Adab Melayat Orang Meninggal dalam Islam

Setiap manusia pasti akan merasakan mati. Menghadapinya hanya tingggal menghitung waktu dan menunggu giliran saja karena berbeda-beda nasib dan ketentuan waktunya. Untuk itu, mengingat kematian adalah suatu keniscayaan agar kita segera memperbaiki diri dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok yang sebenar-benarnya. Tentu hal ini sudah Allah ingatkan sering kali di dalam Al-Quran.

ads

Salah satu cara untuk kita bisa mengingat kematian dan menghayati bahwa manusia sejatinya hanya hidup sementara di dunia adalah dengan cara melayat orang yang meninggal atau melakukan tazkiah. Dengan menghadiri pada orang yang meninggal sebelum dikubur dan juga melihat proses penguburannya, kita akan kembali teringat bahwa suatu saat kita akan seperti itu.

Hal ini disampaikan juga dalam sebuabh hadist, Dalam sebuah hadist juga disampaikan, “Sesungguhnya adalah hak Allah untuk mengambil dan memberikan sesuatu, segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktu yang telah ditentukan, oleh karena itu bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah (dengan sebab musibah itu)” (HR Bukhari dan Muslim)

Akan tetapi, ada adab dan tata cara untuk melayat seseorang. Berikut adalah penjelasannya mengani adab untuk melayat orang meninggal. Hal ini sebagaimana dalam hal menguburkan jenazah, terdapat aturannya yaitu :

Adab Saat Melayat Orang Meninggal

Setiap kehidupan dari kita pasti memiliki adab dan tata caranya masing-masing. Melayat atau dalam bahasa Arab adalah Tazkiah berarti membuat keluarga yang ditinggalkan bersabar dan bisa meringankan beban atau musibah yang menimpanya, yang merupakan kesedihan mereka.

Hla ini sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadist,“Tidaklah seorang mukmin berbelasungkawa (ta’ziyah) kepada saudaranya karena suatu musibah, melainkan Allah Yang Mahasuci memberinya pakaian dari pakaian-pakaian kemuliaan di hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah)

Berikut adalah adab saat melayat orang meninggal yang harus kita lakukan.

  1. Mengucapkan Belasungkawa

Tentunya saat kit amenghadiri acara layatan atau taz kiah ucapan yang kita sampaikan pad akeluarga dari orang yang meninggal adalah ucapan belasungkawa atau ucapan yang mampu mengempati keluarga. Kesedihan dan kedukaan pasti akan dihadapi oleh keluarga, untuk itu mengucapkan kalimat yang memotivasi dan membuatnya nyaman adalah hal yang harus dilakukan.

Lafaz tazkiah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah, “Bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah, sesungguhnya adalah hak Allah mengambil dan memberikan sesuatu, segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktu yang telah ditentukan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ucapan tersebut dapat menggambarkan rasa belasungkawa namun juga tidak membuat orang tersebut kecewa atau bertambah sedih. Ditambah doa dan keikhlasan kita menghadiri tazkiah tentu bisa membuat keluarga bersyukur.

baca juga artikel Islam lainnya:

Sponsors Link

  1. Menyegerakan Mengurus Mayit atau Jenazah

Dalam sebuah hadist disampaikan, “Bersegeralah dalam mengurus jenazah, karena jika ia baik maka engkau telah melakukan suatu kebaikan dan jika tidak, maka engkau telah membuang suatu kejelekan dari lehermu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk mengurus jenazah maka lebih baik jangan ditunda-tunda. Dalam pengurusan jenazah maka lebih baik disegerakan dan jangan sampai diperlambat. Keluarga bisa menunggu jika memang ada kerabat atau anggota keluarga lainnya yang belum hadir melihat, akan tetapi jangan terlalu lama.

Dalam sebuah hadist Rasulullah diperbolehkan kita menyolatkan jenazah di kuburan jika memang terlambat belum hadir dan sudah dikuburkan. Hal ini sebagaimana yang dilakukan rasulullah SAW saat menyolatkan seorang wanita di kuburan wanita tersebut. wanita tersebut terbiasa membersihkan masjid dimana Nabi sering ada disana. Saat itu Nabi tidak mengetahui bahwa Wanita tersebut meninggal dan barulah Nabi mengetahui setelahnya.

