Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Allah tidak akan membiarkan hambanya berlarut dalam kesulitan. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Dengan mengingat Allah akan membuat hati menjadi tenteram.

Allah SWT berfirman:

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d: 28)

Baca:

2. Berdzikir

Cara Menghilangkan Kesedihan Menurut Islam lainnya adalah Memuji Allah dengan berdzikir tidak hanya mendapatkan pahala karena merupakan Sunnah Rasul, akan tetapi berdzikir juga dapat membuat hati menjadi tenang. Sehingga kesedihan akan mereda. Adapun dzikir yang dapat kita lakukan adalah “laa Haula wala quwwata Illa Billah” dan “hasbunallah wa ni’mal waqil.” Bacaan dzikir tersebut tidak lain adalah untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Baca:

3. Istighfar

Sudah sangat lumrah di kalangan masyarakat apabila terjadi sesuatu yang bersangkutan dengan emosi biasanya kita disarankan untuk beristighfar. Karena dengan beristighfar dapat menenangkan hati yang sedang kacau, seperti bersedih.

Baca:

4. Shalat Sunnah

Shalat merupakan bentuk komunikasi kita kepada Allah SWT. Ketika kita memiliki masalah, mengadukannya kepada Allah adalah hal yang tepat. Meski kita tidak bisa berkomunikasi kepada Allah selayaknya berkomunikasi kepada manusia, akan tetapi percayalah bahwa Allah mendengar dan melihat kita. Dia akan memberikan solusi atas permasalahan yang kita hadapi dengan caranya sendiri. Selain itu, shalat juga dapat membuat hati menjadi lebih tenang.

Baca:


5. Berdoa kepada Allah

Ketika Rasullullah Saw. mendapati Abu Umamah Ra. sedang bersedih di dalam masjid, beliau mengajarkan sebuah doa kepada Abu Umamah untuk menghilangkan kesedihannya.

Ya Allah, aku memohon perlindungan dengan-Mu daripada keluh kesah dan kesedihan, rasa lemah dan kemalasan. Aku memohon perlindungan dengan-Mu daripada sifat penakut dan kebakhilan. Dan aku memohon perlindungan dengan-Mu dari beban hutang dan dikuasai seseorang.” (HR. Abu Daud)

Baca:

6. Membaca Al Qur’an

Membaca Al Qur’an juga menjadi salah satu Cara Menghilangkan Kesedihan Menurut Islam. Al Qur’an dapat dibaca kapan saja. Tidak ada waktu-waktu tertentu untuk membacanya. Baik ketika merasa senang atau sedih, maupun saat merasa lapang ataupun sulit. Al Qur’an memiliki mukjizat yang sangat luar biasa. Selain akan mendapatkan pahala, membaca Al Qur’an juga dapat membuat hati menjadi tenang. Kesedihan yang kita rasakan akan terobati dengan membaca Al Qur’an.

Baca:

7. Sadari Bahwa Dunia Ini Hanyalah Sementara

Terkadang kita lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Dan tanpa disadari dunia ini menjadi tujuan hidup kita. Padahal kehidupan yang sebenarnya baru akan kita jalani setelah meninggal nanti, yakni di akhirat. Dengan menyandarkan hidup kita pada akhirat kita akan lebih lapang dada ketika diberi cobaan oleh Allah SWT.

8. Berpikir Positif

Di balik sebuah peristiwa, pasti ada hikmahnya. Berpikir positif dan ambil lah hikmahnya. Dengan begitu kita akan belajar untuk memahami apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita meskipun itu terasa buruk. Allah Maha baik, pasti Dia selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Dari Abu Hurairah Ra. Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah baik dan tidaklah menerima kecuali yang baik…” (HR. Muslim)

Baca:

9. Melakukan Sesuatu yang Positif

Melakukan hal yang dapat membuat hati senang tentu akan dapat meringankan beban atau kesedihan yang tengah kita rasakan. Bahkan kita dapat melupakan beban atau kesedihan tersebut. Adapun hal-hal positif yang dapat kita lakukan di saat sedih misalnya melakukan hobi, berkumpul bersama teman, menghadiri majelis taklim atau lain sebagainya.