“Tunjukkan padaku makamnya.’ Lalu mereka menunjukkannya kemudian beliau menyalatkannya di kuburannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

baca juga:

  1. Tidak Ada Aturan Khusus Mengenai Pakaian Untuk Melayat

Tidak ada aturan khusus yang Allah berikan kepada umat islam untuk mengenakan pakaian tertentu saat meninggal. Misalnya saja harus menggunakan warna hitam atau dilarang menggunakan warna-warna tertentu. Hal itu tidak disunnahkan juga tidak diwajibakan. Sehingga boleh menggunakan warna apapun selagi pantas dan tidak mengganggu hadirin yang ikut bertazkiah lainnya. Hal ini termasuk ke dalam kultur atau budaya, namun bukan pada sunnah atau syariat islam.

Budaya tidak dilarang selagi tidak bertentangan dengan syariah ataupun rukun imanrukun islamIman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman. Namun budaya juga tidak bisa dijadikan sebagai patokan dasar atau utama sebuah aturan. Sehingga, perlu diketahui bahwa budaya tidak bisa berada di atas syariah. Jika tidak melakukannya tentu tidak berodsa, hanya saja mendapatkan opini dan sanksi sosial. Nmaun hal tersebut tentunya pilihan dan alternatif saja.

baca juga:

Hal yang Harus Dilakukan oleh Keluarga Mayit

Menjalani kehidupan di dunia untuk mencapai Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama tentu akan ada masa berakhirnya.

Kematian dan ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi adalah bagian dari cobaan Allah SWT. Allah mencoba dan menguji manusia sebagaimana yang disampaikan dalam Al-Quran.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb-nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah : 155-157)

ads
  1. Perintah Bersabar

Saat ditinggalkan oleh orang yang kita cintai dan sayangi, maka adabnya adalah perintah Allah untuk bersabar. Tentu dalam kondisi yang mau bersabar adalah kondisi yang sulit atau tidak mudah. Hal ini sebagaimana juga disampaikan dalam sebuah riwayat.

“Wanita mana saja yang ditimpa musibah dengan kematian tiga anaknya, niscaya hal tersebut akan menjadi tabir penghalang baginya masuk ke dalam Neraka.” Seorang wanita bertanya, “Bagaimana dengan dua orang anak?” Rasulullah menjawab, “Juga dua orang anak.”

Bagi mereka yang mau bersabar dan jgua mau menahan emosinya, Allah berikan pahala dan menghindarkannya dari api neraka. Tentunya kita bisa juga berdoa kepada Allah untuk memohon kesabaran, sebagaimana doa berikut:

“Ya Allah, anugerahkanlah pahala atas kesabaranku menghadapi musibah dan berikanlah aku pengganti yang lebih baik darinya.”

baca juga:

  1. Berpasrah dan Ikhlas Kepada Allah SWT

Jika ada keluarga atau kerbaat sesama muslim yang ia meninggal, maka kita ucapkanlah Innalillahi. Artinya setiap apa yang kita miliki, menjadi bagian dari kita kelak akan Allah ambil dan semuanya akan kembali kepada Allah lagi. Tidak ada di dunia yang kekal, semuanya akan berakhir dan kembali pada Yang Maha Memiliki. Dan kita pun kelak akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah atas kehidupan di dunia kita.

Hal ini juga seperti yang disampaikan dalam sebuah riwayat. Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA “Tidaklah seorang muslim yang tertimpa suatu musibah, kemudian ia mengucapkan seperti yang diperintahkan Allah: ‘Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. (Ya Allah, anugerahkanlah pahala atas kesabaranku menghadapi musibah dan berikanlah aku pengganti yang lebih baik darinya, kecuali Allah akan mengganti baginya yang lebih baik).’” Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah meninggal aku berkata, ‘Siapakah dari kaum muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah? Dia adalah keluarga yang pertama hijrah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku pun telah mengucapkannya, kemudian Allah memberiku ganti (seorang suami), yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

baca juga:

  1. Tidak Berlebihan

“Abu Burdah bin Abu Musa “Aku berlepas diri dari orang yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri darinya, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari wanita yang berteriak-teriak ketika tertimpa musibah, wanita yang mencukur rambutnya dan merobek-robek baju.”

Riwayat di atas menggambarkan bahwa jangan sampai kita berlebihan dan bersikap yang tidak rasional ketika menghadapi keluarga atau orang yang kita sayangi meninggal. Bersabar dan bersikap sewajarnya harus dilakukan. Kesedihan tentunya adalah fitrah, tetapi sampai menangis meraung-raung, merobek baju, histeris bukanlah hal yang dicontohkan dalam islam.

baca juga:

Semoga dengan melayat kita bisa mendapatkan hikmah agar bisa diterapkan dalam mencapai kesuksesan hidup Dunia Menurut IslamSukses Menurut IslamSukses Dunia Akhirat Menurut Islam dengan Cara Sukses Menurut Islam. 

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,




Post Date: Tuesday 08th, August 2017 / 05:19 Oleh :
Kategori : Info Islami