10. Curhat Kepada Orang yang Dipercaya

Terkadang apa yang kita rasakan terlalu berat untuk dipikul sendiri. Sehingga kita perlu membaginya dengan orang lain, terutama orang yang dipercaya, seperti sahabat, atau keluarga. Mengungkapkan sesuatu mengenai apa yang kita rasakan kepada orang yang dipercaya akan membuat hati merasa lebih lega. Dengan curhat, kita seakan telah membagi masalah yang tengah kita hadapi.

11. Sabar

Allah SWT. Berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)

Ketika kita merasa sulit atau sedih, maka bersabarlah. Karena bersabar dapat membuat hati menjadi lebih ikhlas dalam menghadapi masalah yang terjadi. Dan Allah menjanjikan bagi orang yang bersabar akan bersama-Nya.

Baca:


12. Bershalawat

Ketika kita sedang sedih, maka berucap lah yang baik-baik, seperti berdzikir, membaca Al Qur’an, istighfar dan bershalawat. Itu semua akan membuat hati menjadi lebih tenang.

Suatu ketika Sahabat Ubay bin Ka’ab menghadap Baginda Rasulullah Saw. dan bertanya:

Wahai Rasulullah, Aku banyak bershalawat untuk mu, sebaiknya berapa kali aku harus bershalawat untuk mu?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda.”

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau seperempat?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda. Jika anda tambahi tentu lebih baik.

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau setengah?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda. Andai anda lebihkan jadi lebih baik.”

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau dua pertiga?

Rasulullah menjawab: “Terserah anda. Jika anda tambahkan lagi pasti lebih baik.”

Ubay bin Ka’ab: “Bagaimana kalau shalawatku untuk mu semuanya?

Rasulullah menjawab: “Kalau anda lakukan itu, segala kesedihan anda dihilangkan dan dosa anda akan terampuni.” (HR. Tirmidzi)

Baca :

13. Jangan Menyesal

Ketika kegagalan terjadi pada hidup kita, tentu perasaan menyesal akan timbul. Penyesalan yang berlebihan dapat membuat kita menjadi sedih. Lupakanlah kesalahan yang membuat kita menjadi sedih dan menyesal. Lakukan yang terbaik di kemudian hari agar hasil yang kita dapatkan akan lebih maksimal. Kegagalan yang kita terima janganlah disesali atau ditangisi, akan tetapi jadikanlah kesalahan atau kegagalan tersebut sebagai sebuah pelajaran.

14. Hindari Sifat Rendah Diri dan Minder

Terkadang kita merasa sedih karena tidak bisa seperti orang lain. Mereka memiliki kecukupan dan dapat melakukan hal yang lebih dari kita, misal memiliki barang mewah, status sosial yang lebih baik atau kehidupan yang mapan. Perlu kita sadari betapa beruntungnya diri kita. Lihatlah orang-orang di sekeliling kita. Masih banyak orang yang kurang beruntung daripada kita. Janganlah bersedih. Jadikanlah itu sebagai acuan dan semangat untuk mendapatkan hal yang lebih baik.

15. Sandarkan Segalanya pada Allah

Harta, kekayaan, atau status sosial tidak dapat dijadikan sandaran hidup. Apabila kita menyandarkan hidup pada hal-hal tersebut hanya akan menimbulkan kekecewaan hingga kita bersedih. Bersandar pada Allah adalah sebuah pilihan terbaik dan Allah tidak akan pernah mungkin mengecewakan hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya. Kerjakan perintah-Nya dan berpasrah kepada Allah. Niscaya kebahagiaan akan datang kepada kita.

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah SWT. Penilaian baik dan buruk suatu peristiwa yang menimpa kita adalah diri kita sendiri. Oleh karena itu, percayalah bahwa Allah senantiasa memberikan kebaikan kepada kita. Dan hendaklah kita menyandarkan segalanya kepada Allah agar tidak menimbulkan kekecewaan. Demikian cara-cara menghilangkan kesedihan. Semoga dapat bermanfaat.

, , , ,




Post Date: Monday 08th, May 2017 / 10:18 Oleh :
Kategori : Info Islami